Ketua ormas di Blora kembali menjadi sorotan publik setelah salah satu petingginya diamankan aparat kepolisian dalam Operasi Aman Candi 2025.
Penangkapan dilakukan terhadap Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Blora berinisial MJ karena diduga terlibat dalam aksi penipuan dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kejadian ini menjadi bukti bahwa penyalahgunaan posisi dalam organisasi kemasyarakatan bisa merusak kepercayaan publik dan menjerat korban dalam jebakan bisnis fiktif.
Kronologi Penangkapan Ketua Ormas di Blora

MJ dicokok oleh Tim Satgas Anti Premanisme yang tergabung dalam Operasi Aman Candi 2025 pada Sabtu, 17 Mei 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penangkapan ini dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum terhadap tindak kriminal berkedok organisasi.
Menurut Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio, pelaku menjanjikan kerja sama pengadaan solar industri dengan mengaku sebagai Humas perusahaan besar.
Ketua dari ormas Pemuda Pancasila tersebut diduga kuat menyalahgunakan jabatannya untuk meyakinkan korban bernama WA, warga Kradenan, Blora.
Korban dijanjikan pengiriman solar dalam jumlah besar asal mampu memberikan uang deposit sebagai bagian dari kerja sama bisnis.
Namun belakangan terungkap bahwa perusahaan yang diklaim menjadi mitra bisnis itu telah berhenti beroperasi sejak pertengahan 2022.
Lebih parahnya lagi, Ketua dari ormas Pemuda Pancasila ini juga mengaku punya koneksi langsung dengan jajaran komisaris perusahaan tersebut, demi memperkuat keyakinan korban.
Dengan mulusnya strategi manipulatif tersebut, korban akhirnya menyerahkan uang lebih dari Rp 333 juta dengan harapan mendapat solar industri secara berkala.
Sayangnya, hingga batas waktu yang dijanjikan, tidak ada pengiriman barang sedikit pun, dan komunikasi dengan pelaku pun mulai terputus.
Modus Ketua Ormas Kelabui Korban
Sebagai Ketua dari ormas Pemuda Pancasila di wilayah Blora, MJ memiliki pengaruh sosial yang tidak kecil di kalangan masyarakat lokal.
Statusnya membuat banyak orang percaya dengan tawaran bisnis yang disampaikan, apalagi ia menyatakan dirinya sebagai bagian dari perusahaan besar.
Namun sayangnya, kekuasaan tersebut justru dimanfaatkan untuk melancarkan tipu daya terhadap warga sipil yang percaya begitu saja.
Dengan gaya bicara meyakinkan dan relasi yang diklaim luas, ketua ormas ini berhasil membangun skenario bisnis fiktif.
Korban pun tergiur dengan janji pengiriman solar lancar yang bisa menunjang kegiatan usaha mereka.
Padahal, seluruh pernyataan pelaku tidak didukung dokumen resmi atau bukti pengiriman yang valid.
Penegak hukum mengungkap bahwa pelaku tidak bekerja sendirian dalam menjalankan skema ini.
Ada pihak lain yang turut membantunya menyusun rencana penipuan, termasuk meyakinkan korban bahwa proyek tersebut legal dan menguntungkan.
Kepolisian menyatakan bahwa pihak-pihak tersebut juga tengah dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
Polda Jawa Tengah Menindak Tegas Ketua Ormas di Blora
Penangkapan ketua ormas ini membawa pesan kuat dari Polda Jawa Tengah bahwa tidak ada tempat bagi premanisme atau penyimpangan hukum, sekalipun di balik seragam organisasi.
Kombes Pol Dwi Subagio menegaskan, siapa pun yang terbukti melakukan kejahatan akan ditindak tegas tanpa pandang bulu, termasuk dari kalangan ormas.
Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik tipu daya yang melibatkan figur berpengaruh.
Penindakan terhadap ketua ormas ini tidak hanya sebagai penyelesaian kasus pidana, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membersihkan ormas dari oknum yang menyalahgunakan kekuasaan.
Polisi pun mengimbau agar seluruh organisasi kemasyarakatan menjalankan fungsi sosialnya dengan transparansi dan integritas.
Ketua ormas seharusnya menjadi pelindung dan penggerak kemajuan, bukan pelaku kejahatan yang justru mencoreng nama baik komunitasnya.
Ketua ormas MJ kini telah dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan serta Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.
Ancaman hukuman maksimal yang menantinya adalah empat tahun penjara.
Saat ini ia telah ditahan dan masih dalam proses pendalaman lebih lanjut untuk menggali kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Peristiwa ini menyadarkan banyak pihak bahwa jabatan dalam ormas bukan jaminan kejujuran.
Ketua ormas seharusnya menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, bukan sebaliknya menjebak mereka dalam skenario bisnis palsu.
Masyarakat pun diminta untuk lebih kritis dan tidak mudah tergiur oleh tawaran yang terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan.
Terutama bila tawaran bisnis itu datang dari ketua ormas atau figur publik, maka penting untuk melakukan pengecekan latar belakang terlebih dahulu.
Jangan sampai reputasi ormas yang baik justru ternoda oleh satu atau dua oknum yang menyimpang.
Pihak kepolisian pun mengajak masyarakat melapor jika mengalami tindakan serupa dari siapa pun, termasuk dari ketua ormas di wilayah masing-masing.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






