Redaksiku.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Sampang secara tegas membantah narasi yang menyebut organisasi mereka sebagai underbow Partai Komunis Indonesia.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh pengurus internal menyusul beredarnya informasi yang dinilai menyesatkan di tengah masyarakat. Organisasi mahasiswa berbasis nasionalis tersebut merasa perlu memberikan penjelasan objektif guna meluruskan sejarah serta pandangan publik terhadap eksistensi mereka di kedaerahan setempat.
Latar Belakang Bantahan Tegas
Isu mengenai afiliasi organisasi kemahasiswaan seringkali muncul dalam dinamika politik lokal maupun nasional yang dinamis. Pengurus GMNI Sampang menilai bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat dan cenderung merusak reputasi organisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai wadah perjuangan kaum intelektual muda, mereka selalu memegang teguh prinsip dasar perjuangan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Penolakan terhadap cap negatif ini menjadi bentuk komitmen moral dalam menjaga marwah organisasi di mata publik.
DPC GMNI Kabupaten Sampang menegaskan bahwa organisasinya murni berlandaskan ideologi nasionalis dan tidak memiliki kaitan historis maupun struktural dengan partai terlarang tersebut.
Identitas dan Landasan Ideologi
Eksistensi GMNI di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sampang, senantiasa berpedoman pada asas Marhaenisme yang dicetuskan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Landasan berpikir ini menuntut setiap kader untuk selalu membela kepentingan rakyat kecil atau kaum marhaen.
Beberapa prinsip utama yang selalu dipegang teguh oleh para kader dalam menjalankan roda organisasi meliputi:
- Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bernegara yang final.
- Berperan aktif dalam mengawal kebijakan publik demi kepentingan kesejahteraan masyarakat luas.
- Menjaga independensi organisasi dari segala bentuk pengaruh ideologi ekstrem yang bertentangan dengan konstitusi.
Melalui pemahaman ideologi yang matang, para pengurus berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu lama yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan bangsa.
Langkah Lanjutan Organisasi
Menghadapi penyebaran informasi yang keliru di ruang digital, internal kepengurusan terus memperkuat koordinasi dan literasi politik bagi para anggotanya. Edukasi kepada publik juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat menyaring setiap informasi secara kritis.
Pengurus juga membuka ruang dialog bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat rekam jejak serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang selama ini rutin mereka jalankan di wilayah Sampang.
Pertanyaan Umum
Apa dasar tuduhan yang dibantah oleh GMNI Sampang?
DPC GMNI Sampang membantah narasi yang menyebut organisasi mereka sebagai underbow atau sayap organisasi dari Partai Komunis Indonesia (PKI).
Apa ideologi yang dianut oleh GMNI?
GMNI adalah organisasi mahasiswa berhaluan nasionalis yang mendasarkan perjuangannya pada asas Marhaenisme serta nilai-nilai Pancasila.
Bagaimana sikap GMNI menghadapi isu miring tersebut?
Organisasi secara aktif memberikan klarifikasi, memperkuat literasi politik, serta menjaga independensi dan marwah organisasi di tengah masyarakat.
Ringkasan
Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Sampang secara tegas membantah narasi menyesatkan yang menuduh organisasi mereka sebagai bagian atau underbow dari Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pengurus internal GMNI Sampang menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan nasionalis tersebut murni berlandaskan pada asas Marhaenisme yang dicetuskan oleh Soekarno serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Sebagai langkah lanjutan dalam menjaga marwah organisasi, pengurus memperkuat koordinasi, meningkatkan literasi politik anggotanya, serta membuka ruang dialog bagi publik untuk meluruskan sejarah dan eksistensi organisasi di wilayah setempat.






