Diputus Pas Lagi Sayang-Sayangnya, tuh, rasanya, wah, sakiiiiit banget. Saking sakitnya seluruh tenaga terasa terhisap, dunia terasa sempit dan gelap. Seperti ada bagian dari kita yang dirampas dan hilang.
Kamu jadi berasa nggak dihargai, diremehkan, dan dicampakkan. Pokoknya sedih banget. Ibarat gelas kaca yang jatuh, pecah berkeping-keping. Hancur banget.
Nggak papa, kok kalau kamu nangis. Kalau kamu mau sendiri dulu, boleh, lho, atau kamu mau teriak-teriak juga nggak papa karena aku tahu kamu sedang terluka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tapi, setelah itu kamu harus bangkit, yah. Sebab kalau kamu terus terpuruk itu nggak baik buat kesehatan fisik dan mentalmu.
Iya, aku tahu itu berat dan sulit. Tapi kamu harus mencoba. Gimana caranya? Coba ikuti saranku.

- Tenangkan dirimu
Berhentilah menyalahkan diri sendiri. Kamu nggak akan pernah tenang jika masih terus menyalahkan dirimu. Kamu akan semakin terpuruk dan merasa tak berharga.
Yang pergi, tuh, cuma satu orang. Coba perhatikan sekitarmu. Ada orang tua, ada teman, ada saudara yang menyayangi kamu, menghargai kamu. Tahu nggak kamu, tuh, special. Nggak percaya? Coba deh, tanya ke teman atau orang tuamu. Pasti mereka akan menyebutkan kelebihanmu.
Coba kamu ingat, sebelum jalan bareng mantan, aktivitas apa saja yang pernah kamu lakukan. Bukan kah kamu dulu aktif berolah raga? Sampai banyak temanmu yang iri dengan tubuhmu yang selalu segar.
Kamu dulu juga aktif baca buku, sampai kamu jadi rujukan kalau temanmu kesulitan ngerjain tugas.
Kalau ada waktu luang, kamu, tuh dulu sering naik gunung atau camping.
Tuh, banyakkan kegiatanmu sebelum gandeng sama mantan. Nah, itu yang menjadikan kamu istimewa. Yuk! Mulai lakukan lagi kegiatanmu yang seru-seru itu!
- Bersyukur
Dapat musibah, kok bersyukur?
Iya, harus bersyukur karena kamu jadi punya pengalaman sakit yang amat sakit. Pengalaman itu membuat kamu akan berhati-hati meletakkan hati. Jangan sampai salah pilih dan kembali sakit.
Bersyukur, kamu sudah diselamatkan dari pasangan yang toxic. Coba bayangan bila belangnya dia ketahuan saat kalian sudah nikah. Pasti akan lebih sakit dan tambah rumit masalahnya.
Bersyukur karena kamu sedang disayang oleh Allah. Kadang skenario Allah tuh, menyakitkan. Mungkin kamu berpikir, kok Allah jahat banget ya, sama aku, sampai aku dibikin seperti ini.
Nggak, Allah nggak jahat, kok. Allah tahu kamu, tuh, kuat. Tapi kuatnya kamu harus ditempa dulu biar muncul. Ada yang menyangkal ngak, kalau ada yang bilang karang di laut itu kuat? Pasti nggak ada karena karang itu sudah mengalami tempaan yang luar biasa. Dia tetep gagah berdiri.
Nah, Allah tuh sedang menyiapkan kamu untuk jadi pribadi yang kuat. Karena Allah sedang menyiapkan sesuatu yang indah buat kamu, tapi syaratnya kamu harus kuat.
Aku yakin kamu sangat bisa.
- Nggak Usah Kepoin Mantan
Melupakan itu memang sulit. Apalagi kalau jalannya sudah lama. Pasti ada, dong , dorongan buat kepoin mantan. Namanya juga mantan, nggak mungkin dihapus dari ingatan. Tapi, apa sih, untungnya kepoin mantan? Itu hanya akan membuat kamu susah buat move on. Udah delete saja semua akun media sosial mantan agar mau bisa fokus untuk move on. Hapus juga semua foto, voice note, chat dari ponselmu.
Akun medsos bisa ya, didelete. Namun, kenangan mantan selalu saja muncul. Misalnyan, nich pas lagi jalan lewat café yang biasa kamu kunjungi sama mantan, eh, teringat lagi deh kenangan sama mantan. Iya, kan?
Kalau notifikasi kenangan itu muncul, jangan diklik. Cepat alihkan pikiran kamu pada hal lain. Kalau kamu klik kenangan itu akan muncul dan muncul lagi, kamu jadi susah melupakan dia.
Memang tidak mudah untuk menghapus ingatan mantan. Butuh waktu dan usaha yang kuat. Semakin kuat keinginan untuk menghapus, aku yakin kenangan itu pelan-pelan akan hilang. Aku pun yakin kamu bisa melakukan itu.
- Perluas Pertemanan
Ayo! Jangan diam diri terus di kamar. Keluar dan berbaurlah dengan banyak orang. Kamu bisa ikut organisasi di kampusmu, atau di tempat kerja. Ada banyak manfaat, lho, ikut organisasi. Salah satunya belajar mengolah rasa. Dalam berorganisasi kamu akan mengalami pergesekan dengan teman. Entah karena beda pendapat, beda pandangan, atau beda yang lain. Gesekan-gesekan seperti itu akan melatih kamu untuk bisa mengelola emosimu. Hasilnya kamu akan menjadi pribadi yang lebih sabar.
- Jaga Kesehatanmu
Saat kamu lagi patah hati, pasti kamu akan susah tidur, malas makan, malas melakukan aktivitas apa pun. Akhirnya kesehatan fisikmu akan tergangu. Asam lambung naik, sakit kepala, sesak napas. Wah, banyak yah, rentetan penyakit yang bisa menganggu karena patah hati.
Bila gejala-gejala sakit itu muncul pas kamu patah hati, yuk! Segera beresin dulu kesehatan fisikmu. Apa itu penting?
Sangat penting!
Semua tips yang kamu baca, yang kamu dengar, nggak akan berpengaruh banyak jika badanmu nggak seger. Gimana kamu mau semangat melakukan aktivitas? bila makan saja susah! Gimana kamu mau menekuni hobimu? bila asam lambungmu naik terus.
Maka, segera sembuhkan sakitmu. Bila perlu mengkomsumsi obat jangan ragu untuk pergi ke dokter. Jika masih susah banget untuk move on jangan ragu untuk curhat dengan psikolog.
Seperti sakit fisik, patah hati pun butuh waktu untuk sembuh. Aku yakin kamu akan sembuh. Aku yakin kelak kamu akan mendapatkan orang yang lebih baik karena kamu orang baik. Kelak, siapa pun yang jadi jodohmu, pasti orang itu sangat beruntung karena kamu, istimewa.
Penulis : Siti Nurhayati






