Redaksiku.com – Kritik tajam kembali dialamatkan kepada lingkaran pemangku kebijakan menyusul penanganan insiden kesehatan massal yang melibatkan anak-anak sekolah. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli melontarkan kecaman keras terhadap sikap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang viral karena dinilai melemparkan kesalahan kepada berbagai pihak terkait kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Respons Keras atas Pernyataan Kontroversial
Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Kepala BGN Sudaryono memicu gelombang reaksi dari berbagai kalangan politik dan masyarakat sipil. Dalam tanggapannya melalui media sosial, Guntur Romli menilai bahwa pejabat publik tersebut telah menunjukkan kegagalan mendasar dalam memimpin penanganan krisis di lapangan.
Pernyataan Sudaryono disebut sebagai contoh nyata kegagalan pejabat publik dalam mengelola krisis kesehatan yang berdampak luas pada puluhan ribu siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alih-alih mengambil tanggung jawab penuh atas insiden yang mengancam keselamatan anak-anak, pimpinan lembaga tersebut justru mengarahkan telunjuk kepada pihak-pihak yang tidak sepatutnya disalahkan. Situasi ini dinilai memperkeruh suasana di tengah duka dan kekhawatiran para orang tua murid.
Analisis Kritik terhadap Pengalihan Isu
Dalam pandangan politikus berlatar belakang aktivis ini, langkah yang diambil oleh Sudaryono mencerminkan strategi komunikasi yang keliru dan cenderung menghindari substansi masalah utama. Puluhan ribu siswa dilaporkan mengalami keracunan, yang seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta rantai pasok makanan.
- Fokus investigasi seharusnya diarahkan pada kebersihan dapur dan kualitas rantai pasok bahan makanan.
- Dampak keracunan tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga langsung membebani keluarga serta lingkungan sekitar mereka.
- Alih-alih melakukan pembenahan internal, pimpinan BGN justru melontarkan tudingan kepada pihak luar.
Guntur Romli mengidentifikasi pola komunikasi tersebut sebagai bentuk klasik pengalihan isu dalam teori propaganda. Dengan menyerang pihak-pihak yang menyuarakan kebenaran, instansi terkait dinilai sedang berupaya mengalihkan perhatian publik dari akar permasalahan yang sebenarnya.
Posisi Guru, Orang Tua, dan Media dalam Demokrasi
Kritik juga diarahkan pada keputusan Sudaryono yang menyeret nama guru, orang tua siswa, wartawan, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) kedalam polemik tersebut. Menurut Guntur Romli, kelompok-kelompok tersebut merupakan bagian esensial dari mekanisme pengawasan sosial yang sah dalam tatanan negara demokratis.
“Mereka adalah fungsi pengawasan yang sah dalam negara demokrasi. Menyerang mereka, sama saja mengakui BGN tidak punya jawaban atas kegagalannya sendiri.”
— Mohamad Guntur Romli
Lebih lanjut, ia menyoroti latar belakang politik dari Sudaryono yang dinilai kontradiktif dengan tudingan ideologis yang dilontarkannya kepada para pengkritik. Keterlibatan dalam ranah politik praktis seharusnya membuat seorang pejabat lebih matang dalam menerima kritik publik, bukan justru bersikap defensif dan menyerang balik elemen masyarakat.
Pertanyaan Umum
Mengapa pernyataan Kepala BGN Sudaryono menuai kritik keras dari PDIP?
Pernyataan tersebut dikritik karena dinilai menyalahkan orang tua, guru, wartawan, LSM, dan faktor ide politik atas kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG), alih-alih mengevaluasi sistem dapur dan rantai pasok makanan.
Siapa saja pihak yang disalahkan dalam polemik keracunan program Makan Bergizi Gratis?
Berdasarkan respons yang beredar, Kepala BGN menuding orang tua siswa, guru, wartawan, LSM, hingga pihak yang dianggap memainkan ideologi politik sebagai sumber masalah keramaian.
Bagaimana pandangan pengamat terhadap penanganan krisis tersebut?
Tindakan menyalahkan pihak pengawas dan korban dinilai sebagai bentuk kegagalan mengelola krisis serta strategi pengalihan isu untuk menutupi masalah utama pada dapur penyedia makanan.
Ringkasan
Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli mengecam keras Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono karena dinilai bersikap pengecut dan melemparkan kesalahan kepada orang tua siswa, guru, wartawan, serta LSM terkait kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Alih-alih bertanggung jawab dan mengevaluasi infrastruktur dapur serta rantai pasok makanan yang berdampak pada puluhan ribu siswa, pimpinan BGN tersebut justru dinilai menggunakan strategi pengalihan isu untuk menutupi kegagalan internal lembaganya dalam menangani krisis.
Guntur Romli menegaskan bahwa pihak-pihak yang disalahkan merupakan elemen pengawasan sosial yang sah dalam negara demokrasi, sehingga serangan balik dari pejabat publik tersebut menunjukkan ketidakmampuan BGN dalam menerima kritik serta mencari solusi substansial atas keselamatan anak-anak.






