Novel : Senja Membawamu Kembali ( Part 15 )

- Penulis

Senin, 2 Desember 2024 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Senja Membawamu Kembali ( part 14 )

Novel : Senja Membawamu Kembali ( part 14 )

Novel : Senja Membawamu Kembali ( Part 15 )

Selepas keluar dari ruangan dokter, Abyan tidak bisa langsung mengantarkan pulang Lidya karena mereka harus menunggu obat terlebih dahulu. Sama halnya seperti di ruang IGD tadi, mereka pun harus kembali menghadapi antrean panjang.
“Li, aku tinggal ke mushola dulu, ya,” ucap Abyan saat mereka sedang menunggu di depan apotek rumah sakit karena waktu maghrib sudah tiba.
Abyan tidak ingin kejadiannya seperti sore tadi. Dia nyaris kehilangan salat Asharnya gara-gara Lidya tak mau ditinggal di ruang IGD sendirian. Beruntung nama wanita itu segera dipanggil untuk menjalani serangkaian tes dan diantarkan oleh suster, jadi Abyan bisa pergi salat.
Suami Ayyara ini berusaha untuk tidak pernah meninggalkan kewajibannya tersebut. Dirinya selalu merasa dengan salat bisa meredamkan segala gejolak di dalam dada, apalagi pada situasi seperti sekarang. Meskipun Lidya cemberut, tapi tak menyurutkan niat Abyan untuk pergi ke mushola.
Ternyata antrean menunggu obatnya memakan waktu berjam-jam dan nama Lidya belum dipanggil. Abyan mulai gelisah karena waktu sudah menunjukkan hampir jam sembilan malam, tapi dirinya masih juga belum pulang ke rumah.
Dia juga merasa heran karena Ayyara tidak menghubunginya sama sekali. Padahal, biasanya sang istri akan tanya-tanya, kenapa, ke mana, sampai kapan, kala dirinya terlambat pulang. Ini jangankan bertanya, pesan suara yang tadi dia kirim saja, bahkan tidak ditanggapinya.
“Kenapa dilihatin terus HP-nya? Lagi nunggu siapa?” tanya Lidya pura-pura tidak tahu.
Abyan menghela napas, lalu menengok ke arah perempuan itu yang duduk di sampingnya. “Nggak ada, cuma nggak sangka aja bakal selama ini.”
“Duuh, maaf, ya, Mas … jadi ngerepotin kamu,” sesalnya dengan wajah tertunduk. “Habis, aku nggak tahu lagi harus minta tolong siapa,” imbuhnya dengan suara memelas.
“Oh, it’s okay, Li … aku juga tahu, kok. Sudah, nggak usah dipikirin. Siapapun itu kalau ada dalam situasi seperti kamu, pasti aku tolongin juga,” tanggap Abyan.
Lydia masih tertuduk, walaupun sebenarnya di dalam hati dia tersenyum lebar. Suasana hatinya sangat bertolak belakang dengan Abyan. Dia malah berharap bisa lebih lama lagi menikmati kebersamaannya dengan saumi Ayyara tersebut.
Sampai kemudian, jam 21:15 keduanya keluar dari rumah sakit. Mobil Abyan langsung bergerak menuju salah satu hunian elit di kawasan Sentul Selatan. Tidak lebih dari 15 menit, mereka sudah tiba di kediaman Lidya. Sebuah kompleks perumahan yang mengusung tema harmoni dalam kehidupan sehingga mampu menghadirkan ketenangan dan kenyamanan modern untuk penghuninya. Kawasan ini memiliki udara segar yang minim polusi karena dikelilingi oleh pegunungan, perbukitan, dan lapangan golf.
Sistem cluster yang ditawarkan dari hunian tersebut juga menghadirkan rumah tanpa pagar penutup halaman. Abyan jadi bisa langsung memarkirkan mobilnya di lahan yang disediakan khusus di depan garasi rumah tersebut.
Dia turun dari mobil. Kali ini tidak ada kursi roda yang akan membantu Lidya untuk berjalan. Mau tak mau memaksa Abyan untuk menggendong perempuan itu memasuki rumahnya.
Degup jantung Abyan kembali berpacu sangat kencang saat Lidya melingkarkan kedua tangan ke lehernya. Posisi badan perempuan itu yang sedikit memutar menghadap kepadanya membuat tubuh mereka benar-benar menempel.
Sepertinya, Lidya memang sengaja melakukan hal tersebut untuk meruntuhkan benteng pertahanan Abyan. Selama ini, dia belum berhasil membuat suami Ayyara itu terperangkap dalam jebakannya.
Abyan berjalan dengan kepala tegak, pandangan lurus ke depan. Meski tak bisa dipungkiri, dia harus menelan salivanya berulang kali untuk menahan debaran dalam hatinya. Dia kemudian menekan bel tepat di depan pintu masuk.
“Malam Bi Ipah,” sapa Abyan kala pintu terbuka dan muncul seorang wanita paruh baya yang terlihat cukup kaget melihat kondisi Lidya.
“Ya, ampun, Non Lili kenapa?”  tanyanya.
“Kakinya terkilir, Bi,” ungkap Abyan. “Bisa bantu siapkan kamarnya, Bi? Saya akan antar Lili agar bisa segera istirahat.”
“Oh, iya. Mari masuk Tuan,” tanggapnya sambil segera berjalan menuju kamar Lidya diikuti Abyan dari belakang.
Mereka menuju kamar utama rumah tersebut. Sesampainya di kamar, Bi Ipah langsung menyiapkan tempat tidurnya. Dia meletakkan bantal agak tinggi agar Lidya bisa bersandar dengan nyaman sebelum memutuskan untuk tidur. Selanjutnya, sang ART ini bergegas keluar kamar karena merasa sudah tidak dibutuhkan lagi.
Abyan membungkukkan badannya untuk mendudukkan Lidya di atas kasur. Kini, posisi tangan kirinya masih di punggung perempuan itu, sementara tangan kanan di bawa lututnya. Wajah mereka sangat berdekatan. Sedikit saja lelaki itu menoleh, maka bibir keduanya akan saling berhadapan.
“Mas, nggak langsung pulang, kan?” Hembusan udara dari mulut Lidya saat mengajukan pertanyaannya tersebut tertiup halus di pipi Abyan hingga bulu kuduknya meremang.
Abyan memejamkan matanya. Dia menarik napas perlahan, berusaha meredakan hasrat dirinya sebagai laki-laki yang nyaris di ambang batas. Seketika, sekelebat wajah Ayyara hadir di lintasan pikirannya. Lelaki itu langsung membuka mata, melepaskan kedua tangannya dari tubuh perempuan itu dan berdiri tegak.
“Sorry, Li … aku harus segera pulang. Istriku pasti cemas karena sampai jam segini aku belum datang juga,” ujar Abyan beralasan sembari membantu mengangkat kaki Lidya yang terkilir untuk diganjal bantal agar posisinya lebih tinggi.
“Terus siapa yang bantu aku buat kompres kakinya?” tanyanya lagi dengan wajah memelas.
“Kamu kan, bisa minta tolong Bi Ipah. Nanti aku ajarin dulu caranya sebelum pulang,” jawab Abyan yang masih merapikan posisi bantal di kaki Lidya.
“Tapi nanti, Mas ke sini lagi, kan?”
“Kamu sekarang fokus dulu untuk pemulihan kakimu saja. Terkait projek KL biar jadi urusanku dengan tim,” ungkap Abyan tanpa menjawab pertanyaan perempuan tersebut.
“Dua hari lagi, Mas ke sini, kan? Perban aku harus diganti, Bi Ipah nggak akan bisa,” rajuknya.
Abyan sudah berdiri tegak di samping kaki Lidya. Dia menoleh padanya,  segera memalingkan muka seraya menghela napas. Wajah Lidya yang tengah merajuk begitu sungguh menggemaskan di matanya.
“Nanti aku minta layanan perawat home care saja dari rumah sakit,” ujarnya. “Aku pamit, ya.” Abyan berlalu keluar kamar tanpa menoleh lagi ke belakang. Dia harus segera beranjak dari tempat tersebut sebelum benteng pertahanannya benar-benar ambruk.
“Bi Ipah, tolong nanti kakinya Lili di kompres dingin 15 sampai 20 menit, sebanyak 3-4 kali sehari selama tiga hari berturut-turut, ya,” titah Abyan memberikan instruksi pada asisten rumah tangga tersebut.
Dia juga menjelaskan cara mengompresnya jika mengunakan es batu tidak boleh langsung, melainkan harus dilapisi handuk atau kain lainnya. Setelah dirasa cukup, Abyan pun pamit meninggalkan kediaman Lidya.
Sepanjang perjalanan pikirannya tidak fokus. Kepalanya pening menahan gejolak di dada. Dia hanya ingin segera bertemu sang istri. Sekitar jam 11 malam, Abyan tiba di rumah. Suasana sangat sepi, sepertinya Ayyara pun sudah terlelap karena lampu kamarnya gelap.
Abyan membuka pintu kamar perlahan. Penerangan hanya bersumber dari lampu kecil di depan kamar mandi, sehingga ruangan cukup gelap. Dia hanya samar-samar melihat istrinya yang terbaring di atas tempat tidur. Lelaki itu tidak menyadari bahwa sebenarnya Ayyara belum benar-benar tertidur.
Sang suami bergegas menuju kamar mandi sambil membuka kangcing kemejanya. Kesegaran air akan sedikit membantunya untuk bertahan. Saat Abyan melewati tempat tidur, aroma parfumnya masih cukup kuat tercium. Tapi kali ini, baunya tercampur dengan aroma lain yang sangat asing di hidung Ayyara.
Wanita dua anak ini memejamkan matanya, berusaha menahan rasa sesak dalam dada. Dia tidak bisa menghentikan otaknya yang sedang sibuk menganalisa kemungkinan apa saja yang sudah diperbuat sang suami bersama Lidya. Beragam pertanyaan pun bermunculan, memperkuat semua praduga yang sudah tersusun rapi di benaknya.
Suara gemericik air di dalam kamar mandi berhenti. Tak lama kemudian, Abyan keluar dengan rambut basahnya. Sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil, dia berjalan menuju ruang ganti baju. Suami Ayyara ini terlihat lebih segar dan wajahnya tidak sekuyu tadi.
Bagaimana bisa lelaki yang masih ingat sholat, tapi tetap berselingkuh? batin Ayyara bertanya saat melihat sang suami keluar kamar mengenakan baju koko.
Sepulang dari rumah sakit tadi, Abyan memang belum menunaikan salat Isya. Kediaman keluarga kecilnya ini memiliki ruang khusus untuk beribadah yang letaknya di antara kamar dia dan anak-anak. Mereka melakukan beberapa aktivitas seperti salat, mengaji ataupun berdiskusi terkait materi keagamaan itu di tempat tersebut.

Abyan tersenyum ketika kembali masuk ke dalam kamar. Dia merasa hati dan pikirannya lebih tenang dan nyaman. Setelah mengganti baju kokonya dengan piayama, suami Ayyara ini langsung naik ke atas kasur, menarik selimut yang sudah lebih dulu digunakan oleh istrinya.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Tanda Vampir Energi Ada di Sekitar Kamu

Kesehatan

Waspadai 4 Tanda Vampir Energi Ada di Sekitar Kamu

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:28 WIB

MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://starazona.com/contacto/MAINZEUShttps://www.dovhlevin.com/https://stitta.ac.id/kontak/MAINZEUSMAINZEUSSLOT ZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coavs.edu.pk/faculty/SLOT PULSAMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSULARWINULARWINMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://coes.dypgroup.edu.in/library/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUShttps://sethu.ac.in/seminar/MAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSMAINZEUSJOKER4D>MAINZEUSMAINZEUSWEDE303MAINZEUSBINTANG4DWEDE303LIVETOTOEBTtop111LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303JOKER4DWEDE303LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETWEDE303 WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303WEDE303 LIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBETLIVETOTOBET BINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4DBINTANG4D SLOT2DSLOT2DSLOT2D JOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4DJOKER4D https://www.snsrkscollege.ac.in/https://www.leiko.cz/ bokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep sma bokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep smabokep sma
x  Perlindungan Kuat untuk WordPress, dari Shield Security
Situs Ini Dilindungi Oleh
Shield Security