Berapa Kali Sih Sebenarnya Kita Harus Gosok Menggosok Gigi Setiap Hari?
Menggosok gigi adalah kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele, tetapi sangat menentukan kesehatan mulut dan gigi.
Banyak orang melakukannya sekadar untuk menghilangkan bau mulut, padahal tujuannya jauh lebih penting: mencegah kerusakan gigi, menjaga gusi tetap sehat, dan mengurangi risiko penyakit mulut.
Pertanyaan yang kerap muncul adalah, berapa kali sebenarnya kita harus gosok gigi setiap hari agar efektif?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekomendasi Jumlah Menggosok Gigi
Para dokter gigi dan organisasi kesehatan, termasuk Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) serta American Dental Association (ADA), sepakat bahwa gigi sebaiknya disikat dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Menggosok gigi dua kali sehari dianggap cukup untuk membersihkan plak, yaitu lapisan tipis bakteri yang menempel pada gigi.
Jika plak tidak dibersihkan, gigi dapat mudah berlubang, gusi mengalami peradangan, dan bau mulut pun bisa muncul.
Menggosok gigi lebih dari dua kali sehari sebenarnya tidak selalu lebih baik. Sikat gigi yang terlalu sering, terutama dengan tekanan keras, bisa mengikis lapisan email gigi dan melukai gusi.
Keadaan ini justru bisa meningkatkan sensitivitas gigi sekaligus membuat gusi lebih mudah mengalami perdarahan.
Jadi, yang terpenting bukan seberapa sering Anda menyikat gigi, tetapi kapan dan bagaimana caranya dilakukan.
Waktu Terbaik Menggosok Gigi
Waktu paling penting adalah setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Menggosok gigi setelah sarapan membantu membersihkan sisa makanan dan minuman yang dikonsumsi di pagi hari.
Sementara itu, menggosok gigi sebelum tidur malam sangat krusial karena produksi air liur menurun saat tidur, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak di dalam mulut.
Menggosok gigi secara teratur sebelum tidur mampu secara signifikan menurunkan risiko kerusakan gigi dan radang gusi.
Beberapa orang juga memilih gosok gigi setelah makan siang atau mengonsumsi makanan manis.
Hal ini boleh saja dilakukan, tetapi sebaiknya tunggu sekitar 30 menit setelah makan, terutama jika makanan atau minuman yang dikonsumsi bersifat asam.
Menggosok gigi tepat setelah makan makanan asam dapat mempercepat kerusakan lapisan email gigi.
Teknik Menggosok Gigi yang Benar
Selain memperhatikan seberapa sering dan kapan waktu gosok gigi, teknik yang benar juga sangat penting. Pilih sikat gigi berbulu lembut dan gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Perhatikan agar semua permukaan gigi tersikat dengan baik, termasuk bagian belakang gigi geraham yang sering terlewat. Waktu ideal untuk menyikat gigi adalah kurang lebih dua menit.
Jangan lupa pula membersihkan lidah dan gusi untuk memastikan seluruh rongga mulut tetap bersih.
Gosok gigi dua kali sehari perlu dilengkapi dengan perawatan mulut lainnya. Pakailah benang gigi (dental floss) sekali setiap hari untuk mengangkat sisa makanan yang terselip di antara gigi dan sulit dijangkau oleh sikat gigi.
Berkumur dengan obat kumur antiseptik juga membantu mengurangi bakteri penyebab bau mulut.
Selain itu, rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali dapat mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi serius.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






