10 Tanda-tanda Cacingan pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

cacingan

cute worm pink color icon

10 Tanda-tanda Cacingan pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

Cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering dialami masyarakat, terutama di daerah tropis seperti Indonesia.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing parasit yang hidup di usus manusia, misalnya cacing gelang, cacing pita, cacing tambang, atau cacing kremi.

Meski sering dikaitkan dengan anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami cacingan jika tidak menjaga kebersihan diri dan makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut bisa menimbulkan gejala ringan hingga serius, tergantung jenis cacing yang menginfeksi dan seberapa parah kondisinya.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda cacingan pada manusia agar bisa segera diatasi sebelum menimbulkan komplikasi berbahaya.

10 tanda umum yang sering muncul pada penderita cacingan.

  1. Perut Kembung dan Nyeri Perut

Salah satu tanda paling umum dari cacingan adalah perut terasa kembung, penuh gas, atau sering nyeri. Cacing yang hidup di usus dapat mengiritasi dinding usus, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Gejala ini bisa datang dan pergi, terutama setelah makan.

  1. Nafsu Makan Menurun atau Justru Meningkat

Cacing bisa menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi. Akibatnya, ada orang yang mengalami penurunan nafsu makan karena tubuh terasa lemas. Namun pada sebagian kasus, penderita justru mengalami peningkatan nafsu makan berlebihan karena tubuh “merasa” kekurangan gizi akibat dirampas oleh cacing.

  1. Berat Badan Turun Tanpa Sebab Jelas

Jika seseorang mengalami penurunan berat badan meski tidak sedang diet, hal ini bisa menjadi tanda cacingan. Kehilangan berat badan terjadi karena nutrisi makanan diambil oleh cacing sebelum diserap oleh tubuh.

  1. Anemia atau Kekurangan Darah

Beberapa jenis cacing, seperti cacing tambang, dapat menghisap darah dari dinding usus. Hal ini menyebabkan penderita cacingan mengalami anemia. Gejalanya meliputi pucat, mudah lelah, pusing, hingga sesak napas ringan.

  1. Gatal di Sekitar Anus, Terutama Malam Hari

Tanda khas cacingan akibat cacing kremi adalah gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari. Hal ini terjadi karena cacing betina keluar dari anus untuk bertelur. Gejala ini bisa membuat penderita sulit tidur dan sering menggaruk bagian anus.

  1. Diare atau Konstipasi

Cacingan bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare berulang atau justru sembelit. Kondisi ini muncul akibat iritasi pada saluran pencernaan atau karena cacing menyumbat usus. Jika berlangsung lama, penderita bisa mengalami dehidrasi.

  1. Tubuh Mudah Lemas dan Kurang Energi

Karena nutrisi tubuh diambil oleh cacing, penderita cacingan sering merasa cepat lelah, lemas, dan kurang bertenaga. Kondisi ini bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

  1. Batuk Kronis atau Sesak Napas

Beberapa jenis cacing, seperti cacing gelang, bisa bermigrasi melalui paru-paru sebelum mencapai usus. Hal ini dapat menimbulkan gejala batuk kronis, mengi, atau sesak napas seperti asma. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan.

  1. Sulit Tidur dan Gelisah

Rasa gatal pada anus di malam hari dan gangguan pencernaan sering membuat penderita cacingan sulit tidur nyenyak. Anak-anak biasanya menjadi lebih rewel, gelisah, atau mengompol. Pada orang dewasa, kualitas tidur yang buruk bisa menurunkan produktivitas sehari-hari.

  1. Muncul Cacing pada Feses

Tanda cacingan yang paling jelas adalah adanya cacing atau potongan cacing pada feses. Terkadang cacing terlihat bergerak, terutama pada kasus infeksi cacing kremi atau cacing pita. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Faktor Risiko

Selain tanda-tanda di atas, penting juga memahami siapa saja yang berisiko tinggi terkena cacingan. Beberapa faktor risiko antara lain:

  • Kurang menjaga kebersihan diri, seperti jarang mencuci tangan.
  • Sering makan makanan mentah atau setengah matang.
  • Tidak mencuci sayuran atau buah dengan bersih.
  • Tidak memakai alas kaki di tanah yang terkontaminasi.
  • Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk.

Cara Mencegahnya

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah sederhana untuk mencegah cacingan:

  1. Rajin mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet.
  2. Masak daging dan ikan hingga matang.
  3. Cuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
  4. Gunakan alas kaki saat bepergian, terutama di tanah atau pasir.
  5. Rutin membersihkan kuku agar tidak menjadi sarang telur cacing.
  6. Lakukan pemeriksaan kesehatan berkala dan konsumsi obat cacing sesuai anjuran dokter atau program kesehatan.

Bukan hanya penyakit sepele. Jika dibiarkan, infeksi cacing bisa menyebabkan kekurangan gizi, anemia, bahkan gangguan pertumbuhan pada anak-anak. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda cacingan pada manusia sejak dini, seperti gatal di anus, penurunan berat badan, perut kembung, hingga adanya cacing pada feses.

Dengan menjaga kebersihan, pola makan sehat, serta rutin melakukan pencegahan, risiko cacingan dapat dikurangi secara signifikan. Jika sudah terlanjur terinfeksi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

 Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petranesian Business and Education Fair 2026 di Surabaya
Menteri Hukum Luncurkan Aplikasi PASTI Berbasis AI untuk Pangkas Aturan
Ozempic, Wegovy, dan Tirzepatide: Manfaat, Tren, dan Keamanan
Review Tropicana Slim Low Fat Milk Korean Strawberry dengan Kolagen
HUT ke-21 HIMPAUDI, Wabup Mojokerto Tekankan Peran Strategis Guru PAUD
Mahasiswa KKN UNS Ajak Warga Tegalgondo Terapkan Pola Hidup Sehat
Universitas Ciputra Buka Apple Developer Institute untuk AI
Waspada ISPA dan DBD Saat Pancaroba di Tarakan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 13:21 WIB

Petranesian Business and Education Fair 2026 di Surabaya

Jumat, 18 September 2026 - 03:32 WIB

Menteri Hukum Luncurkan Aplikasi PASTI Berbasis AI untuk Pangkas Aturan

Kamis, 17 September 2026 - 21:03 WIB

Ozempic, Wegovy, dan Tirzepatide: Manfaat, Tren, dan Keamanan

Kamis, 17 September 2026 - 20:13 WIB

Review Tropicana Slim Low Fat Milk Korean Strawberry dengan Kolagen

Kamis, 17 September 2026 - 11:59 WIB

HUT ke-21 HIMPAUDI, Wabup Mojokerto Tekankan Peran Strategis Guru PAUD

Berita Terbaru

error: Content is protected !!