Redaksiku.com – Beberapa waktu lalu, ada kabar soal kegiatan gelar perkara khusus tentang dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi yang digelar oleh Bareskrim Polri.
Tapi di momen krusial tersebut, Jokowi gak datang, dan pengacaranya pun tidak tunjukkan ijazah asli sang presidenpadahal isu ini udah bikin heboh netizen. Nah, tim TPUA (Tim Pembela Ulama & Aktivis) yang dipimpin Rizal Fadillah langsung balik menyerang, bilang kalau sikap ini malah bikin semua jadi makin ngaco dan mencurigakan.
Rizal Fadillah: “Kenapa Jokowi Gak Dateng & Ijazahnya Gak Dibawa?”
Wakil Ketua TPUA, Rizal Fadillah, sempet heran abis ketika Jokowi gak datang ke gelar perkara khusus, yang menurutnya adalah sesi paling penting. Rizal bilang dalam konferensi pers di lobi Bareskrim (Rabu, 9 Juli 2025):
Padahal dalam gelar perkara ini, yang paling krusial tuh Jokowi hadir dan bawa ijazahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Rizal, ketidakhadiran ini bisa diartikan kalau ada yang salah sama ijazhnya. Apalagi pengacara cuma bawa dokumen biasa, bukan ijazah asli. Buat dia, ini malah bikin polemik makin mbingungin.
š ï¸ Gelar Perkara? Tapi Isinya Sama Aja Kayak di Mei
TPUA juga menyoroti isi gelar perkara tersebut. Menurut mereka, penjelasan dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim (Dittipidum) cuma dobelan dari konferensi pers tanggal 22 Mei lalu. Rizal bilang gak ada penambahan fakta atau bukti barupokoknya “basi banget”.
Penjelasannya persis kayak yang udah dijelasin Mei lalu. Gak ada progress sama sekali.

🚨 “Obstruction of Justice”? Rizal Sebut Otoritas Bareskrim Halangi Proses!
Lebih jauh, Rizal malah menduga kalau Brigjen Djuhandhani Rahardjo PuroDir Tipidum Bareskrimudah melakukan obstruction of justice alias menghalangi proses penegakan hukum. TPUA bahkan mendesak Kadiv Propam buat menindak secara hukum petugas tersebut.
Menurut Rizal:
Kami minta Kadiv Propam untuk proses Dirtipidum karena udah menutup-nutupi dan ngadasarin proses penanganan perkara.
š–ï¸ TPUA Nuntut Lanjut ke Penyidikan & Pengadilan
Buat TPUA, gelar perkara ini seharusnya langsung diakhiri dengan keputusan kayak: “Ya, ijazah Jokowi gak sama dengan yang aslilanjut penyidikan sampai pengadilan!”
Mereka yakin kalau isu ini harus dibawa lebih jauh, karena menurut Rizal:
Kesimpulan gelar perkara harusnya tuh bahwa ijazah Jokowi itu beda sama yang asli, dan harus dilanjutin ke tahap penyidikan.
TPUA bahkan udah kasih penjelasan lengkap ke Biro Pengawas Penyidikan (Wassidik) Bareskrim, tapi gelar perkara masih jalan sambil tambahin kesaksian pihak eksternal.
💥 Rekap Sejarah Kasus: TPUA Sebelumnya udah Protes
Sebelumnya, TPUA sempat minta gelar perkara khusus karena mereka curiga proses penyelidikan di Mei lalu cacat hukum. Waktu itu, mereka bilang keputusan Bareskrim menyatakan ijazah asli terlalu dipaksakan, dan gak didukung timeline atau dokumen lengkap.
Penghentian penyelidikan dan gelar perkara yang lalu itu cacat hukum, kata Rizal saat itu.
Jadi kasus ini bukan baru; mereka udah ikut angkat bicara sejak awal.
🤷™‚ï¸ Netizen Reaksi? “Bawa Ijazah, Kak!”
Di dunia maya, netizen langsung rame dan bikin gerakan banyolan: Bawa ijazahnya dong, Kak!, Gelar perkara kok kaya stand-up comedy?
Beberapa netizen malah bilang kalau pihak pemeriksa harusnya bikin live streaming pas gelar perkara, biar semua bisa liat langsung kalau yang tampil asli dan gak ada sandiwara.
🧠Kenapa Penting Sih Isu Ijazah Ini?
Wajar kalau masyarakat baper. Soalnya ini menyangkut kepercayaan pada institusi negaraPresiden harusnya jadi contoh transparansi dan integritas. Kalau sampai ada dugaan palsu-palsuan dokumen, ya publik bisa mulai ragu sama legitimasi pemerintah.
TPUA sendiri bilang ini bukan soal politis, tapi soal aturan hukum dan tata negara yang harus konsisten.
Apa Sih Gak Ada Pit Stop yang Bisa Dipakai?
Kalau bicara solusi, beberapa pihak berharap:
-
Jokowi dateng langsung ke gelar perkara & bawa ijazah asli.
-
Pemeriksaan lebih terbuka & transparan.
-
Alat bukti baru diungkap, bukan cuma salinan lama.
-
Jaminan netralitas penyidik.
Kalau ini semua gak dipenuhi, ya publik bisa makin skeptis.
📌 Garis Besar Persoalan
| Masalah | Klarifikasi TPUA/Netizen |
|---|---|
| Jokowi gak hadir | Indikasi ijazah bermasalah |
| Pengacara gak bawa ijazah asli | Ada yang ditutup-tutupi? |
| Gak ada bukti baru | Penjelasan isu lama diulang lagi |
| Dugaan obstruction of justice | Meminta tindakan hukum buat penyidik |
| Panggilan external masih jalan | Gelar perkara belum final |
œ‹ Penutup: MHMM, Serius Ini?
Kasus gelar perkara khusus ijazah Jokowi berhasil bikin heboh karena ini soal sistem, kepercayaan, dan transparansi. TPUA udah nge-push banget, netizen juga udah gak sabar sama konfirmasi faktasoalnya semuanya butuh kejelasan langsung, bukan basa-basi.
Kalau gak dikawal dan dipastikan terang benderang, yang ada masyarakat malah makin skeptis sama aparat dan legitimasi pemerintah. Kasus ini jelas ngerasa kaya test besar banget buat institusi hukum kitabisa tetap berdiri tegak atau malah makin dipertanyakan.
So, gimana menurut kamu? Haruskah Jokowi datang, atau malah emang udah gak relevan buat debatin ijazah? Share nih pendapatmu!
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






