Redaksiku.com – Taipan bisnis terkemuka, Garibaldi “Boy” Thohir, kembali menunjukkan kepercayaan dirinya terhadap masa depan infrastruktur digital Indonesia dengan menambah kepemilikan saham di PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV). Meski pergerakan harga saham perusahaan tersebut sempat memicu kekhawatiran hingga terkena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia, langkah akumulasi sebanyak 30 juta lembar saham ini menegaskan visi jangka panjang sang taipan dalam sektor pusat data.
Keputusan Boy Thohir untuk menambah porsi kepemilikan saham dilakukan melalui entitas bisnisnya. Sebelum transaksi terbaru ini, jejak investasinya di MGLV sudah terlihat jelas melalui PT Trinugraha Thohir dan PT Trinugraha Thohir Harmoni. Keterlibatan ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa sektor teknologi, khususnya infrastruktur pendukung kecerdasan buatan, menjadi fokus utama portofolio investasinya di tahun 2026.
Saham MGLV tercatat mengalami kenaikan fantastis sebesar 513,64% sejak awal tahun 2026, yang setara dengan penambahan nilai sebesar 12.430 poin bagi para pemegang sahamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Struktur Kepemilikan dan Posisi Strategis
Berdasarkan data terkini per 2 September 2026, peta kepemilikan saham MGLV menunjukkan dominasi yang cukup terkonsentrasi. PT Trinugraha Thohir Harmoni memegang posisi sebagai pemegang saham terbesar kedua dengan total 92,5 juta saham, atau menguasai sekitar 4,86% dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Di sisi lain, PT Trinugraha Thohir juga memiliki porsi kepemilikan yang signifikan sebesar 2,25% dengan jumlah 42,86 juta saham. Sementara itu, posisi pengendali utama tetap berada di tangan Nextier Datamate Center yang menguasai 1,28 miliar saham atau setara dengan 67,08% dari total keseluruhan perusahaan. Struktur ini mencerminkan bahwa meskipun ada keterlibatan pihak luar, kendali operasional masih berada di bawah payung strategis yang kuat.
Dinamika Harga dan Kebijakan Bursa
Lonjakan harga saham MGLV yang sangat agresif dalam sebulan terakhir, yakni mencapai 76,26%, memang menarik perhatian banyak pihak. Pergerakan ini membawa harga saham perusahaan ke level Rp 14.850 per lembar, sebuah angka yang mencerminkan optimisme pasar yang sangat tinggi terhadap prospek bisnis pusat data nasional.
Tingginya volatilitas tersebut memaksa pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan langkah pengamanan. Pada Rabu, 9 September 2026, perdagangan saham MGLV sempat dihentikan sementara atau disuspensi sebagai bentuk cooling down. Namun, langkah ini bersifat sementara dan perdagangan kembali dibuka normal pada Kamis, 10 September 2026, setelah bursa menilai kondisi pasar telah kembali kondusif.
Kepercayaan diri Boy Thohir terhadap MGLV bersumber dari keyakinan bahwa infrastruktur pusat data adalah tulang punggung ekonomi digital masa depan yang mencakup kecerdasan buatan dan layanan cloud.
Visi di Balik Investasi Teknologi
Dalam pernyataan resminya, Boy Thohir tidak hanya melihat MGLV sebagai instrumen investasi jangka pendek. Ia menekankan bahwa kebutuhan akan pusat data yang aman dan berkapasitas tinggi telah menjadi urgensi nasional seiring dengan pesatnya transformasi digital di berbagai sektor industri di Indonesia.
“Saya melihat prospek perusahaan menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi masa depan.”
— Garibaldi “Boy” Thohir
Lebih jauh lagi, Boy Thohir menyoroti peran strategis investor domestik dalam menjaga stabilitas pasar modal nasional. Menurutnya, keterlibatan aktif pemain lokal seperti dirinya dapat menjadi penyeimbang yang krusial saat pasar sedang berada di bawah tekanan aksi jual oleh investor asing. Baginya, investasi ini adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan pasar modal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Investor yang tertarik dengan sektor infrastruktur digital disarankan untuk selalu memantau keterbukaan informasi emiten terkait rencana ekspansi kapasitas data center sebelum mengambil keputusan investasi.
Perlu dipahami bahwa kenaikan harga saham yang sangat tajam dalam waktu singkat seperti pada kasus MGLV sering kali diikuti oleh fluktuasi yang tinggi, sehingga investor perlu berhati-hati dalam mengelola risiko.
Pertanyaan Umum
Mengapa saham MGLV sempat disuspensi oleh pihak bursa?
Suspensi dilakukan sebagai prosedur standar “cooling down” oleh Bursa Efek Indonesia karena adanya lonjakan harga yang sangat signifikan dalam waktu singkat, guna melindungi investor dari volatilitas pasar yang terlalu ekstrem.
Apa alasan utama Boy Thohir menambah kepemilikan saham di MGLV?
Boy Thohir menyatakan bahwa langkah tersebut didasari oleh keyakinan mendalam terhadap fundamental perusahaan dan potensi besar sektor pusat data yang menjadi penunjang utama ekonomi digital, kecerdasan buatan, serta layanan cloud di Indonesia.
Bagaimana posisi kepemilikan saham Boy Thohir di perusahaan tersebut?
Melalui entitas PT Trinugraha Thohir Harmoni dan PT Trinugraha Thohir, beliau menjadi salah satu pemegang saham signifikan, dengan PT Trinugraha Thohir Harmoni tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua di MGLV.
Ringkasan
Garibaldi “Boy” Thohir menambah kepemilikan sebanyak 30 juta saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) sebagai bentuk investasi strategis jangka panjang pada sektor pusat data. Langkah ini dilakukan meski saham MGLV sempat disuspensi akibat lonjakan harga fantastis sebesar 513,64% sejak awal 2026.






