Geger! Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Global, 8,6 Liter Etomidate Diamankan dari Empat WNA di Bandara Soetta

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Inilah kronologi penyitaan 8,6 liter etomidate jaringan internasional serta peran para kurir dan nilai barang bukti. (Foto: Pexels)

Ilustrasi. Inilah kronologi penyitaan 8,6 liter etomidate jaringan internasional serta peran para kurir dan nilai barang bukti. (Foto: Pexels)

8,6 liter etomidate berhasil disita Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam pengungkapan tiga kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional selama 2026.

Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi terbesar yang dilakukan aparat dalam membongkar peredaran etomidate yang masuk melalui jalur penerbangan internasional.

Nilai ekonomi barang bukti yang diamankan mencapai Rp97,8 miliar dengan potensi penyalahgunaan yang sangat besar.

Keberhasilan tersebut juga menunjukkan masih tingginya ancaman penyelundupan narkotika melalui Bandara Soekarno-Hatta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi pun berhasil mengamankan empat warga negara asing yang diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan lintas negara tersebut.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Bea Cukai mengungkap tiga kasus berbeda yang berlangsung dalam rentang Februari hingga Mei 2026. Dari hasil penyelidikan, para pelaku diketahui berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan China.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan total barang bukti yang diamankan mencapai 8,6 liter etomidate atau setara 8.600 mililiter cairan narkotika golongan II.

Menurutnya, pengungkapan tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 55.928 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika yang semakin mengkhawatirkan.

8,6 Liter Etomidate Bernilai Hampir Rp100 Miliar

Ilustrasi. Inilah kronologi penyitaan 8,6 liter etomidate jaringan internasional serta peran para kurir dan nilai barang bukti. (Foto: Pexels)
Geger! Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Global, 8,6 Liter Etomidate Diamankan dari Empat WNA di Bandara Soetta

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 22 Juni 2026, Kapolresta menjelaskan bahwa total nilai ekonomi dari 8,6 liter etomidate yang berhasil diamankan mencapai sekitar Rp97,8 miliar.

Jumlah tersebut berasal dari tiga kasus berbeda yang berhasil diungkap petugas. Seluruh barang bukti ditemukan dalam berbagai kemasan yang sengaja disamarkan agar tidak menimbulkan kecurigaan saat melewati pemeriksaan bandara.

Etomidate sendiri belakangan menjadi perhatian aparat penegak hukum karena kerap disalahgunakan sebagai campuran cairan vape ilegal. Modus ini semakin marak digunakan oleh jaringan narkoba internasional untuk memperluas pasar mereka.

Keberhasilan menyita 8,6 liter etomidate menjadi bukti bahwa Indonesia masih menjadi target utama jaringan penyelundupan narkotika lintas negara.

Kronologi Kasus Pertama, Dua WNA Bawa Etomidate dari Malaysia

Kasus pertama terungkap pada 21 Mei 2026 di Terminal 2F Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Petugas mencurigai koper milik dua penumpang yang baru tiba dari Malaysia menggunakan penerbangan AirAsia QZ241. Kedua penumpang tersebut diketahui berinisial TN, warga Singapura, dan CT, warga Malaysia.

Saat dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan dua kemasan plastik berwarna silver berisi cairan etomidate sebanyak 2.000 ml dari barang bawaan TN.

Sementara dari koper milik CT, ditemukan dua botol bertuliskan “Dove” yang ternyata berisi 2.000 ml etomidate.

Dengan demikian, total barang bukti dalam kasus pertama mencapai 4.000 ml. Kedua tersangka mengaku diperintah oleh seseorang berinisial DN yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sebagai imbalan, mereka dijanjikan bayaran sekitar 3.000 dolar Singapura atau setara Rp42 juta, ditambah fasilitas perjalanan ke Indonesia.

Kasus Kedua Tambah Barang Bukti 8,6 Liter Etomidate

Kasus kedua terungkap hanya beberapa hari kemudian, tepatnya pada 25 Mei 2026 di Terminal 2F Kedatangan Internasional.

Petugas mengamankan seorang warga negara China berinisial JZ yang baru tiba dari Thailand menggunakan pesawat Thai Lion Air penerbangan SL116.

Dalam koper hitam miliknya, ditemukan satu botol bertuliskan “Dove” yang berisi 500 ml cairan etomidate. Botol tersebut disembunyikan dalam kantong plastik untuk mengelabui petugas.

Dari hasil pemeriksaan, JZ mengaku diperintah oleh seseorang berinisial HC yang kini berstatus DPO. Barang tersebut rencananya akan diterima jaringan lain di Jakarta setelah dirinya kembali ke China.

JZ dijanjikan bayaran sebesar 50.000 Yuan atau sekitar Rp132,5 juta. Nilai barang bukti yang dibawanya diperkirakan mencapai Rp5,6 miliar dan dapat diolah menjadi sekitar 800 cartridge vape siap edar.

Temuan ini semakin menambah total 8,6 liter etomidate yang berhasil diamankan dalam rangkaian pengungkapan kasus jaringan internasional tersebut.

Pengungkapan Terbesar dalam Kasus 8,6 Liter Etomidate

Kasus ketiga menjadi penyumbang barang bukti terbesar dalam operasi ini.

Pada 26 Februari 2026, petugas mengamankan seorang warga negara Thailand berinisial SP yang tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional menggunakan pesawat Thai Airways TG435 dari Bangkok.

Saat koper miliknya diperiksa, petugas menemukan tujuh botol berisi cairan etomidate yang telah disamarkan sebagai produk sehari-hari.

Rinciannya terdiri atas tiga botol bertuliskan “Parrot” yang berisi 2.100 ml etomidate dan empat botol bertuliskan “Coconut Oil” yang berisi 2.000 ml etomidate.

Total barang bukti dalam kasus ini mencapai 4.100 ml dengan berat bruto 4.129 gram.

SP mengaku diperintah oleh seseorang berinisial SS yang kini juga masuk daftar DPO. Barang tersebut akan diambil oleh jaringan penerima di Jakarta setelah dirinya kembali ke Thailand.

Sebagai kurir, SP dijanjikan upah sebesar 80.000 Baht atau sekitar Rp43,6 juta. Nilai ekonomi barang bukti diperkirakan mencapai Rp44,8 miliar dan dapat menghasilkan sekitar 6.400 cartridge vape mengandung etomidate.

Empat Tersangka dan Ancaman Jaringan Internasional

Dari tiga kasus tersebut, polisi mengamankan empat tersangka yang seluruhnya merupakan warga negara asing.

Mereka adalah TN dari Singapura, CT dari Malaysia, JZ dari China, dan SP dari Thailand. Meski berasal dari negara berbeda, seluruh tersangka memiliki peran serupa sebagai kurir yang bertugas membawa barang ke Indonesia.

Polisi menduga masih ada jaringan yang lebih besar di balik penyelundupan 8,6 liter etomidate ini. Sejumlah nama yang disebut para tersangka kini masuk daftar pencarian dan masih diburu aparat.

Keberadaan para DPO tersebut menjadi fokus pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan utama yang mengendalikan peredaran etomidate lintas negara.

Bandara Soekarno-Hatta Masih Jadi Target Penyelundup

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa pengungkapan 8,6 liter etomidate menunjukkan bandara internasional terbesar di Indonesia masih menjadi sasaran utama jaringan narkoba global.

Karena itu, sinergi antara Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai akan terus diperkuat guna memperketat pengawasan terhadap arus penumpang dan barang dari luar negeri.

Pengungkapan 8,6 liter etomidate ini juga menjadi peringatan bahwa modus penyamaran narkotika dalam kemasan produk sehari-hari semakin beragam. Para pelaku memanfaatkan botol produk rumah tangga untuk mengelabui pemeriksaan petugas.

Meski demikian, keberhasilan aparat mengungkap 8,6 liter etomidate bernilai Rp97,8 miliar membuktikan bahwa pengawasan di pintu masuk Indonesia terus berjalan efektif.

Dengan terungkapnya jaringan ini, polisi berharap dapat menekan peredaran narkotika sekaligus mencegah semakin banyak masyarakat menjadi korban penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mita Hilang Usai Menelepon Ibunya, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya
Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS
Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api
Daftar Promo Spesial Kemerdekaan Agustus 2026, Cocok untuk Nongkrong dan Makan Rame-Rame
Rangkaian Acara HUT ke 81 RI yang Wajib Diketahui, Ada Pesta Rakyat hingga Merdeka Run 8.1
Nama Febrio Adiono Muncul dalam Kasus Sutrimo, Kejagung Ungkap Status Sebenarnya
Deadline Refund Lewat, Jaminan Tampia Tour ke UMKO Kini Dipertanyakan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Daftar Promo Spesial Kemerdekaan Agustus 2026, Cocok untuk Nongkrong dan Makan Rame-Rame

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Rangkaian Acara HUT ke 81 RI yang Wajib Diketahui, Ada Pesta Rakyat hingga Merdeka Run 8.1

Berita Terbaru

Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap turun langsung memantau kondisi sumber air baku di Bendung Batu Bessi

Internasional

Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air

Selasa, 11 Agu 2026 - 20:59 WIB

Polres Barru menggelar apel gelar pasukan, Selasa (11/8/2026).

Internasional

Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:44 WIB

Polisi bersama warga langsung turun tangan. Pohon dievakuasi dan material yang menutup jalan dibersihkan.

Internasional

Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:02 WIB