Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi Serap Ribuan Pekerja

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik BYD Subang — Pabrik PT BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, yang resmi beroperasi pada 3 September 2026.

Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dan menyerap ribuan pekerja lokal untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional.

Pabrik BYD Subang.

Redaksiku.com – PT BYD Motor Indonesia secara resmi mengoperasikan fasilitas produksinya di Subang, Jawa Barat, pada Kamis, 3 September 2026, dengan menyerap lima ribu pekerja lokal pada tahap awal untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional.

Peresmian pabrik ini menandai tonggak sejarah baru dalam pengembangan industri otomotif berbasis baterai di Tanah Air. Kehadiran fasilitas manufaktur skala besar ini diharapkan mampu mendongkrak ekosistem kendaraan listrik secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pabrik BYD Subang: Investasi dan Kapasitas Produksi

Peresmian pabrik ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Hadir pula Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Totodua Pasaribu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi realisasi investasi ini sebagai simbol kemajuan industrialisasi nasional. Fasilitas produksi baru di Subang ini merupakan hasil investasi sebesar Rp 11,7 triliun dengan kapasitas produksi kendaraan listrik hingga 150 ribu unit per tahun.

Pabrik kendaraan listrik baru di Subang ini berdiri di atas lahan seluas 126 hektar dengan nilai investasi mencapai Rp 11,7 triliun.

Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd, menyatakan, “Hari ini para hadirin sekalian dengan disaksikan semua orang di sini kita sudah membuktikan impian kita bisa terwujudkan, pabrik 126 hektar dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun.”

Proses Produksi Lokal dan Dampak Ekonomi

BYD menegaskan komitmennya untuk melakukan seluruh proses manufaktur secara komprehensif di Indonesia. Ini mencakup tahapan pengecatan, pengelasan, hingga proses akhir produksi kendaraan listrik.

Seluruh tahapan manufaktur kendaraan listrik mulai dari pengelasan hingga pengecatan dikerjakan langsung di dalam negeri oleh tenaga kerja Indonesia.

“Seluruh proses produksi dilakukan di Indonesia. Untuk proses produksinya mencakup pengecatan, pengelasan, dan proses akhir. Ini sebuah pencapaian yang baru.”

— Liu Xueliang

Kehadiran pabrik ini tidak hanya mendongkrak industri komponen lokal, tetapi juga memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian daerah. Lebih dari 5.000 pekerja lokal telah direkrut pada fase awal operasional.

Liu Xueliang memuji etos kerja para pekerja Indonesia yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi dalam menguasai teknologi manufaktur kendaraan listrik. Tenaga kerja di Indonesia dinilai sangat rajin dan tekun dalam menyelesaikan setiap tugas produksi.

Target Penyerapan Tenaga Kerja

Seiring dengan peningkatan skala produksi dan kapasitas pabrik, BYD menargetkan penyerapan tenaga kerja yang lebih besar di masa depan. Pabrik di Subang ini diharapkan dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi total 20 ribu tenaga kerja asal Indonesia.

Peningkatan jumlah tenaga kerja tersebut akan disesuaikan secara bertahap seiring dengan pencapaian kapasitas produksi maksimal pabrik. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk alih teknologi industri otomotif modern kepada sumber daya manusia lokal.

Model Kendaraan yang Dipamerkan

Dalam acara peresmian, berbagai lini kendaraan listrik andalan BYD turut dipamerkan untuk memperkenalkan ragam produk kepada publik. Jajaran kendaraan tersebut meliputi hatchback mungil Atto 1, crossover Atto 3, sedan Seal, dan city car Dolphin.

Selain itu, jajaran kendaraan keluarga seperti MPV M6, SUV Sealion 07, dan mobil mewah Denza D9 juga turut hadir memeriahkan area pabrik. Kehadiran berbagai model ini menunjukkan kesiapan pabrik Subang dalam memenuhi beragam segmen pasar otomotif.

Pertanyaan Umum

Di mana lokasi pabrik baru BYD?

Fasilitas produksi kendaraan listrik BYD berlokasi di Subang, Jawa Barat, di atas lahan seluas 126 hektar.

Berapa kapasitas produksi dan nilai investasi pabrik tersebut?

Pabrik ini dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 11,7 triliun dan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit kendaraan listrik per tahun.

Berapa target penyerapan tenaga kerja oleh BYD di Subang?

Pada tahap awal, pabrik ini menyerap 5.000 pekerja lokal dengan target total penyerapan mencapai 20.000 pekerja saat kapasitas produksi maksimal tercapai.

Ringkasan

Pabrik BYD Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dan kapasitas 150 ribu unit per tahun, serta menyerap ribuan pekerja lokal.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Bekas Toyota Vellfire 2022 dan Spesifikasinya
Jadwal Veda Ega Pratama di Moto3 Austria 2026 Hari Ini
Suzuki Baleno 2025 Bekas: Harga Rp200 Jutaan dan Keunggulannya
Harga BYD Denza D9 Bekas 2024, MPV Listrik Mewah Pesaing Alphard
Balap Mobil Tanpa Pengemudi Global dan Tantangan Penggemar
Harga Toyota Yaris G 2015 Bekas dan Spesifikasinya
Harga dan Spesifikasi BMW X6 SUV Premium 381 HP
Faktor Pendukung Transisi Motor Listrik Selain Insentif

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:43 WIB

Harga Bekas Toyota Vellfire 2022 dan Spesifikasinya

Jumat, 18 September 2026 - 10:36 WIB

Jadwal Veda Ega Pratama di Moto3 Austria 2026 Hari Ini

Jumat, 18 September 2026 - 07:33 WIB

Suzuki Baleno 2025 Bekas: Harga Rp200 Jutaan dan Keunggulannya

Jumat, 18 September 2026 - 06:39 WIB

Harga BYD Denza D9 Bekas 2024, MPV Listrik Mewah Pesaing Alphard

Jumat, 18 September 2026 - 02:11 WIB

Balap Mobil Tanpa Pengemudi Global dan Tantangan Penggemar

Berita Terbaru

Terminologi orang asli Papua menjadi perbincangan hangat publik terkait perdebatan Undang-Undang Otonomi Khusus.

Politik

Memahami Orang Asli Papua dalam Perspektif Ilmu Sosial

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:06 WIB

error: Content is protected !!