Redaksiku.com – Dunia pertahanan maritim Indonesia bersiap menyambut babak baru yang bersejarah dengan kehadiran kapal induk ikonik asal Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, yang dijadwalkan resmi bergabung dengan kekuatan TNI Angkatan Laut pada pekan depan.
Kapal perang berukuran besar ini tidak hanya sekadar menambah alutsista baru, tetapi juga diproyeksikan menjadi tonggak penting sebagai kapal induk pertama yang dimiliki oleh Indonesia. Prosesi penyerahan resmi serta pengibaran Sang Saka Merah Putih di atas kapal tersebut akan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh publik.
Prosesi Penyerahan dan Pergantian Bendera
Kapal induk legendaris tersebut direncanakan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya setelah seluruh proses administrasi dan penyerahan selesai dilakukan pada 24 September 2026. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan bahwa rangkaian acara penting ini akan dipusatkan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada hari yang sama, simbol kedaulatan negara akan langsung ditegakkan melalui pergantian bendera. Bendera kebanggaan Italia yang selama ini berkibar di tiang kapal akan diturunkan dan digantikan secara resmi dengan bendera Indonesia.
Sebelum tanggal penyerahan tersebut tiba, kapal ini telah menambatkan sauhnya di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok sejak Jumat pagi pukul 07.58 WIB. Kehadiran fisik kapal ini langsung menarik perhatian masyarakat serta para pengamat pertahanan tanah air yang ingin melihat dari dekat sosok calon kekuatan baru maritim nusantara.
Perjalanan Panjang Menuju Perairan Nusantara
Perjalanan marinir menuju tanah air bukanlah sebuah misi yang singkat. ITS Giuseppe Garibaldi tercatat mulai bertolak dari pelabuhan di Italia sejak tanggal 24 Agustus 2026, menempuh rute pelayaran internasional yang panjang melintasi berbagai belahan dunia.
Selama pelayaran jarak jauh tersebut, kapal mendapatkan pengawalan ketat dari unsur kapal perang Angkatan Laut Italia guna menjamin keamanan navigasi. Selain itu, rombongan juga sempat melakukan beberapa kali kunjungan ke pelabuhan negara sahabat untuk keperluan logistik dan diplomasi pertahanan.
- Kapal berangkat dari Italia pada tanggal 24 Agustus 2026 dengan pengawalan ketat.
- Rute pelayaran mencakup singgah di beberapa negara, termasuk Sri Lanka.
- Memasuki wilayah teritorial Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia atau ALKI I di sekitar perairan Bangka.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan bahwa setibanya di perairan nasional, pengawalan langsung diambil alih oleh unsur TNI AL. Dua kapal perang modern, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, diterjunkan khusus untuk menyambut dan mengawal kapal tersebut hingga tiba dengan selamat di pelabuhan Jakarta.
Rencana Pembenahan dan Kebutuhan Operasi TNI AL
Meskipun sudah bersandar di ibu kota, kapal ini masih memerlukan serangkaian tahapan pembenahan sebelum benar-benar siap diterjunkan dalam penugasan aktif. TNI AL telah menyiapkan rencana komprehensif untuk melakukan perbaikan mesin serta penyesuaian struktur fisik kapal di galangan dalam negeri.
Langkah modernisasi ini krusial agar spesifikasi teknis kapal dapat beradaptasi secara optimal dengan doktrin pertahanan Indonesia. Fokus utama pemanfaatan kapal induk ini nantinya akan diarahkan untuk mendukung operasi militer selain perang atau OMSP, seperti penanggulangan bencana alam, misi kemanusiaan, hingga pengamanan wilayah kepulauan yang luas.
Dengan hadirnya KRI Sriwijaya, TNI Angkatan Laut diharapkan mampu meningkatkan proyeksi kekuatan maritim secara signifikan di kawasan regional maupun internasional.
Pertanyaan Umum
Kapan kapal induk Giuseppe Garibaldi diserahkan ke TNI AL?
Kapal tersebut dijadwalkan untuk diserahkan secara resmi kepada TNI Angkatan Laut pada tanggal 24 September 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Apa nama baru yang akan diberikan untuk kapal tersebut?
Setelah resmi menjadi bagian dari kekuatan militer Indonesia, kapal ini akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.
Dari mana rute pelayaran awal kapal ini sebelum tiba di Indonesia?
Kapal berangkat dari Italia pada tanggal 24 Agustus 2026, sempat singgah di Sri Lanka, dan masuk ke perairan Indonesia melalui ALKI I di sekitar perairan Bangka.
Ringkasan
TNI Angkatan Laut bersiap menerima kapal induk eks-Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, yang akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Prosesi penyerahan resmi ini akan ditandai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih menggantikan bendera Italia di atas kapal, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Kapal perang tersebut telah menempuh pelayaran panjang sejak bertolak dari Italia pada 24 Agustus 2026 dengan pengawalan ketat dan sempat singgah di Sri Lanka, sebelum akhirnya memasuki perairan Indonesia melalui ALKI I di sekitar perairan Bangka. Setibanya di perairan nasional, pengawalan diambil alih oleh unsur TNI AL melalui KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 hingga bersandar di Jakarta.
Sebelum diterjunkan dalam penugasan aktif, TNI AL telah menyiapkan rencana pembenahan mesin dan penyesuaian struktur fisik di galangan dalam negeri agar sesuai dengan doktrin pertahanan Indonesia. Kehadiran KRI Sriwijaya diproyeksikan untuk memperkuat operasi militer selain perang (OMSP), seperti misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam, serta meningkatkan proyeksi kekuatan maritim nasional.






