Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT] – “Gantikan adikmu menikah! Atau saya akan membuat lisensi dokter-mu dicabut dengan berbagai macam cara.
Ingat! Kamu cuma anak yang lahir dari rahim perempuan jalang yang terpaksa saya biarkan hidup!”
Dia bahkan tidak mau aku memanggilnya Ayah, dan sekarang minta aku berkorban untuk anak kesayangannya?
Happy Reading!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hujan turun deras di luar jendela, menciptakan irama sendu yang mengiringi kepulangan Kinan Agelista malam itu. Ia berjalan cepat melewati lorong rumah sakit, langkahnya mantap meski pikirannya dipenuhi kelelahan.
Sejak pagi, ia sudah menangani berbagai pasien, menghadapi kasus-kasus sulit, dan menelan hinaan dari beberapa senior yang menganggapnya tidak cukup kompeten hanya karena usianya yang masih muda.
Namun, semua itu bukan apa-apa dibandingkan luka yang sudah bertahun-tahun menghuni hatinya. Luka yang ditinggalkan oleh keluarganya sendiri.
Begitu tiba di apartemennya, Kinan melepas jas dokternya dan menggantungkannya di balik pintu. Baru saja ia hendak merebahkan diri di sofa, ponselnya bergetar di atas meja. Sekilas, ia ingin mengabaikannya, tetapi ketika melihat nama yang tertera di layar, hatinya mencelos.
Ayah.
Pria itu jarang sekali menghubunginya. Bahkan, terakhir kali mereka bertemu, sang ayah lebih memilih diam dan membiarkan istri serta anak-anaknya mempermalukan Kinan di depan para tamu dalam sebuah acara keluarga.
Jemarinya ragu saat menyentuh layar, tetapi akhirnya ia menyeret ikon hijau dan menjawab panggilan itu.
“Assalamualaikum,” sapa Kinan, suaranya sedikit bergetar.
“Waalaikumsalam, Kinan,” suara berat itu terdengar di seberang. Tak ada sapaan, tak ada basa-basi. Hanya namanya yang disebut, dingin dan tanpa emosi.
“Ya, ada apa?” Kinan berusaha terdengar netral, tetapi di dalam hatinya, ia bisa merasakan firasat buruk menggelayuti pikirannya.
“Saya butuh bantuan kamu,” ujar ayahnya.
Kinan mengernyit. Sejak kapan pria itu meminta bantuannya? Selama ini, yang ia dapatkan hanyalah permusuhan dan tatapan jijik dari keluarganya.
“Bantuan apa?” tanyanya hati-hati.
Ayahnya menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata, “Besok pagi, kamu harus menikah.”
Dunia Kinan seakan berhenti berputar. Jantungnya berdegup keras, telapak tangannya tiba-tiba dingin.
“Apa?” suaranya nyaris bergetar, tak yakin apakah ia mendengar dengan benar.
“Kamu harus menggantikan Keyla.”
![BACA NOVEL : SUAMIKU, TENTARA DINGIN! [TAMAT] BACA NOVEL : SUAMIKU, TENTARA DINGIN! [TAMAT]](https://www.redaksiku.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-16-at-18.37.39-255x380-1-2-201x300.webp)
“Saya tidak mengerti,” Kinan berusaha tetap tenang. “Kenapa saya harus menggantikan Keyla?”
“Dia kabur,” jawab ayahnya singkat.
Kinan ingin tertawa, tetapi yang keluar dari bibirnya hanya desahan tak percaya. Ini bukan lelucon, bukan mimpi buruk yang bisa hilang begitu saja saat ia membuka mata.
“Jadi karena putri kesayangan Anda kabur, Anda ingin menjadikan saya tumbal?” suaranya tajam, menahan amarah yang mendidih di dadanya.
“Kinan, dengarkan saya baik-baik,” suara ayahnya lebih rendah, tetapi ada ketegasan di dalamnya. “Pernikahan ini bukan hanya tentang Keyla. Ini tentang kehormatan keluarga kita. Jika acara ini dibatalkan, harga diri kita akan hancur di mata semua orang.”
“Sejak kapan saya menjadi bagian dari keluarga Anda?” tawa sinis lolos dari bibir Kinan. “Bukankah selama ini saya hanyalah aib yang ingin kalian kubur? Lihat lah, saya saja tidak Anda izinkan memanggil Anda Ayah dari dulu.”
“Kinan!” suara ayahnya meninggi, kali ini disertai nada perintah. “Kamu tahu betapa sulitnya hidup saya selama ini karena kehadiran kamu. Tapi saya tidak pernah mengusir kamu dari rumah, bukan? Saya bahkan membiarkan kamu bergabung di dalam kartu keluarga kami dan juga membiayai kamu sekolah kedokteran hingga bisa sukses seperti ini. Meskipun”
“Meskipun saya anak dari seorang wanita penghibur?” potong Kinan tajam.
Ayahnya terdiam di seberang telepon, tetapi Kinan bisa merasakan napas berat yang terdengar samar.
“Saya tidak akan menikah,” ucap Kinan akhirnya. “Apapun alasannya, saya bukan boneka yang bisa kalian paksa menggantikan Keyla hanya karena dia kabur.”
“Kinan”
“Saya sudah cukup sabar selama ini,” potong Kinan lagi. “Sejak kecil, saya dihina, dicaci, diperlakukan seperti sampah oleh keluarga Anda. Saya bertahan, saya berjuang sendiri tanpa meminta bantuan siapapun. Dan sekarang, setelah kalian kehabisan pilihan, saya tiba-tiba menjadi berharga dimata kalian?”
Sebuah tawa sinis lolos dari bibirnya. “Ironis sekali, bukan?”
“Kinan, kamu tidak mengerti,” suara ayahnya lebih pelan, tetapi masih membawa nada perintah yang sama.
“Benar. Saya tidak mengerti dan tidak ingin mengerti,” balas Kinan tajam. “Saya lelah. Saya sudah selesai dengan semua ini.”
Di seberang telepon, suara ayahnya terdengar dingin ketika mendengarkan jawaban Kinan.
“Baiklah, berpura-puralah tidak mengerti sampai karier kamu hancur di tangan saya. Kamu pikir bisa terus berdiri tanpa saya? Kamu sudah dibuang oleh ibumu kepada saya, dan setelah kamu menolak perintah ini, kamu benar-benar tidak akan berharga lagi.”
Penulis : Istri_V
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Istri_V
Halaman : 1 2 Selanjutnya






