Atasi Masalah Sampah di Kali Skunder, Lurah Kebalen Rangkul 13 RW

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lurah Kebalen Andika Journalisandi saat memimpin rapat koordinasi penanganan sampah di Kali Skunder bersama 13 Ketua RW.

Lurah Kebalen mengumpulkan 13 Ketua RW untuk membahas solusi penanganan sampah di Kali Skunder.

Redaksiku.com – Persoalan penumpukan sampah di Kali Skunder BUT, Kelurahan Kebalen, kini menjadi perhatian serius pemerintah setempat setelah kondisi aliran sungai tersebut kerap terlihat seperti tempat pembuangan sampah liar. Lurah Kebalen, Andika Journalisandi, S.STP, MAP, mengambil langkah tegas dengan mengumpulkan 13 Ketua RW yang wilayahnya dilintasi oleh aliran sungai tersebut pada Senin (21/9/2026) untuk mencari solusi kolaboratif.

Pertemuan yang berlangsung di kantor kelurahan ini turut melibatkan perwakilan PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Kebalen, UPTD Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur keamanan dari Babinsa dan Bimaspol. Langkah ini diambil sebagai upaya kolektif untuk memetakan sumber masalah sekaligus menekan angka pencemaran lingkungan yang belakangan ini sering menjadi perbincangan publik di media sosial.

Strategi Pemetaan Sampah Berbasis Wilayah

Andika menekankan bahwa beban penanganan sampah di Kali Skunder BUT tidak boleh hanya dipikul oleh pihak PDAM Tirta Bhagasasi, meskipun lokasi penumpukan sampah paling parah sering terjadi di titik dekat fasilitas perusahaan air minum tersebut. Ia berargumen bahwa sampah yang menumpuk di hilir merupakan akumulasi dari perilaku di sepanjang aliran sungai dari arah hulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mengatasi hal ini, pihak kelurahan akan menerapkan sistem pemetaan baru yang lebih terukur. Strategi yang akan dijalankan meliputi:

  • Pemasangan skat atau pembatas di setiap titik wilayah RW yang dilintasi sungai.
  • Evaluasi berkala untuk mengidentifikasi wilayah RW mana yang menjadi penyumbang tumpukan sampah terbanyak.
  • Pengawasan ketat terhadap arus pembuangan sampah dari hulu ke hilir.

Dengan adanya skat ini, pemerintah kelurahan berharap dapat melacak asal-usul sampah dengan lebih akurat. Data yang terkumpul nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan pembersihan yang lebih tepat sasaran di setiap lingkungan RW.

Lurah Kebalen mengundang 13 Ketua RW yang wilayahnya bersinggungan langsung dengan aliran Kali Skunder BUT untuk menyamakan persepsi mengenai tanggung jawab pengelolaan lingkungan.

Pengawasan Sektor Informal dan UMKM

Selain menyoroti sampah rumah tangga, Andika juga menyoroti keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang jumlahnya terus meningkat di wilayah Kebalen. Ia mengungkapkan kekhawatirannya mengenai pengelolaan limbah dagang yang sering kali tidak terpantau dengan baik, sehingga kerap ditemukan karung-karung berisi sampah di pinggir jalan raya.

Pemerintah Kelurahan Kebalen mewajibkan adanya koordinasi mengenai sistem pengangkutan sampah bagi para pelaku usaha kecil agar limbah dagangan tidak berakhir di saluran air atau lahan terbuka.

Andika menegaskan bahwa langkah ini bukan bertujuan untuk membatasi ruang gerak pedagang, melainkan untuk memastikan bahwa setiap pelaku usaha memiliki akses atau sistem pembuangan sampah yang resmi. Pertanyaan mendasar yang diajukan dalam pertemuan tersebut adalah mengenai ke mana para pedagang membuang limbah mereka jika tidak ada pihak yang mengambilnya secara rutin.

Optimalisasi Bank Sampah Masyarakat

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Lurah Kebalen kembali mendorong pengaktifan program bank sampah di tiap-tiap RW. Program ini dianggap sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk mengurangi volume sampah plastik, terutama botol air mineral, sebelum sempat mencemari lingkungan.

Implementasi bank sampah diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi warga sekaligus menekan laju limbah yang masuk ke Kali Skunder BUT. Setelah rapat koordinasi selesai, jajaran perangkat kelurahan bersama UPTD LH dan aparat keamanan langsung melakukan peninjauan lapangan hingga ke wilayah perbatasan Wisma Asri untuk melihat kondisi riil di sepanjang aliran sungai.

Warga diimbau untuk aktif memilah sampah dari rumah tangga dan memanfaatkan fasilitas bank sampah setempat guna mengurangi beban penumpukan limbah di fasilitas publik.

Pertanyaan Umum

Mengapa Kali Skunder BUT sering dipenuhi sampah?

Tumpukan sampah tersebut merupakan akumulasi dari limbah yang terbawa arus dari hulu serta kurangnya sistem pembuangan sampah yang terintegrasi di beberapa titik sepanjang aliran sungai, termasuk dari sektor pedagang kaki lima.

Apa langkah konkret yang dilakukan pihak kelurahan?

Kelurahan Kebalen akan memasang skat di setiap wilayah RW untuk mengidentifikasi sumber sampah, memantau pengelolaan limbah PKL, dan menggalakkan kembali program bank sampah di tingkat warga.

Siapa saja yang terlibat dalam koordinasi penanganan sampah ini?

Koordinasi ini melibatkan 13 Ketua RW di wilayah terdampak, pihak PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Kebalen, UPTD Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur keamanan dari Babinsa dan Bimaspol.

Ringkasan

Lurah Kebalen, Andika Journalisandi, S.STP, MAP, memimpin langkah kolaboratif pada Senin (21/9/2026) dengan mengumpulkan 13 Ketua RW, perwakilan PDAM Tirta Bhagasasi, UPTD Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur keamanan untuk mengatasi penumpukan sampah di Kali Skunder BUT. Pertemuan ini bertujuan memetakan sumber limbah secara akurat dan menghentikan pencemaran lingkungan yang kerap terjadi akibat akumulasi sampah dari hulu ke hilir.

Pemerintah Kelurahan Kebalen menerapkan strategi pemetaan berbasis wilayah melalui pemasangan skat di setiap titik RW guna mengidentifikasi penyumbang sampah terbanyak secara transparan. Selain itu, pihak kelurahan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan limbah pedagang kaki lima dan kembali mengaktifkan program bank sampah di tingkat RW sebagai langkah preventif untuk mengurangi volume sampah plastik serta memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reforma Agraria Sah Jadi UU, Akademisi Dorong Penguatan Implementasi
Pemprov DKI Pertahankan Jalur Sepeda dan Evaluasi Sejumlah Ruas
Pemkot Sukabumi Luncurkan Sukasai untuk Digitalisasi Birokrasi AI
PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah untuk Peluncuran 1 Oktober 2026
Uang Bertanda Tangan Purbaya Sah untuk Pembayaran Menurut BI
Pesan Bupati Jayawijaya untuk CASN Baru Terkait Pengajuan Kredit
Dukungan Warganet untuk Bupati Situbondo Rio Wahyu di Pilgub Jatim
DPRD DKI Sahkan Perubahan APBD 2026 Sebesar Rp79,56 Triliun

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 05:32 WIB

Reforma Agraria Sah Jadi UU, Akademisi Dorong Penguatan Implementasi

Rabu, 23 September 2026 - 05:21 WIB

Pemprov DKI Pertahankan Jalur Sepeda dan Evaluasi Sejumlah Ruas

Rabu, 23 September 2026 - 05:08 WIB

Pemkot Sukabumi Luncurkan Sukasai untuk Digitalisasi Birokrasi AI

Rabu, 23 September 2026 - 05:07 WIB

PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah untuk Peluncuran 1 Oktober 2026

Rabu, 23 September 2026 - 05:04 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Sah untuk Pembayaran Menurut BI

Berita Terbaru

Para ahli mengingatkan pentingnya antisipasi dini terhadap risiko sistemik kecerdasan buatan berkaca dari krisis global masa lalu.

United States Politics and Government

Pelajaran dari Krisis Global untuk Menghadapi Risiko Kecerdasan Buatan

Rabu, 23 Sep 2026 - 05:51 WIB

Warga sekitar menolak kelanjutan proyek panas bumi Gunung Ungaran karena khawatir mengancam lingkungan dan sumber air.

Viral

Warga Menolak, Proyek Panas Bumi Ungaran Berlanjut

Rabu, 23 Sep 2026 - 05:48 WIB

error: Content is protected !!