Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi: TPUA Ngeluh Gak Ada yang Bener!

- Penulis

Wednesday, 9 July 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi: TPUA Ngeluh Gak Ada yang Bener!

Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi: TPUA Ngeluh Gak Ada yang Bener!

Redaksiku.com – Beberapa waktu lalu, ada kabar soal kegiatan gelar perkara khusus tentang dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi yang digelar oleh Bareskrim Polri.

Tapi di momen krusial tersebut, Jokowi gak datang, dan pengacaranya pun tidak tunjukkan ijazah asli sang presidenpadahal isu ini udah bikin heboh netizen. Nah, tim TPUA (Tim Pembela Ulama & Aktivis) yang dipimpin Rizal Fadillah langsung balik menyerang, bilang kalau sikap ini malah bikin semua jadi makin ngaco dan mencurigakan.

 Rizal Fadillah: “Kenapa Jokowi Gak Dateng & Ijazahnya Gak Dibawa?”

Wakil Ketua TPUA, Rizal Fadillah, sempet heran abis ketika Jokowi gak datang ke gelar perkara khusus, yang menurutnya adalah sesi paling penting. Rizal bilang dalam konferensi pers di lobi Bareskrim (Rabu, 9 Juli 2025):

Padahal dalam gelar perkara ini, yang paling krusial tuh Jokowi hadir dan bawa ijazahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rizal, ketidakhadiran ini bisa diartikan kalau ada yang salah sama ijazhnya. Apalagi pengacara cuma bawa dokumen biasa, bukan ijazah asli. Buat dia, ini malah bikin polemik makin mbingungin.

š ï¸ Gelar Perkara? Tapi Isinya Sama Aja Kayak di Mei

TPUA juga menyoroti isi gelar perkara tersebut. Menurut mereka, penjelasan dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim (Dittipidum) cuma dobelan dari konferensi pers tanggal 22 Mei lalu. Rizal bilang gak ada penambahan fakta atau bukti barupokoknya “basi banget”.

Penjelasannya persis kayak yang udah dijelasin Mei lalu. Gak ada progress sama sekali.

Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi: TPUA Ngeluh Gak Ada yang Bener!
Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi: TPUA Ngeluh Gak Ada yang Bener!

🚨 “Obstruction of Justice”? Rizal Sebut Otoritas Bareskrim Halangi Proses!

Lebih jauh, Rizal malah menduga kalau Brigjen Djuhandhani Rahardjo PuroDir Tipidum Bareskrimudah melakukan obstruction of justice alias menghalangi proses penegakan hukum. TPUA bahkan mendesak Kadiv Propam buat menindak secara hukum petugas tersebut.

Menurut Rizal:

Kami minta Kadiv Propam untuk proses Dirtipidum karena udah menutup-nutupi dan ngadasarin proses penanganan perkara.

š–️ TPUA Nuntut Lanjut ke Penyidikan & Pengadilan

Buat TPUA, gelar perkara ini seharusnya langsung diakhiri dengan keputusan kayak: “Ya, ijazah Jokowi gak sama dengan yang aslilanjut penyidikan sampai pengadilan!”

Mereka yakin kalau isu ini harus dibawa lebih jauh, karena menurut Rizal:

Kesimpulan gelar perkara harusnya tuh bahwa ijazah Jokowi itu beda sama yang asli, dan harus dilanjutin ke tahap penyidikan.

TPUA bahkan udah kasih penjelasan lengkap ke Biro Pengawas Penyidikan (Wassidik) Bareskrim, tapi gelar perkara masih jalan sambil tambahin kesaksian pihak eksternal.

💥 Rekap Sejarah Kasus: TPUA Sebelumnya udah Protes

Sebelumnya, TPUA sempat minta gelar perkara khusus karena mereka curiga proses penyelidikan di Mei lalu cacat hukum. Waktu itu, mereka bilang keputusan Bareskrim menyatakan ijazah asli terlalu dipaksakan, dan gak didukung timeline atau dokumen lengkap.

Penghentian penyelidikan dan gelar perkara yang lalu itu cacat hukum, kata Rizal saat itu.

Jadi kasus ini bukan baru; mereka udah ikut angkat bicara sejak awal.

🤷™‚️ Netizen Reaksi? “Bawa Ijazah, Kak!”

Di dunia maya, netizen langsung rame dan bikin gerakan banyolan: Bawa ijazahnya dong, Kak!, Gelar perkara kok kaya stand-up comedy?

Beberapa netizen malah bilang kalau pihak pemeriksa harusnya bikin live streaming pas gelar perkara, biar semua bisa liat langsung kalau yang tampil asli dan gak ada sandiwara.

🧭 Kenapa Penting Sih Isu Ijazah Ini?

Wajar kalau masyarakat baper. Soalnya ini menyangkut kepercayaan pada institusi negaraPresiden harusnya jadi contoh transparansi dan integritas. Kalau sampai ada dugaan palsu-palsuan dokumen, ya publik bisa mulai ragu sama legitimasi pemerintah.

TPUA sendiri bilang ini bukan soal politis, tapi soal aturan hukum dan tata negara yang harus konsisten.

Apa Sih Gak Ada Pit Stop yang Bisa Dipakai?

Kalau bicara solusi, beberapa pihak berharap:

  1. Jokowi dateng langsung ke gelar perkara & bawa ijazah asli.

  2. Pemeriksaan lebih terbuka & transparan.

  3. Alat bukti baru diungkap, bukan cuma salinan lama.

  4. Jaminan netralitas penyidik.

Kalau ini semua gak dipenuhi, ya publik bisa makin skeptis.

📌 Garis Besar Persoalan

Masalah Klarifikasi TPUA/Netizen
Jokowi gak hadir Indikasi ijazah bermasalah
Pengacara gak bawa ijazah asli Ada yang ditutup-tutupi?
Gak ada bukti baru Penjelasan isu lama diulang lagi
Dugaan obstruction of justice Meminta tindakan hukum buat penyidik
Panggilan external masih jalan Gelar perkara belum final

œ‹ Penutup: MHMM, Serius Ini?

Kasus gelar perkara khusus ijazah Jokowi berhasil bikin heboh karena ini soal sistem, kepercayaan, dan transparansi. TPUA udah nge-push banget, netizen juga udah gak sabar sama konfirmasi faktasoalnya semuanya butuh kejelasan langsung, bukan basa-basi.

Kalau gak dikawal dan dipastikan terang benderang, yang ada masyarakat malah makin skeptis sama aparat dan legitimasi pemerintah. Kasus ini jelas ngerasa kaya test besar banget buat institusi hukum kitabisa tetap berdiri tegak atau malah makin dipertanyakan.

So, gimana menurut kamu? Haruskah Jokowi datang, atau malah emang udah gak relevan buat debatin ijazah? Share nih pendapatmu!

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lodewyk Pusung, Terbaru 7 Fakta Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, Wajib Tahu 7 Hal Penting soal PPPK
Prabowo Affirms Openness to People's Suggestions, Including from TikTok
Sensational! 5 Facts About Prabowo Giving Drum Band Equipment to SDN Sukabumi
Important! 5 Facts That Shocked the Health Minister: Doctors Subjected to Bullying
Thousands of TMI Masses Hold Peaceful Rally to Support President Prabowo's People's Programs
Demonstration in Jakarta Today, 4,263 Joint Personnel Secure 5 Action Points
Government Regulates Exports of Coal, Palm Oil, and Ferroalloys with the Issuance of PP 24 of 2026

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 12:05 WIB

Lodewyk Pusung, Terbaru 7 Fakta Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan

Thursday, 2 July 2026 - 11:55 WIB

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, Wajib Tahu 7 Hal Penting soal PPPK

Sunday, 28 June 2026 - 19:46 WIB

Prabowo Affirms Openness to People's Suggestions, Including from TikTok

Friday, 26 June 2026 - 13:26 WIB

Sensational! 5 Facts About Prabowo Giving Drum Band Equipment to SDN Sukabumi

Thursday, 25 June 2026 - 15:56 WIB

Important! 5 Facts That Shocked the Health Minister: Doctors Subjected to Bullying

Berita Terbaru

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Technology

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Thursday, 2 Jul 2026 - 13:19 WIB

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Sports

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Thursday, 2 Jul 2026 - 12:19 WIB