Redaksiku.com – Kekeringan parah melanda Kalimantan Selatan sepanjang Agustus 2026 dan memicu krisis ganda bagi warga setempat. Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan, persediaan air bersih semakin menipis dan harus diperebutkan untuk kebutuhan sehari-hari serta upaya pemadaman api. Situasi ini menciptakan tekanan luar biasa bagi masyarakat yang hidup di wilayah rawan titik panas.
Dampak nyata dari krisis ini dirasakan langsung oleh Bambang, seorang warga Banjarbaru. Lahan perkebunan miliknya seluas 1,2 hektar dikepung api pada akhir Agustus lalu. Sekitar 50 pohon rambutan yang selama ini ia persiapkan dengan teliti sebagai bekal masa pensiun hangus tak tersisa menjadi abu dalam sekejap.
Sebelum bencana itu terjadi, ia sebenarnya telah mengeluarkan modal sekitar Rp3 juta untuk membeli mesin pompa dan selang penyiraman. Namun, upaya tersebut sia-sia karena air di kanal dekat kebunnya hampir mengering total akibat musim kemarau panjang. Dua unit helikopter water bombing yang hilir mudik memadamkan api di wilayah tersebut juga tidak mampu menjangkau area lahannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Padahal tanaman ini untuk bekal masa pensiun, tetapi sudah habis terbakar.”
— Bambang
Dampak Kekeringan Meteorologis dan Ancaman Karhutla
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sejumlah daerah di Kalimantan Selatan tidak diguyur hujan sama sekali selama lebih dari 60 hari. Fenomena iklim global turut memperburuk situasi hidrologis di wilayah ini, sekaligus melipatgandakan risiko meluasnya kebakaran lahan gambut dan semak belukar.
Dalam peringatan dini kekeringan meteorologis periode akhir Agustus, tingkat kerawanan di berbagai wilayah menunjukkan status serius. Pemerintah daerah bersama instansi terkait harus bekerja ekstra keras untuk memetakan titik-titik prioritas penanganan darurat kekeringan dan kebakaran.
- Kabupaten Tanah Laut berada dalam status Awas akibat ketiadaan curah hujan berkepanjangan.
- Kota Banjarbaru dan sembilan kabupaten lainnya masuk dalam kategori Siaga darurat kekeringan.
- Kabupaten Balangan berada pada kategori Waspada menghadapi potensi kekurangan air bersih dan karhutla.
Kondisi iklim akibat fenomena El Niño turut memperparah situasi hidrologis dengan mencatatkan periode tanpa hujan hingga lebih dari 60 hari di berbagai wilayah.
Tekanan pada Sumber Air Strategis dan Layanan Publik
Keterbatasan pasokan air tidak hanya menghancurkan lahan warga, tetapi juga menghambat gerak tim darurat dalam memadamkan karhutla. Pemerintah kini memberikan perhatian khusus pada Waduk Riam Kanan yang memegang peranan sangat vital bagi stabilitas wilayah sekitar.
Waduk tersebut berfungsi ganda sebagai sumber air utama untuk operasi pemadaman kebakaran, penopang Pembangkit Listrik Tenaga Air berkapasitas sekitar 30 megawatt, serta penyedia irigasi pertanian. Selain itu, waduk ini diandalkan untuk sektor perikanan darat dan pasokan air baku bagi perusahaan daerah air minum.
Pengambilan air dalam skala besar untuk menanggulangi kebakaran dikhawatirkan akan menambah tekanan berat terhadap ketersediaan air bagi masyarakat luas. Lonjakan kebutuhan air bersih juga terekam jelas di tingkat penyedia layanan publik.
PT Air Minum Intan Banjar mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah pelanggan serta tingkat konsumsi bulanan. Banyaknya sumur bor milik warga yang mengering membuat ketergantungan terhadap jaringanpipa air bersih melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Jumlah pelanggan air bersih meningkat dari sekitar 117.000 pada Juli menjadi 122.000 pada pertengahan Agustus 2026.
Rata-rata konsumsi bulanan per pelanggan juga mengalami kenaikan dari yang mulanya sekitar 12 meter kubik kini menjadi sekitar 13 hingga 14 meter kubik. Situasi ini menuntut manajemen distribusi air untuk bekerja lebih cermat agar cadangan yang tersisa dapat mencukupi kebutuhan domestik sekaligus mendukung penanganan bencana kebakaran.
Pertanyaan Umum
Wilayah mana saja yang terdampak parah oleh kekeringan di Kalimantan Selatan?
Tanah Laut berada dalam status Awas, Banjarbaru dan sembilan kabupaten lainnya berstatus Siaga, serta Kabupaten Balangan masuk kategori Waspada.
Berapa lama daerah tersebut tidak diguyur hujan?
Sejumlah daerah di Kalimantan Selatan tercatat tidak mengalami hujan sama sekali selama lebih dari 60 hari.
Bagaimana dampak kekeringan terhadap pasokan air minum warga?
Banyak sumur warga yang mengering sehingga memicu lonjakan jumlah pelanggan air bersih dan peningkatan konsumsi bulanan per pelanggan.
Ringkasan
Kekeringan ekstrem akibat musim kemarau panjang dan dampak El Niño telah memicu krisis ganda berupa kelangkaan air bersih serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan sepanjang Agustus 2026. Sejumlah wilayah terdampak parah, termasuk Kabupaten Tanah Laut yang berstatus Awas karena tidak diguyur hujan selama lebih dari 60 hari.
Kondisi ini menyebabkan sumur warga mengering, meningkatkan ketergantungan pada layanan air bersih, dan menghambat upaya pemadaman karhutla akibat menipisnya sumber air seperti di Waduk Riam Kanan. Kerugian material juga dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti lahan perkebunan milik warga yang hangus terbakar karena kesulitan mendapatkan air.












