Kabut Asap Memburuk, Perusahaan di Singapura Lindungi Pekerja

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 03:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawan SingPost menerima masker N95 untuk perlindungan dari kabut asap di Singapura

Karyawan SingPost menerima masker N95 sebagai langkah perlindungan di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Redaksiku.com – Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap yang menyelimuti Singapura, berbagai perusahaan kini memperketat protokol kesehatan untuk melindungi karyawan mereka, terutama bagi mereka yang bertugas di lapangan. Langkah-langkah preventif ini mencakup pembagian masker N95 secara rutin, penyesuaian jadwal kerja, hingga pemantauan kesehatan yang lebih intensif guna meminimalisir dampak paparan polusi udara terhadap para pekerja.

Karyawan SingPost menerima masker N95 sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mengurangi paparan mereka terhadap kabut asap.

Protokol Kesehatan bagi Petugas Lapangan

Perusahaan logistik seperti Singapore Post (SingPost) telah mengambil langkah proaktif dengan membekali petugas pos mereka masker N95 setiap hari sebelum mereka memulai tugas pengantaran surat dan paket. Langkah ini didukung dengan ketersediaan stok masker yang mencukupi untuk kebutuhan selama sembilan minggu ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penggunaan alat pelindung diri, pihak manajemen menekankan pentingnya hidrasi dan pemantauan kondisi fisik bagi setiap karyawan. Kepala Operasional SingPost, Goh Chee Hiong, menginstruksikan agar seluruh staf tetap waspada terhadap gejala kesehatan seperti iritasi mata atau sesak napas.

Petugas pos yang bekerja di lapangan dapat menghabiskan waktu hingga 6 jam di luar ruangan dalam satu sif kerja, sehingga pemantauan tingkat PSI menjadi sangat krusial bagi mereka.

Para karyawan juga diberikan fleksibilitas untuk beristirahat kapan pun diperlukan tanpa adanya tekanan untuk mengejar target pengiriman. Hal ini dipandang sebagai upaya perusahaan untuk menjaga keselamatan tenaga kerja di atas kepentingan operasional semata.

Penilaian Risiko dan Penyesuaian Beban Kerja

Mengacu pada pedoman Kementerian Tenaga Kerja (MOM) Singapura, perusahaan diwajibkan melakukan penilaian risiko ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat. Indikator PSI 24 jam menjadi acuan utama, di mana tingkat 101 hingga 200 dianggap tidak sehat, sementara angka di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Di sektor retail dan energi, seperti pada SPBU Shell, petugas pengisian bahan bakar diimbau untuk lebih sering beristirahat di area dalam ruangan yang berpendingin udara. General Manager Mobility and Convenience Shell Singapura, Doong Shiwen, menyatakan bahwa penyesuaian penempatan staf akan segera dilakukan jika kualitas udara terus memburuk.

  • Penyediaan masker N95 bagi seluruh petugas di lapangan.
  • Pemberian waktu istirahat tambahan bagi pekerja yang memiliki kondisi kesehatan rentan.
  • Pemanfaatan ruang dalam ruangan sebagai tempat istirahat saat tingkat polusi meningkat.

Penerapan Kebijakan Kerja Fleksibel

Bagi sektor perbankan dan administrasi, perusahaan seperti Bank OCBC mulai mempertimbangkan kebijakan kerja fleksibel atau bekerja dari jarak jauh bagi karyawan yang masuk dalam kategori rentan. Kelompok ini mencakup ibu hamil, lansia, serta individu dengan riwayat kondisi kesehatan tertentu.Mp1lsv276a7p4sfrwnk1-1

Pengaturan kerja fleksibel menjadi instrumen utama bagi perusahaan untuk melindungi karyawan yang berisiko tinggi terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap.

Langkah ini diambil guna memastikan produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan karyawan. Perusahaan secara konsisten terus memantau informasi resmi dari National Environment Agency (NEA) untuk menentukan langkah mitigasi yang tepat sesuai dengan perkembangan kualitas udara di lapangan.

Karyawan diimbau untuk selalu memantau data kualitas udara resmi secara berkala dan segera mencari bantuan medis jika mulai merasakan gejala gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Pertanyaan Umum

Apa acuan perusahaan dalam menentukan langkah perlindungan karyawan?

Perusahaan menggunakan pedoman dari Kementerian Tenaga Kerja (MOM) Singapura dan data indeks Pollutant Standards Index (PSI) dari National Environment Agency (NEA) untuk menentukan kapan langkah mitigasi seperti pengurangan aktivitas luar ruangan harus diterapkan.

Bagaimana perusahaan menangani karyawan yang memiliki kondisi kesehatan rentan?

Perusahaan umumnya menerapkan penilaian risiko individu, memberikan akses ke masker N95, serta menawarkan opsi kerja fleksibel atau penyesuaian beban kerja bagi karyawan yang lebih rentan terhadap dampak kabut asap.

Apakah ada kewajiban bagi karyawan untuk tetap bekerja di luar ruangan?

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan seperti SingPost dan Shell memastikan bahwa karyawan memiliki wewenang untuk beristirahat atau menyesuaikan rute kerja mereka tanpa harus memaksakan diri menyelesaikan target di tengah kondisi udara yang berbahaya.Kabut Asap Memburuk, Perusahaan di Singapura Lindungi Pekerja

Ringkasan

Menghadapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap, perusahaan di Singapura seperti SingPost, Shell, dan Bank OCBC menerapkan protokol kesehatan ketat untuk melindungi tenaga kerja mereka. Berdasarkan pedoman dari Kementerian Tenaga Kerja (MOM) Singapura dan data indeks PSI dari National Environment Agency (NEA), perusahaan diwajibkan melakukan penilaian risiko serta menyediakan alat pelindung diri bagi staf yang terpapar polusi.

Langkah mitigasi yang diambil mencakup pembagian masker N95 secara rutin bagi petugas lapangan, penyediaan ruang istirahat berpendingin udara, hingga pemberian fleksibilitas kerja bagi karyawan rentan seperti lansia dan ibu hamil. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memprioritaskan keselamatan pekerja di atas target operasional dengan memberikan wewenang kepada karyawan untuk menyesuaikan jadwal atau beristirahat jika kondisi kesehatan mereka terganggu.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Masuk 5 Besar Destinasi Favorit Wisatawan Asia
Yatra BJP di Punjab: Tantangan 4.000 Km Melawan Narkoba
Daftar 4 Kantor Diplomatik AS yang Rusak Akibat Serangan Rudal Iran
Pidato Trump di PBB Di Tengah Berbagai Krisis
Houthi Klaim Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Rusia Lancarkan Serangan Balasan ke Ukraina Usai Moskow Diserang Drone
Kasus Video Pelecehan di Bihar, Menteri Janji Bertindak
Pemerintah Membubarkan Komisi Telekomunikasi Setelah 37 Tahun Berdiri

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 04:42 WIB

Indonesia Masuk 5 Besar Destinasi Favorit Wisatawan Asia

Rabu, 23 September 2026 - 04:35 WIB

Yatra BJP di Punjab: Tantangan 4.000 Km Melawan Narkoba

Rabu, 23 September 2026 - 03:41 WIB

Daftar 4 Kantor Diplomatik AS yang Rusak Akibat Serangan Rudal Iran

Rabu, 23 September 2026 - 03:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Perusahaan di Singapura Lindungi Pekerja

Selasa, 22 September 2026 - 16:01 WIB

Pidato Trump di PBB Di Tengah Berbagai Krisis

Berita Terbaru

Berikut adalah jadwal sholat untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya pada 23 September 2026.

Viral

Jadwal Sholat Surabaya 23 September 2026 & Niatnya

Rabu, 23 Sep 2026 - 05:26 WIB

error: Content is protected !!