Krakatau Steel Cetak Laba.
Redaksiku.com – Emiten industri baja pelat merah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun ini di Jakarta, sebagai hasil dari transformasi bisnis yang agresif dan dukungan finansial strategis. Keberhasilan tersebut mengantar perusahaan baja nasional ini menempati peringkat ke-78 dalam daftar Fortune Indonesia 100 sebagai salah satu korporasi terbesar di Tanah Air. Pertumbuhan performa ini sekaligus menandai titik balik operasional setelah perseroan berhasil keluar dari tren kerugian yang dialami pada tahun-tahun sebelumnya.
Kinerja moncer tersebut didorong oleh suntikan dana segar melalui dukungan pendanaan modal kerja dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang mencapai Rp 4,93 triliun. Suntikan modal ini menjadi katalisator penting bagi kelangsungan operasional pabrik baja pelat merah tersebut di tengah dinamika pasar yang kompetitif. Manajemen menilai likuiditas tambahan ini langsung berdampak pada stabilitas rantai pasok industri baja nasional secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara menjadi faktor yang mendorong kelancaran pasokan bahan baku, peningkatan utilisasi produksi, serta perbaikan efisiensi struktur pendanaan Perseroan,” ujar Plt. Corporate Secretary KRAS Rachman Hidayat melalui keterangan resmi yang dirilis pada Rabu, 2 September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026, KRAS sukses membukukan laba bersih sebesar US$ 9,17 juta atau setara dengan Rp 164,2 miliar dengan menggunakan asumsi kurs Rp 17.899 per dolar AS. Perolehan positif ini mencatatkan pembalikan keadaan yang drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan masih menderita kerugian bersih hingga US$ 107,11 juta.
Lonjakan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha yang dicatatkan perusahaan hingga akhir Juni 2026. Pendapatan usaha tercatat menyentuh angka US$ 622,74 juta atau setara dengan Rp 11,15 triliun, yang menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 35,1% jika dibandingkan perolehan pada semester I 2025 yang hanya senilai US$ 460,83 juta.
Krakatau Steel Cetak Laba: Restrukturisasi Utang dan Efisiensi Keuangan
Selain peningkatan dari sisi penjualan, pemulihan keuangan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga ditopang oleh langkah strategis penyelesaian kewajiban finansial jangka panjang. Perseroan mencatat keuntungan atas penyelesaian kewajiban yang dipercepat dengan skema keringanan atau haircut atas utang restrukturisasi senilai US$ 27,19 juta.
Beban keuangan perseroan berhasil ditekan turun secara drastis sebesar 32,7% menjadi US$ 47,35 juta dari sebelumnya US$ 70,35 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Restrukturisasi utang yang berjalan efektif ini terbukti mampu meringankan beban tanggungan bunga korporasi secara substansial. Langkah tersebut memberikan ruang napas yang lebih lega bagi arus kas perusahaan untuk dialokasikan kembali ke dalam kegiatan operasional inti.
Di samping restrukturisasi utang, manajemen juga mengoptimalkan portofolio investasi melalui aksi korporasi berupa divestasi. KRAS membukukan pendapatan dari pelepasan entitas asosiasi dan aset keuangan sebesar US$ 14,23 juta sebagai bagian dari strategi penataan aset jangka panjang.
Strategi Bisnis Paruh Kedua 2026
Memasuki paruh kedua tahun 2026, Krakatau Steel telah menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan positif ini. Fokus utama perseroan diarahkan pada peningkatan kinerja operasional pabrik, penguatan fundamental struktur keuangan, serta kelanjutan optimalisasi aset non-produktif.
Manajemen juga berkomitmen untuk memperluas lini pengembangan bisnis guna mengantisipasi permintaan baja nasional yang terus berkembang. Seluruh langkah ekspansi dan efisiensi ini ditargetkan mampu menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Perusahaan menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis ke depan akan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance serta penerapan manajemen risiko yang ketat. Hal ini dilakukan demi memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemangku kepentingan serta masyarakat luas.
Pertanyaan Umum
Berapa laba bersih yang dibukukan Krakatau Steel pada paruh pertama 2026?
KRAS membukukan laba bersih sebesar US$ 9,17 juta atau setara dengan Rp 164,2 miliar pada semester I 2026, berbalik dari rugi tahun sebelumnya.
Dari mana asal dukungan pendanaan modal kerja KRAS?
Pendanaan modal kerja sebesar Rp 4,93 triliun tersebut berasal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Berapa total pendapatan usaha yang diraih perusahaan hingga Juni 2026?
Pendapatan usaha perseroan mencapai US$ 622,74 juta atau setara Rp 11,15 triliun, meningkat 35,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Ringkasan
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) cetak laba bersih Rp164 miliar dan masuk Fortune Indonesia 100 berkat dukungan pendanaan Danantara serta restrukturisasi utang.






