Kita mendukung Palestina, tapi olahraga seharusnya netral. Atlet nggak bisa disalahkan atas kebijakan negaranya.
IOC seharusnya juga paham konteks politik Indonesia. Nggak bisa semua dipukul rata atas nama ˜sportivitas™.
🅠Kasus Serupa di Masa Lalu
Ini bukan pertama kalinya isu politik dan Israel membuat Indonesia kehilangan kesempatan besar di dunia olahraga.
Sebelumnya, FIFA membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 setelah muncul penolakan dari beberapa pihak terhadap partisipasi tim nasional Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kala itu, keputusan FIFA juga memicu kekecewaan publik, karena banyak pihak merasa kerja keras panitia dan atlet muda Indonesia akhirnya sia-sia karena alasan non-teknis.
Kini, kejadian serupa terulang di level berbeda dan kembali menimbulkan pertanyaan besar soal kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah event global di masa depan.
š™ï¸ Tantangan ke Depan: Diplomasi Olahraga Indonesia
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Prof. Rudi Santoso, menilai bahwa kasus ini menunjukkan pentingnya Indonesia menyusun strategi diplomasi olahraga yang lebih fleksibel dan adaptif.
Kita tidak harus melanggar prinsip politik luar negeri, tapi perlu cara yang cerdas agar tidak menutup diri terhadap partisipasi global. Olahraga adalah ruang diplomasi lunak (soft diplomacy), bukan arena konfrontasi, ujarnya.
Menurutnya, Indonesia bisa tetap menjaga solidaritas terhadap Palestina tanpa harus mengorbankan citra profesionalnya di dunia olahraga. Salah satu caranya adalah dengan mengadopsi pendekatan netral secara operasional, di mana tuan rumah menjamin keselamatan semua atlet tanpa mengubah posisi politik resmi negara.
œï¸ Penutup: Antara Prinsip dan Peluang
Kasus penolakan visa atlet Israel ini kembali menempatkan Indonesia dalam dilema klasik antara prinsip politik dan komitmen terhadap nilai-nilai universal olahraga.
Sikap tegas IOC menjadi peringatan bahwa dunia internasional kini semakin menuntut konsistensi dan profesionalisme dari setiap negara yang ingin menjadi bagian dari sistem olahraga global.
Apakah Indonesia akan melunak dan mencari jalan tengah, atau tetap pada pendiriannya?
Yang jelas, keputusan IOC ini bukan hanya soal event olahraga, tapi juga ujian besar bagi reputasi diplomasi dan keterbukaan Indonesia di mata dunia.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2






