Houthi Klaim Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepulan asap hitam pekat terlihat di langit kawasan bandara Riyadh pasca serangan udara kelompok Houthi.

Kepulan asap hitam terlihat di area bandara Riyadh setelah serangan udara oleh kelompok Houthi pada Sabtu, 19 September 2026.

Redaksiku.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan udara terkoordinasi yang menargetkan Riyadh dan beberapa wilayah strategis lainnya di Arab Saudi pada Sabtu, 19 September 2026. Insiden ini ditandai dengan munculnya kepulan asap hitam pekat di sekitar kawasan bandara ibu kota, yang memicu peringatan keamanan tingkat tinggi bagi warga setempat.

Serangan ini menjadi salah satu eskalasi paling signifikan dalam konflik lintas batas antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi sejak Juli 2026. Meski pihak Houthi mengklaim telah berhasil menyasar sejumlah lokasi sensitif, otoritas pertahanan Arab Saudi menyatakan telah melakukan langkah mitigasi untuk menangkal ancaman tersebut.

Dampak Visual dan Peringatan Keamanan di Riyadh

Laporan yang dihimpun dari lapangan menunjukkan situasi yang cukup mencekam di sekitar bandara Riyadh. Rekaman visual yang beredar memperlihatkan asap hitam membubung tinggi, sementara struktur terminal bandara dan jalan raya utama menjadi latar belakang dari insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum asap terlihat, warga di Riyadh dan wilayah Al-Kharj sempat dikejutkan oleh suara ledakan yang cukup keras. Pihak berwenang Arab Saudi segera mengeluarkan peringatan bahaya kepada masyarakat, yang kemudian dicabut setelah situasi dinyatakan terkendali oleh aparat keamanan.

Sistem pertahanan udara koalisi dilaporkan berhasil menghancurkan setidaknya satu rudal balistik yang meluncur menuju Riyadh sebelum mencapai targetnya.

Klaim Houthi dan Target Infrastruktur Energi

Kelompok Houthi melalui juru bicara militernya menyatakan bahwa operasi tersebut melibatkan kombinasi rudal dan pesawat nirawak atau drone. Mereka menegaskan bahwa serangan ini adalah balasan atas tindakan militer koalisi yang sebelumnya menyasar ibu kota Yaman, Sanaa.

Selain ibu kota, Houthi secara spesifik menyebutkan fasilitas milik raksasa energi Aramco di Yanbu sebagai target utama. Yanbu, yang terletak di pesisir Laut Merah, merupakan titik krusial bagi ekspor minyak Arab Saudi. Berikut adalah poin-poin utama terkait klaim serangan tersebut:

  • Houthi mengklaim telah menyasar lokasi-lokasi sensitif yang berada di pusat pemerintahan Riyadh.
  • Fasilitas operasional Aramco di kota industri Yanbu dilaporkan masuk dalam daftar target serangan.
  • Serangan diklaim sebagai respons langsung terhadap eskalasi pertempuran di Sanaa, Yaman.

Pihak koalisi militer Arab Saudi menyatakan telah menggagalkan serangan yang diarahkan ke berbagai kota, termasuk Yanbu, meskipun rincian mengenai potensi kerusakan fisik di lokasi tersebut belum diumumkan secara terbuka.

Respons Pertahanan dan Eskalasi Konflik

Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi memberikan keterangan yang menyoroti keberhasilan sistem pertahanan udara mereka dalam menangkis serangan. Fokus utama koalisi adalah memastikan keamanan jalur udara dan infrastruktur vital dari ancaman proyektil jarak jauh.

Terdapat perbedaan keterangan antara klaim pihak Houthi mengenai keberhasilan serangan dan laporan koalisi yang menekankan pada keberhasilan sistem pertahanan dalam menghancurkan rudal di udara.

Serangan pada pertengahan September ini menandai titik balik baru dalam dinamika konflik. Dengan menyasar ibu kota, Houthi menunjukkan peningkatan kemampuan jangkauan operasional mereka. Situasi ini menempatkan otoritas keamanan Arab Saudi dalam posisi siaga tinggi untuk mengantisipasi potensi serangan lanjutan yang mungkin terjadi di masa depan.

Pertanyaan Umum

Apakah ada korban jiwa dalam serangan ini?

Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun pihak koalisi mengenai adanya korban jiwa atau luka-luka akibat serangan udara tersebut.

Mengapa Houthi menargetkan fasilitas Aramco di Yanbu?

Fasilitas Aramco di Yanbu merupakan aset strategis bagi perekonomian Arab Saudi. Dengan menyasar infrastruktur energi, kelompok Houthi berupaya memberikan tekanan ekonomi dan menunjukkan kapabilitas mereka dalam menjangkau target di luar ibu kota.

Bagaimana status keamanan di Riyadh saat ini?

Otoritas Arab Saudi telah menyatakan situasi aman setelah peringatan bahaya dicabut. Sistem pertahanan udara tetap dalam kondisi siaga untuk memantau potensi ancaman udara lebih lanjut di wilayah tersebut.

Ringkasan

Pada 19 September 2026, kelompok Houthi melancarkan serangan udara terkoordinasi menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar ibu kota Arab Saudi, Riyadh, serta fasilitas energi milik Aramco di Yanbu. Insiden ini memicu ledakan dan kepulan asap hitam di sekitar bandara Riyadh, yang memaksa otoritas keamanan setempat mengeluarkan peringatan bahaya sebelum akhirnya situasi dinyatakan terkendali.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan telah berhasil memitigasi serangan tersebut dengan menghancurkan proyektil di udara melalui sistem pertahanan udara mereka. Meski Houthi mengklaim serangan ini sebagai balasan atas operasi militer di Sanaa, Yaman, pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa tidak ada laporan korban jiwa, sementara infrastruktur vital tetap berada dalam pengawasan ketat untuk mengantisipasi eskalasi konflik lebih lanjut.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rusia Lancarkan Serangan Balasan ke Ukraina Usai Moskow Diserang Drone
Kasus Video Pelecehan di Bihar, Menteri Janji Bertindak
Pemerintah Membubarkan Komisi Telekomunikasi Setelah 37 Tahun Berdiri
Gudang Senjata di Suriah Utara Meledak, 4 Orang Terluka
Ayah Disha Salian Kirim Somasi Pencemaran Nama Baik ke Aaditya Thackeray
Penerbangan Air India ke Kathmandu Kembali ke Delhi karena Masalah Teknis
Analisis Laporan Intelijen AI yang Salah Identifikasi Kapal China Nyaris Picu Konflik AS
Kesepakatan Trump dan Denmark Beri AS Kendali Keamanan Greenland

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:35 WIB

Houthi Klaim Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

Selasa, 22 September 2026 - 09:03 WIB

Rusia Lancarkan Serangan Balasan ke Ukraina Usai Moskow Diserang Drone

Selasa, 22 September 2026 - 04:08 WIB

Kasus Video Pelecehan di Bihar, Menteri Janji Bertindak

Senin, 21 September 2026 - 23:39 WIB

Pemerintah Membubarkan Komisi Telekomunikasi Setelah 37 Tahun Berdiri

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Gudang Senjata di Suriah Utara Meledak, 4 Orang Terluka

Berita Terbaru

Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan AC Neo WindFree Ultra pada 22 September 2026.

Home Appliances

Samsung AC Neo WindFree Ultra Rilis di Indonesia: Spesifikasi dan Harga

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:32 WIB

PLN UP3 Cikokol menggelar audiensi strategis bersama Pemerintah Kota Tangerang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral.

Keuangan

PLN UP3 Cikokol dan Pemkot Tangerang Perkuat Sinergi

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:27 WIB

error: Content is protected !!