Di Mekkah kami menginap selama 3 hari, lalu dilanjutkan ke Madinah. Kami beribadah sambil mengingat semua kenangan, baik pahit maupun manis. Mas Bayu menepati janjinya untuk lebih perhatian, apalagi saat hamil seperti ini, aku menjadi semakin sensitif. Untunglah, kali ini Mas Bayu bisa lebih sabar menghadapiku.
Rasanya tak percaya dan seperti mimpi bisa kembali ke Masjid Nabawi. Namun, kali ini suasananya berbeda karena Mas Bayu sudah berubah. Kami menikmati senja di antara payung-payung yang terbuka di pelataran masjid. Senja di langit Nabawi, membawa kesan yang sangat mendalam, menimbulkan kerinduan yang selalu hadir di setiap jengkal sudut hati.
Setelah tiga hari di Madinah, kami pun kembali ke Riyadh. Dari jendela pesawat, aku bisa melihat mentari yang bergerak turun untuk selanjutnya terbenam. Ia akan muncul kembali esok hari, membawa harapan baru. Sama seperti hidupku. Selesai sudah kisah sedihku, berganti menjadi bab bahagia. Seiring perjalanan menuju Riyadh, Mas Bayu tak sekali pun melepas genggamannya. Ia ingin meyakinkanku bahwa keputusanku untuk tetap bertahan adalah keputusan terbaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini kami berdua siap menyongsong masa depan yang lebih baik, siap menghadapi semua ujian yang hadir karena sejatinya kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari kesedihan dan kebahagian. Cinta yang salah telah memberikan pelajaran berharga bahwa pasangan suami istri memang harus memperjuangkan ikatan suci pernikahan, karena pasangan adalah yang terbaik yang telah Allah pilihkan.
-SELESAI-
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






