Lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA PKK Demak 2026

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA PKK Kabupaten Demak 2026 yang menampilkan berbagai sajian bergizi non-beras

Sebanyak 28 tim PKK dari berbagai desa di Demak berkompetisi dalam Lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA 2026.

Redaksiku.com – Sebanyak 28 tim Tim Penggerak PKK desa dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Demak berkumpul untuk memamerkan kepiawaian mereka dalam mengolah potensi pangan non-beras menjadi sajian yang bernilai gizi tinggi. Ajang unjuk kreativitas ini dikemas dalam Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Demak 2026 yang berlangsung meriah.

Melalui kompetisi ini, para peserta ditantang untuk membuktikan bahwa bahan pangan lokal yang sering kali dipandang sebelah mata ternyata mampu disulap menjadi beragam menu kuliner menarik. Tujuannya jelas, yakni mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sekaligus mengampanyekan pentingnya konsumsi makanan sehat berbasis sumber daya lokal yang melimpah di sekitar tempat tinggal mereka.

Ajang kreativitas pangan lokal ini diikuti oleh 28 tim TP PKK desa yang bersaing ketat menyajikan menu terbaik mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini memegang peranan strategis dalam mengubah pola pikir masyarakat mengenai sumber karbohidrat. Menurutnya, variasi makanan sehari-hari tidak boleh hanya bergantung pada satu komoditas pokok saja, mengingat kekayaan alam Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, menyimpan banyak alternatif pangan yang tidak kalah bergizi.

Berbagai bahan dasar seperti singkong, ubi jalar, pisang, talas, hingga beragam jenis kacang-kacangan dan sayuran pekarangan diolah sedemikian rupa menggunakan resep kreatif. Hasilnya adalah hidangan pembuka, makanan utama, hingga kudapan lezat yang ditata dengan estetik layaknya hidangan di restoran mewah.

Menggali Potensi Pangan Lokal

Pemanfaatan pangan lokal sebetulnya bukan hal baru di tengah masyarakat perdesaan, namun sentuhan inovasi dari para kader PKK membuat sajian tradisional tampil lebih modern dan disukai oleh semua kalangan usia. Tim juri yang menilai perlombaan ini tidak hanya melihat dari segi cita rasa semata, melainkan juga memperhatikan aspek keseimbangan gizi serta keamanan pangan yang disajikan.

Dalam praktiknya, setiap menu yang dilombakan harus memenuhi standar B2SA yang meliputi beberapa kriteria penting bagi kesehatan tubuh:

  • Kandungan karbohidrat yang mencukupi sebagai sumber tenaga tanpa harus selalu bersumber dari beras putih.
  • Adanya sumber protein nabati dan hewani yang seimbang dalam satu porsi penyajian makanan.
  • Kehadiran vitamin dan mineral dari sayuran serta buah-buahan lokal yang segar dan bebas bahan pengawet berbahaya.
  • Proses pengolahan yang higienis guna memastikan keamanan pangan bagi seluruh anggota keluarga yang mengonsumsinya.
  • Penyajian yang menarik dan kreatif agar anak-anak maupun remaja tertarik untuk mencicipi makanan sehat buatan rumah.

Antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta terlihat dari persiapan matang yang mereka tampilkan di atas meja pameran. Masing-masing tim tampak bersemangat menjelaskan filosofi dan kandungan gizi dari setiap menu andalan yang mereka racik di hadapan para dewan juri.

Dampak Positif bagi Ketahanan Pangan Keluarga

Penyelenggaraan Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA ini diharapkan tidak berhenti sekadar sebagai acara seremonial atau kompetisi tahunan saja. Lebih dari itu, pemerintah daerah berharap para kader PKK yang hadir mampu menjadi motor penggerak dan agen perubahan di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Praktikkan pengolahan pangan lokal yang variatif di rumah tangga untuk membiasakan anak-anak mencintai makanan sehat sejak dini.

Dengan menguasai teknik pengolahan bahan pangan non-beras yang lezat dan bergizi, para ibu rumah tangga memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam mengatur menu harian keluarga di tengah dinamika ketersediaan bahan pokok di pasaran. Langkah kecil dari tingkat desa ini diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara menyeluruh dari tingkat yang paling bawah.

Pertanyaan Umum

Apa itu Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA?

Lomba ini adalah ajang kompetisi memasak yang diselenggarakan untuk mengkampanyekan konsumsi makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman dengan memanfaatkan potensi bahan pangan lokal non-beras.

Siapa saja yang mengikuti ajang ini di Demak?

Kompetisi ini diikuti oleh sebanyak 28 tim Tim Penggerak PKK desa yang mewakili berbagai wilayah di Kabupaten Demak pada tahun 2026.

Apa tujuan utama dari pemanfaatan pangan lokal tersebut?

Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras, menggali potensi bahan pangan sekitar, serta meningkatkan kesadaran gizi keluarga melalui menu yang kreatif dan sehat.

Ringkasan

Lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA 2026 di Kabupaten Demak diikuti oleh 28 tim PKK desa yang mengolah bahan non-beras seperti singkong dan ubi menjadi menu bergizi. Kompetisi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada beras serta mengedukasi masyarakat mengenai pola makan sehat yang beragam dan aman.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukti Tertua Manusia Mengisap Pinang Ditemukan di Sulawesi
Basarnas Siapkan Pengangkatan Bangkai KM Virgo Transport 8
Satria Muda Pertamina Rekrut Gungde dan Modou Kane untuk Musim Depan
Diduga Bocor dan Bau, SPPG Binuang Disorot
Wih! Ada ASN Saat Sabung Ayam Digerebek di Politeknik Pangkep, Ada Apa?
Seok Matthew & Park Gun Wook ZEROBASEONE Rilis Mixtape 21 September
Jisoo BLACKPINK Ungkap Pengalaman Menyerah Jadi Pelukis
Dua Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Mojokerto, Korban Luka-luka

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:20 WIB

Bukti Tertua Manusia Mengisap Pinang Ditemukan di Sulawesi

Jumat, 18 September 2026 - 08:43 WIB

Basarnas Siapkan Pengangkatan Bangkai KM Virgo Transport 8

Jumat, 18 September 2026 - 08:21 WIB

Satria Muda Pertamina Rekrut Gungde dan Modou Kane untuk Musim Depan

Jumat, 18 September 2026 - 08:21 WIB

Diduga Bocor dan Bau, SPPG Binuang Disorot

Jumat, 18 September 2026 - 07:56 WIB

Wih! Ada ASN Saat Sabung Ayam Digerebek di Politeknik Pangkep, Ada Apa?

Berita Terbaru

Shaun the Sheep kembali hadir dalam petualangan bertema Halloween di Mossy Bottom Farm.

Movie Reviews

Ulasan Shaun the Sheep: The Beast of Mossy Bottom yang Memikat

Jumat, 18 Sep 2026 - 09:11 WIB

error: Content is protected !!