Sampah Kembali Menumpuk di Kali Skunder Babelan Usai Dibersihkan

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan sampah yang kembali menggunung di aliran Kali Skunder Babelan, Kabupaten Bekasi.

Tumpukan sampah kembali menggunung di Kali Skunder Babelan hanya berselang dua hari usai dibersihkan petugas.

Redaksiku.com – Persoalan sampah di wilayah perkotaan kerap menjadi tantangan pelik yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Kasus terbaru terjadi di Kali Skunder BUT yang melintas di samping Kantor Cabang PDAM Kebalen, Kecamatan Babelan, di mana tumpukan sampah kembali menggunung hanya berselang dua hari setelah proses pembersihan selesai dilakukan oleh petugas berwenang.

Langkah Tegas Pemerintah Kelurahan Menghadapi Masalah Sampah

Menanggapi kembalinya tumpukan sampah di aliran air tersebut, Lurah Kebalen Andika Journalisandi, S.STP, MAP mengambil sikap tegas dengan berencana memanggil para Ketua RW yang wilayahnya dilalui oleh aliran Kali Skunder BUT. Pemanggilan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi tingkat akar rumput dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkala.

Menurut Andika, penanganan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada jajaran pemerintah kelurahan atau Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebersihan saja. Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama agar aliran sungai terbebas dari sumbatan sampah rumah tangga maupun limbah liar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah sampah di masyarakat sangat bergantung pada tingkat moral, etika, dan kesadaran individu dalam menjaga lingkungan.

Pemerintah daerah bersama pihak kelurahan terus berupaya maksimal menghadirkan fasilitas pendukung, termasuk pengerahan alat berat untuk normalisasi saluran air. Namun, infrastruktur yang memadai tidak akan memberikan hasil jangka panjang tanpa adanya perubahan perilaku dari masyarakat sekitar.

Normalisasi Aliran Kali Skunder BUT dan Peran Alat Berat

Proses pembersihan di lokasi tersebut sebenarnya mendapatkan perhatian khusus dari tingkat kabupaten demi mengembalikan fungsi aliran air secara optimal. Penggunaan alat berat jenis ekskavator atau beko dikerahkan langsung atas dukungan dari Plt. Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja guna mempercepat proses pengangkutan sampah.

Pekerjaan normalisasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua belas hari penuh guna memastikan seluruh hambatan di sepanjang Kali Skunder BUT dapat teratasi dengan baik. Meskipun alat berat sempat beristirahat sejenak setelah dua hari bekerja intensif, tumpukan sampah baru yang kembali muncul menunjukkan masih adanya indikasi pembuangan liar.

Dukungan alat berat dari pemerintah daerah ditargetkan beroperasi selama 12 hari untuk melancarkan aliran air dari tumpukan sampah.

Berikut adalah beberapa fokus utama pemerintah kelurahan dalam menangani normalisasi kali:

  • Melakukan penelusuran mendalam terhadap asal-usul sampah yang menumpuk di sekitar Gang Minin.
  • Memantau potensi adanya oknum warga yang dengan sengaja membuang limbah ke badan air.
  • Menegakkan aturan hukum yang berlaku bagi pihak yang terbukti merusak kebersihan lingkungan.

Penelusuran Oknum Pembuang Sampah Liar

Kekesalan pihak kelurahan beralasan mengingat tumpukan sampah baru kerap muncul secara tiba-tiba di titik yang baru saja dibersihkan oleh petugas. Andika menduga ada oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja memanfaatkan momen saat petugas sedang membersihkan saluran untuk ikut membuang sampah secara ilegal.

Tindakan semacam ini dinilai tidak beretika dan mencederai kerja keras petugas di lapangan serta mengancam kelestarian lingkungan sekitar. Pihak kelurahan memastikan tidak akan memberikan toleransi bagi siapapun yang kedapatan membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.

Pemerintah setempat menegaskan akan menangkap dan memproses hukum oknum yang dengan sengaja membuang sampah ke Kali Skunder BUT.

Pengawasan ketat kini tengah disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat di wilayah Kebalen tetap menjadi benteng pertahanan terbaik dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan aliran air.

Pertanyaan Umum

Mengapa sampah di Kali Skunder BUT cepat menumpuk kembali?

Sampah kembali menumpuk diduga kuat karena ulah oknum warga yang dengan sengaja membuang limbah rumah tangga ke aliran kali, terutama setelah mengetahui lokasi tersebut sedang dibersihkan oleh petugas.

Bagaimana bentuk penanganan yang dilakukan oleh pemerintah setempat?

Pemerintah mengerahkan alat berat berupa ekskavator atas dukungan Plt. Bupati Bekasi untuk normalisasi selama 12 hari, serta merencanakan pemanggilan ketua RW dan penindakan hukum bagi pembuang sampah liar.

Apa langkah tegas yang diambil jika ada warga yang tertangkap membuang sampah ke kali?

Lurah Kebalen menegaskan akan langsung menangkap dan memproses hukum oknum tersebut karena tindakan tersebut dikategorikan sebagai kejahatan terhadap lingkungan.

Ringkasan

Sampah di Kali Skunder BUT, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, kembali menumpuk hanya berselang dua hari setelah dibersihkan oleh petugas menggunakan alat berat jenis ekskavator yang dikerahkan atas dukungan Plt. Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja selama program normalisasi 12 hari.

Menanggapi tumpukan sampah baru akibat dugaan pembuangan liar oleh oknum tidak bertanggung jawab, Lurah Kebalen Andika Journalisandi, S.STP, MAP berencana memanggil para Ketua RW setempat dan menegaskan akan memproses hukum siapapun yang kedapatan membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harapan Wagub Dimyati untuk ICMI Pandeglang dalam Kemajuan Daerah
Kemnaker: 43.000 PHK Hingga Juli 2026 Tak Selalu Karena Efisiensi
LBH PMII Jatim Desak Kepastian Hukum Ambang Batas Parlemen
Alasan Denny Indrayana Sebut Gugatan Syarat Cawapres Gibran Belum Kedaluwarsa
1.300 Pelajar Ikuti Lomba Pidato AHY Muda, Lahirkan Gagasan Berani
Ratusan Warga Gresik Gelar Pengajian dan Bersholawat Bersama Gus Muwafiq
Arus Bawah Laut 3 Knot, Basarnas Evakuasi 1 Korban KM Virgo
Tingkatkan Pengawasan, Aparat Perketat Penegakan Hukum

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:05 WIB

Sampah Kembali Menumpuk di Kali Skunder Babelan Usai Dibersihkan

Senin, 21 September 2026 - 16:03 WIB

Harapan Wagub Dimyati untuk ICMI Pandeglang dalam Kemajuan Daerah

Senin, 21 September 2026 - 13:48 WIB

Kemnaker: 43.000 PHK Hingga Juli 2026 Tak Selalu Karena Efisiensi

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

LBH PMII Jatim Desak Kepastian Hukum Ambang Batas Parlemen

Senin, 21 September 2026 - 13:17 WIB

Alasan Denny Indrayana Sebut Gugatan Syarat Cawapres Gibran Belum Kedaluwarsa

Berita Terbaru

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid hadir di Kompleks Parlemen, Jakarta, untuk menghadiri rapat DPR RI membahas RUU Pengaturan Reforma Agraria.

Viral

Nusron Wahid Hadiri Rapat DPR RI Bahas RUU Pengaturan

Senin, 21 Sep 2026 - 17:20 WIB

Konser Timeless Project Live Preanger Edition di Laswi Heritage Bandung menyatukan musisi lintas generasi pada 19 September 2026.

Life Style

Timeless Project Live Bandung Satukan Mocca dan Doel Sumbang

Senin, 21 Sep 2026 - 16:19 WIB

Populasi satwa liar endemik seperti kangguru Papua di Papua Selatan semakin menurun akibat tekanan lingkungan dan aktivitas manusia.

Viral

Populasi Satwa Liar Endemik di Papua Selatan Menurun

Senin, 21 Sep 2026 - 15:32 WIB

error: Content is protected !!