Redaksiku.com Dewasa ini ada banyak sekali ganguan mental yang terjadi. Gangguan ini seringkali disebut sebagai gangguan jiwa yang berdampak negatif pada emosi, perilaku, dan pola pikir seseorang.
Penderita gangguan jiwa ini perlu mendapatkan dukungan dan pengobatan yang tepat. Sehingga, rasa trauma yang dialami bisa sembuh dengan tepat. Nah, untuk itu kamu perlu mengetahui apa saja varian gangguan kesehatan mental sebagai berikut!
Jenis-Jenis Gangguan Mental
Secara umum, beberapa gangguan penyakit mental yang sering alami sejak usia remaja adalah sebagai berikut ini.
1. Gangguan Mood
Mood swing atau gangguan mood ini merupakan gangguan mental yang sering dialami dalam diri seseorang. Pada gangguan ini biasanya akan melibatkan perasaan dalam jangka waktu yang panjang. Penderita gangguan mood ini memungkinkan mengalami perubahan perasaan yang signifikan. Seperti bipolar, depresi, dan siklotimik.
Gangguan mood ini bisa dialami oleh siapa saja baik wanita maupun pria. Biasanya gangguan mood yang banyak dialami adalah depresi dengan gejala tertentu. Mulai dari tubuh yang tidak bertenaga, rasa nyeri yang timbul, selera makan menurun, pusing, dan kelelahan secara berlebihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Gangguan Skizofrenia
Gangguan mental yang satu ini akan muncul ketika kamu memasuki usia remaja akhir. Penderita skizofrenia tidak bisa membedakan antara halusinasi dan kenyataan. Pada beberapa kasus, penderitanya bisa mendengar suara-suara maupun hal-hal aneh yang bisa mengganggu kehidupan.
Gangguan skizofrenia sering mengalami kesulitan dalam berpikir, halusinasi, dan delusi. Hal inilah yang menyebabkan adanya perubahan pada perilaku. Sehingga, penderita tidak bisa bersosialisasi dengan benar. Faktor resiko skizofrenia ini bisa disebabkan dari pengaruh lingkungan sekitar dan riwayat penyakit dari keluarga.
3. Gangguan Kecemasan
Gangguan mental berikutnya adalah gangguan kecemasan. Pada gangguan ini seseorang akan memberikan respons yang berlebihan terhadap sesuatu. Dalam artian kekhawatiran, ketakutan, dan berkeinginan untuk mengakhiri hidup. Gangguan kecemasan ini hampir ditemukan pada setiap orang sebagai penyakit mental yang umum.
Gangguan kecemasan ini lebih banyak dialami oleh wanita yang usianya lebih dari 30 tahun. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan jika pria juga bisa mengalaminya. Penyakit mental kecemasan ini bisa disebabkan karena adanya faktor keturunan atau trauma secara psikologis. Ciri-ciri gangguan kecemasan adalah merasa takut, gelisah, tegang, uring-uringan, insomnia, dan cemas yang berlebihan.
4. Gangguan Makan

Selain gangguan kecemasan, gangguan makan termasuk ke dalam salah satu jenis gangguan mental lho. Pasalnya, penyakit ini erat kaitannya dengan kondisi psikologi seseorang. Gejala umum dari gangguan makan ini adalah seseorang akan mengkonsumsi makanan dalam porsi yang besar. Hal inilah yang menyebabkan penderitanya mengalami kenaikan berat badan.
Pada beberapa kasus yang pernah terjadi, penderita gangguan makan juga tidak berkeinginan untuk mengkonsumsi makanan. Bahkan, yang lebih parahnya lagi bisa memuntahkan makanan yang sudah ditelan. Adapun beberapa istilah gangguan makan secara umum meliputi anoreksia, emosional eating, dan bulimia.
5. Gangguan Kepribadian
Seseorang dengan gangguan kepribadian ini sering disebut dengan OCPD (obsessive compulsive personality disorder). Istilah lainnya yang populer yaitu (BPD) borderline personality disorder dan NPD (narsisistik personality disorder). Penderita penyakit kepribadian ini mempunyai kepribadian yang tidak normal. Sehingga, membuat penderitanya sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Jika kamu mengalami gangguan kepribadian ini tentunya tidak menyadari aadanya pola perilaku. Namun, orang lain bisa melihat perubahan karakter, pola pikir, dan tingkah laku penderitanya. Usia remaja dan orang dewasa rentan mengalami gangguan kesehatan mental yang satu ini.
6. Gangguan Psikotik
Gangguan mental yang tidak kalah penting untuk di ketahui yaitu gangguan psikotik. Gejala yang ditimbulkan dari gangguan ini adalah delusi, halusinasi, dan terganggunya kesadaran. Hampir mirip dengan skizofrenia, penderita gangguan psikotik ini juga tidak bisa membedakan realitas dan halusinasi.
Seperti bayangan, suara, dan objek yang sebenarnya tidak ada tapi menurut penderitanya ada. Pada dasarnya, penyakit ini menyebabkan penderitanya merasa kelelahan secara mental maupun fisik. Hal ini karena adanya neurotransmiter atau zat kimia yang terganggu di dalam otak.
7. Gangguan Kontrol Implus
Gangguan kontrol implus merupakan salah satu gangguan mental yang perlu diwaspadai. Gangguan psikologis ini menyebabkan penderitanya mengalami tingkah laku atau perbuatan yang agresif. Bahkan, membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam mengontrol tingkah laku maupun emosi.
Ciri-ciri adanya gangguan kontrol implus meliputi mudah gelisah, sulit fokus, suka berbohong, mudah tersinggung, dan suka mencuri. Faktor resiko yang menyebabkan meningkatnya gangguan kontrol impuls yaitu korban trauma, pernah mengalami kekerasan, dan memakai narkoba.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






