Kepemilikan Telepon Seluler di Indonesia 2025 Capai 70 Persen

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepemilikan Telepon Seluler — Ilustrasi penggunaan telepon seluler oleh masyarakat Indonesia yang mencapai 70 persen pada 2025.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat kepemilikan telepon seluler di Indonesia mencapai 70,75 persen pada 2025.

Redaksiku.com – Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat persentase penduduk di wilayah perkotaan dan perdesaan yang memiliki atau menguasai telepon seluler mencapai 70,75% pada tahun 2025.

Angka ini menunjukkan peningkatan penetrasi teknologi yang signifikan di tengah masyarakat Indonesia. Secara sederhana, pencapaian tersebut berarti sekitar tujuh dari setiap 10 penduduk di seluruh penjuru tanah air telah memiliki atau menguasai perangkat telepon seluler untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Persebaran kepemilikan perangkat seluler ini mencakup berbagai lapisan masyarakat, baik yang tinggal di pusat kota metropolitan maupun di kawasan perdesaan terpencil. Akses terhadap perangkat komunikasi genggam kini tidak lagi menjadi barang mewah, melainkan kebutuhan dasar penunjang ekonomi, pendidikan, dan sosialisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tingkat penetrasi telepon seluler di Indonesia pada tahun 2025 resmi menyentuh angka 70,75% dari total populasi nasional.

Dinamika Akses Teknologi di Perkotaan dan Perdesaan

Kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan perdesaan perlahan mulai menyusut seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional. Kehadiran jaringan internet berkecepatan tinggi serta perluasan jangkauan sinyal seluler menjadi faktor utama pendorong kepemilikan gawai.

Masyarakat di perdesaan kini memanfaatkan telepon seluler tidak hanya untuk berkirim pesan atau melakukan panggilan suara. Banyak warga desa yang menggunakan gawai pintar mereka untuk mengakses layanan keuangan digital, memasarkan produk UMKM secara daring, hingga memantau informasi cuaca bagi kebutuhan pertanian.

Di sisi lain, penduduk perkotaan memandang telepon seluler sebagai instrumen krusial dalam mobilitas kerja, transportasi daring, dan sistem pembayaran non-tunai. Kebutuhan akan efisiensi membuat tingkat kepemilikan gawai di wilayah urban cenderung lebih tinggi dan beragam.

Dampak Ekonomi dan Sosial Penetrasi Seluler

Lonjakan kepemilikan telepon seluler yang melewati ambang 70% ini membawa implikasi luas terhadap struktur ekonomi digital Indonesia. Ekosistem ekonomi kerakyatan kini banyak bertumpu pada infrastruktur seluler yang menjangkau konsumen akhir secara langsung.

Pemerintah bersama para pemangku kepentingan industri telekomunikasi terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan ini. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar menyediakan perangkat fisik, melainkan memastikan literasi digital masyarakat berjalan seiring dengan kepemilikan teknologi tersebut.

Literasi digital yang memadai penting untuk melindungi pengguna dari berbagai risiko kejahatan siber, penipuan online, serta penyebaran informasi palsu yang kerap memanfaatkan celah ketidaktahuan pengguna baru.

Pemerintah terus menggenjot literasi digital agar masyarakat tidak hanya memiliki gawai secara fisik, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara aman dan produktif.

Transformasi digital yang inklusif menjadi kunci utama agar manfaat ekonomi dari teknologi seluler dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga negara, tanpa memandang letak geografis tempat tinggal mereka.

Pertanyaan Umum

Berapa persentase kepemilikan telepon seluler di Indonesia pada 2025?

Persentase penduduk yang memiliki atau menguasai telepon seluler di wilayah perkotaan dan perdesaan mencapai 70,75% pada tahun 2025.

Apa arti dari angka penetrasi seluler tersebut bagi masyarakat?

Angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar tujuh dari setiap 10 penduduk Indonesia telah memiliki atau menguasai perangkat telepon seluler untuk berbagai keperluan harian.

Apakah kepemilikan telepon seluler hanya terpusat di perkotaan?

Tidak, kepemilikan perangkat seluler mencakup wilayah perkotaan maupun perdesaan seiring dengan pemerataan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Ringkasan

Tingkat kepemilikan telepon seluler di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 70,75% dari total populasi, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Peningkatan penetrasi teknologi ini menunjukkan bahwa sekitar tujuh dari sepuluh penduduk Indonesia telah menggunakan perangkat seluler untuk menunjang aktivitas sehari-hari, ekonomi, dan pendidikan, yang diiringi dengan peningkatan literasi digital.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jenazah Korban Penembakan OPM di Jayawijaya Dipulangkan ke Sulsel
Tren Penurunan Porsi Kredit UMKM Perbankan 2023-2026
Fakta Baru Korban Selamat Penembakan di Mimika: Demerina Uamang Sedang Hamil
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi KRI Sriwijaya 24 September
StarCraft Open World Shooter Dipastikan Bukan Game Live Service
Pesona Savana Beach Pakem Banyuwangi untuk Berkemah
MRCCC Siloam Semanggi Kenalkan 4 Teknologi Deteksi Kanker
Valve Pastikan Pengembangan Steam Deck 2 Sesuai Jadwal

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:29 WIB

Jenazah Korban Penembakan OPM di Jayawijaya Dipulangkan ke Sulsel

Jumat, 18 September 2026 - 16:27 WIB

Tren Penurunan Porsi Kredit UMKM Perbankan 2023-2026

Jumat, 18 September 2026 - 16:21 WIB

Fakta Baru Korban Selamat Penembakan di Mimika: Demerina Uamang Sedang Hamil

Jumat, 18 September 2026 - 15:59 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi KRI Sriwijaya 24 September

Jumat, 18 September 2026 - 15:48 WIB

StarCraft Open World Shooter Dipastikan Bukan Game Live Service

Berita Terbaru

Dinas Pemadam Kebakaran Bondowoso menghadapi krisis armada yang menghambat penanganan darurat di wilayah yang luas.

Kebebasan Pers

Damkar Bondowoso Krisis Armada dan Butuh Tambahan Mobil Pemadam

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:31 WIB

Porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan nasional dilaporkan terus mengalami penurunan hingga periode April 2026.

Viral

Tren Penurunan Porsi Kredit UMKM Perbankan 2023-2026

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:27 WIB

error: Content is protected !!