Drainase Tersumbat, Banjir Rendam Pasar Induk Youtefa Abepura

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir merendam kawasan Pasar Induk Youtefa Abepura akibat hujan deras dan drainase tersumbat.

Aktivitas ekonomi di Pasar Induk Youtefa lumpuh total setelah terendam banjir akibat hujan deras.

Redaksiku.com – Kota Jayapura kembali menghadapi tantangan lingkungan yang serius setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (21/9) malam hingga Selasa (22/9) subuh. Bencana banjir kali ini memberikan dampak paling signifikan bagi aktivitas ekonomi di Pasar Induk Youtefa, Distrik Abepura, yang lumpuh total akibat luapan air yang merendam area perdagangan.

Kondisi Terkini di Pasar Induk Youtefa

Kawasan Pasar Induk Youtefa yang menjadi pusat distribusi pangan bagi sebagian besar warga Kota Jayapura kini dalam keadaan memprihatinkan. Pantauan di lapangan pada Selasa pagi menunjukkan hampir seluruh area pasar tergenang air keruh berwarna kecoklatan dengan ketinggian yang cukup meresahkan para pedagang.

Banyak komoditas pangan yang menjadi tumpuan ekonomi warga, mulai dari pisang, berbagai jenis sayur-mayur, hingga peralatan pendukung seperti peti kayu, hanyut terbawa arus. Kondisi fisik pasar yang berada di kawasan rendah menyebabkan air tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai, sehingga menciptakan genangan yang menetap cukup lama di sela-sela los pedagang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketinggian air sempat mencapai level pinggang orang dewasa pada puncak banjir di tengah malam, menurut kesaksian warga di lokasi kejadian.

Penyebab Utama Banjir dan Masalah Drainase

Permasalahan drainase menjadi faktor utama yang memperburuk situasi di Pasar Youtefa. Berdasarkan pengamatan, ditemukan tumpukan sampah plastik, botol bekas, serta material kayu yang menumpuk tebal di atas gorong-gorong dan mulut saluran pembuangan utama.

Tersumbatnya infrastruktur saluran air ini mengakibatkan debit air hujan yang tinggi tidak dapat mengalir menuju pembuangan akhir. Akibatnya, air meluap dan berbalik masuk ke area pasar, merusak infrastruktur lapak serta barang dagangan yang tersimpan di dalamnya.

Penumpukan sampah di saluran air menjadi faktor krusial yang menghambat laju debit air saat curah hujan ekstrem terjadi di wilayah perkotaan.

Dampak Ekonomi bagi Pedagang Lokal

Bagi pedagang seperti Kambuaya, banjir kali ini merupakan pukulan berat bagi keberlangsungan usaha mereka. Ia menuturkan bahwa luapan air meningkat secara drastis pada tengah malam, memberikan sedikit waktu bagi para pedagang untuk menyelamatkan barang-barang dagangannya.

“Tadi malam paling parah. Tingginya sampai di pinggang, ini sudah mendingan mungkin karena sudah mulai surut.”

— Kambuaya

Situasi ini menciptakan kerugian materiil yang tidak sedikit bagi para pelaku usaha kecil di pasar tersebut. Upaya pembersihan pascabanjir pun kini menjadi tantangan baru bagi pedagang untuk bisa segera kembali melayani kebutuhan masyarakat.

Pastikan untuk segera melakukan pendataan kerugian barang dagangan dan membersihkan sisa material lumpur sesegera mungkin guna mencegah penyebaran penyakit pascabanjir.

Langkah Antisipasi dan Penanganan

Menghadapi fenomena cuaca yang tidak menentu di Jayapura, diperlukan koordinasi yang lebih ketat antara pihak pengelola pasar dan pemerintah setempat. Beberapa langkah yang perlu menjadi perhatian bersama meliputi:

  • Pembersihan rutin saluran drainase dari tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga agar aliran air tetap lancar.
  • Pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar untuk mencegah penyumbatan gorong-gorong.
  • Perbaikan infrastruktur sistem pembuangan air di sekitar area pasar induk agar lebih mampu menampung debit air saat intensitas hujan tinggi.
  • Penyediaan sistem peringatan dini bagi pedagang agar mereka dapat memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi sebelum air meluap.

Pertanyaan Umum

Apakah banjir di Pasar Youtefa sering terjadi?

Ya, kawasan Pasar Youtefa merupakan wilayah yang cukup rawan terdampak banjir saat terjadi curah hujan tinggi, terutama jika sistem drainase di sekitar lokasi mengalami sumbatan akibat tumpukan sampah.

Apa langkah utama yang dilakukan pedagang saat banjir terjadi?

Sebagian besar pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka ke tempat yang lebih tinggi, namun karena kenaikan air yang cepat di malam hari, banyak barang yang tidak sempat terselamatkan dan akhirnya rusak terendam air.

Siapa yang bertanggung jawab atas kebersihan drainase di pasar?

Kebersihan dan pemeliharaan infrastruktur pasar umumnya menjadi tanggung jawab pengelola pasar bekerja sama dengan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura untuk memastikan saluran pembuangan berfungsi dengan baik.

Ringkasan

Pasar Induk Youtefa di Distrik Abepura, Kota Jayapura, mengalami banjir parah akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (21/9) malam hingga Selasa (22/9) subuh. Luapan air yang sempat mencapai ketinggian pinggang orang dewasa ini melumpuhkan aktivitas ekonomi serta merusak berbagai komoditas pangan dan infrastruktur lapak milik pedagang.

Penyebab utama bencana ini diidentifikasi akibat tersumbatnya sistem drainase oleh tumpukan sampah plastik, botol, dan material kayu yang menghambat aliran air di area pasar yang berada di dataran rendah. Berdasarkan kesaksian pedagang setempat, yakni Kambuaya, kenaikan air yang drastis di malam hari menyebabkan banyak pelaku usaha tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya, sehingga menimbulkan kerugian materiil yang signifikan.

Guna meminimalisir dampak serupa di masa depan, diperlukan sinergi antara pengelola pasar dan Pemerintah Kota Jayapura untuk melakukan pembersihan rutin saluran pembuangan, perbaikan infrastruktur drainase, serta penyediaan sistem peringatan dini bagi para pedagang. Langkah cepat pascabanjir juga krusial untuk membersihkan sisa material lumpur guna mencegah potensi penyebaran penyakit di lingkungan pasar.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tommy Tuberville Klaim Banyak Pilot dan Pengendali Lalu Lintas Udara Bagian dari Komunitas Furry
PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi AI dan Energi di Electricity Connect
CXMT Mulai Produksi Massal DRAM Generasi Kelima G5
Transaksi Digital Agustus 2026 Tumbuh 40,36% Capai 6,11 Miliar
Krisis Air Bersih di Permukiman Padat Jakarta Bebani Perempuan
KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Kepala Kantor Istri Dirjen ATR/BPN
AntGamer Rilis Monitor Gaming Tandem WOLED 4K 240Hz Terbaru
Kanada Beri Bantuan Rp1,26 Triliun ke Palestina dan Batasi Produk Israel

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 20:49 WIB

Drainase Tersumbat, Banjir Rendam Pasar Induk Youtefa Abepura

Kamis, 24 September 2026 - 20:34 WIB

Tommy Tuberville Klaim Banyak Pilot dan Pengendali Lalu Lintas Udara Bagian dari Komunitas Furry

Kamis, 24 September 2026 - 20:24 WIB

PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi AI dan Energi di Electricity Connect

Kamis, 24 September 2026 - 19:33 WIB

Transaksi Digital Agustus 2026 Tumbuh 40,36% Capai 6,11 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 19:24 WIB

Krisis Air Bersih di Permukiman Padat Jakarta Bebani Perempuan

Berita Terbaru

Kushboo Sundar mengenang kedekatannya dengan mendiang Silk Smitha yang bermula dari proyek film 3D.

Regional

Kushboo Sundar Kenang Keinginan Silk Smitha Memiliki Keluarga

Kamis, 24 Sep 2026 - 20:21 WIB

error: Content is protected !!