Amora menggelengkan kepalanya, “Engga, Pa. Cuma agak pusing dikit aja” jawab Amora.
“Baiklah, kamu istirahat dulu ya?. Papa mau pulang dulu, habis ini Papa pasti balik lagi ke sini sama Ma Ras, ya?”
Dengan pelan Amora menganggukkan kepalanya, “Iya, Pa. Papa bersih-bersih dulu aja.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Oke, putri Papa. Ya sudah, kamu di sini sama Daren dulu ya?. Papa pulang sebentar” ucap Darpa yang lagi-lagi dianggukki oleh Amora.
Lalu Darpa pun membalikkan badannya dan berjalan ke arah Daren terlebih dahulu, “Jaga Amora” ucapnya seraya menepuk-nepuk bahu Daren beberapa kali.
“Siap, Pa.”
Setelah itu Darpa pun berjalan pergi dari ruangan itu meninggalkan Daren dan Amora, “Ra” Daren langsung menghampiri Amora saat Darpa sudah pergi dari ruangan itu.
“Apa yang sudah terjadi sampai Syla mendorongmu?” tanya Daren setelah dia sudah mendekat ke tempat Amora berada.
“Dia cuma marah karena aku ngelarang dia buat masuk ke rumah, terus dia dorong aku deh” jawab Amora dengan santainya.
Mendengar itu Daren pun menghela nafasnya, “Saya minta maaf ya?. Saya tau saya salah, setelah ini kamu tidak perlu membukakan pintu untuk perempuan itu lagi.”
“Aku maafin kamu, karena memang kamu ngga salah. Tapi aku ngga akan pernah maafin Syla. Aku bukan tipe orang yang suka maafin orang gitu aja, aku orangnya pendendam. Jadi apa yang udah dilakuin Syla ke aku, dia juga harus ngerasain” jawab Amora.
Daren tidak menjawab apapun, dia hanya diam. Karena dia tidak bisa menahan Amora untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan setelah ini. Daren sungguh tahu apa yang akan terjadi jika dia melarang Amora untuk balas dendam kepada Nasyla.
Bersambung……….
https://www.redaksiku.com/novel-choose-happiness-part-19/
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






