BARRU – Antrean panjang truk mengular di SPBU Pertamina 74.907.57, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Antrean truk bahkan mencapai hampir dua kilometer.
Pantauan redaksiku.com, Selasa (8/9/2026), antrean terlihat di Jalan Poros Parepare-Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Truk tampak mengantre dari dua arah.
Dari Makassar menuju Parepare.
Begitu pula dari Parepare menuju Makassar.
Para sopir mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM jenis solar.
Bahkan, sejumlah sopir memilih bertahan hingga bermalam.
Salah satunya Munir (49), warga Sidrap.
Munir datang dari Sidrap membawa muatan sekam pelet.
Muatan tersebut hendak dibawa menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Munir mengaku mulai mengantre sejak pukul 02.00 Wita.
“Saya mulai dari jam 2 subuh sampai sore jam 4 hari ini belum ada,” kata Munir kepada redaksiku.com, Selasa (8/9/2026), saat ditemui di lokasi.
Munir mengatakan dirinya sudah bermalam di lokasi.
Namun, ia masih belum mendapatkan solar.
“Saya sudah semalam untuk mengantri dari jam 2 subuh hingga sore ini belum bisa mendapatkan solar,” ujarnya.
Lamanya waktu menunggu juga membuat biaya perjalanan bertambah.
Munir mengaku perjalanan menjadi lebih lama karena harus menunggu solar.
“Menunggu menjadi banyak biaya. Sudah sampai, namun menunggu solar yang membuat lama,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah.
Munir meminta persoalan antrean solar tersebut mendapat perhatian.
“Kami berharap pemerintah segera, karena kami bermalam pun belum ada,” tuturnya.
Kondisi serupa dirasakan Risman (19).
Risman merupakan kernet truk asal Balikpapan, Kalimantan Timur.
Truk yang dibawanya mengangkut seng dan kulkas.
Muatan tersebut hendak dibawa menuju Kendari, Sulawesi Tenggara.
Risman mengatakan kesulitan mendapatkan solar juga terjadi di Balikpapan.
“Di Balikpapan juga susah solar,” tuturnya.
Risman mengaku harus menunggu cukup lama di SPBU Bojo.
Sopir truk yang dibawanya bahkan memilih beristirahat karena kelelahan.
“Saya menunggu solar, sopirnya lagi istirahat akibat lelah menunggu,” katanya.
Antrean panjang tersebut membuat perjalanan para sopir terhambat.
Pengiriman barang antardaerah ikut terdampak.
Para sopir berharap persoalan ketersediaan solar segera mendapat solusi.
Mereka berharap antrean panjang di jalur utama Parepare-Makassar tidak terus terjadi.
Editor : Hengki






