Waspada! Fenomena ‘Worm Moon’ Berpotensi Sebabkan Banjir Rob di Pesisir Indonesia hingga Akhir Maret 2025!

- Penulis

Kamis, 13 Maret 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Worm Moon

Source: The Profile

Fenomena ‘Worm Moon’ Berpotensi Sebabkan Banjir Rob.

Apa Itu Worm Moon yang akan terjadi di Indonesia hingga akhir Maret 2025? Ini dia pengertiannya.

Fenomena langit selalu menarik perhatian, terutama jika berdampak langsung pada kehidupan di Bumi.

Salah satu fenomena yang sedang menjadi sorotan adalah “Worm Moon”, bulan purnama yang terjadi pada Maret dan bertepatan dengan fase bulan perigee serta gerhana bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa kombinasi fenomena ini dapat memicu banjir rob di berbagai kawasan pesisir Indonesia hingga akhir Maret 2025.

Apa Itu Worm Moon?

“Worm Moon” adalah nama tradisional untuk bulan purnama di bulan Maret, yang berasal dari kebiasaan suku asli Amerika yang mengaitkannya dengan munculnya cacing tanah di awal musim semi. Namun, pada 2025, Worm Moon menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan dua fenomena langit lainnya:

  • Fase Bulan Perigee: Ketika Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi dalam orbitnya, sehingga terlihat lebih besar dan lebih terang.
  • Gerhana Bulan: Fenomena ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, membuat cahaya Matahari ke Bulan terhalang sebagian atau seluruhnya.

Kombinasi dua faktor ini memperkuat efek gravitasi Bulan terhadap pasang surut air laut, meningkatkan risiko banjir rob di pesisir.

Kapan Worm Moon Terjadi?

BMKG memprediksi Worm Moon akan berlangsung pada 14 dan 29 Maret 2025. Pada periode ini, ketinggian pasang air laut mencapai puncaknya, meningkatkan potensi banjir rob di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Wilayah yang Berpotensi Terkena Banjir Rob

Berdasarkan data BMKG, wilayah pesisir berikut berpotensi mengalami banjir rob:

Sumatera

  • Sumatera Utara (Belawan)
  • Kepulauan Riau (Batam, Dabo Singkep, Karimun, Bintan, Tanjung Pinang)
  • Sumatera Barat (Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Painan)
  • Jambi (Selatan Berhala)
  • Lampung (Bandar Lampung)

Jawa

  • Banten (Tangerang Utara, Selat Sunda, Pandeglang, Lebak)
  • Jakarta (Kemal Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok)
  • Jawa Barat (Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon)
  • Jawa Tengah (Semarang, Demak, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang)

Kalimantan

  • Kalimantan Timur (Balikpapan Barat, Balikpapan Timur)
  • Kalimantan Selatan (Kotabaru, Muara Sungai Barito)
  • Kalimantan Tengah (Selatan Kotawaringin Barat)
  • Kalimantan Barat (Pontianak)

Sulawesi dan Maluku

  • Sulawesi Utara (Kepulauan Sangihe, Talaud)
  • Maluku (Maluku Tengah, Saumlaki, Kai, Aru, Seram Timur, Ambon)
  • Maluku Utara (Morotai, Tobelo, Loloda, Wasile, Patani, Gabe)

Mengapa Worm Moon Bisa Menyebabkan Banjir Rob?

Fenomena ini berkaitan dengan gaya tarik gravitasi Bulan dan Matahari terhadap air laut. Saat Bulan berada di posisi perigee dan sejajar dengan Matahari serta Bumi (gerhana bulan), gravitasi gabungan ini memperkuat pasang maksimum.

Faktor utama yang menyebabkan kenaikan air laut saat fenomena ini terjadi:

  1. Sejajarnya Matahari, Bumi, dan Bulan †’ Memperbesar gaya tarik gravitasi terhadap air laut.
  2. Bulan berada di titik perigee †’ Kedekatan Bulan dengan Bumi memperkuat efek pasangnya.
  3. Bulan purnama †’ Fase ini secara alami sudah meningkatkan pasang air laut.

Dampak yang Dapat Terjadi

Meningkatnya tinggi permukaan air laut akibat fenomena ini dapat berdampak serius bagi masyarakat pesisir, antara lain:

  • Banjir rob yang menggenangi permukiman dan menghambat aktivitas warga.
  • Kerusakan infrastruktur pesisir, termasuk jalan dan pelabuhan.
  • Gangguan aktivitas nelayan, khususnya saat berlabuh dan menangkap ikan.
  • Keterlambatan operasional pelabuhan, karena pasang tinggi dapat memengaruhi bongkar muat barang serta pergerakan kapal.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengantisipasi?

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah pesisir untuk:

  • Memantau informasi terbaru dari BMKG terkait prediksi pasang surut air laut.
  • Mengamankan barang-barang penting dari risiko terkena banjir rob.
  • Menghindari aktivitas di pesisir pada saat puncak pasang maksimum.
  • Bagi nelayan, memastikan kondisi cuaca sebelum melaut.

Fenomena Worm Moon yang terjadi pada 14 dan 29 Maret 2025 berpotensi meningkatkan pasang air laut dan menyebabkan banjir rob di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Faktor utama yang memengaruhi fenomena ini adalah gerhana bulan, fase bulan perigee, dan sejajarnya Matahari-Bulan-Bumi.

Masyarakat di daerah pesisir diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Artis Indonesia yang Terampil Memperbaiki Rumah Sendiri
Lowongan Kerja PT HM Sampoerna September 2026 untuk Lulusan Baru
Oppo Beri Sinyal Peluncuran Smartphone K14 Plus di India
Anthropic Buka Laboratorium Riset Biologi Fisik di San Francisco
Alasan Larry Ellison Batalkan Penjualan Saham Oracle Terungkap
Harga dan Ketersediaan BYD Atto 2 di Indonesia, Apakah Masuk?
Fadli Zon Temui Dirjen WIPO, Perkuat Perlindungan Budaya RI
Bahlil Batasi Kuota Produksi INCO Hanya 30 Persen dari RKAB

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:00 WIB

3 Artis Indonesia yang Terampil Memperbaiki Rumah Sendiri

Sabtu, 19 September 2026 - 00:48 WIB

Lowongan Kerja PT HM Sampoerna September 2026 untuk Lulusan Baru

Sabtu, 19 September 2026 - 00:36 WIB

Oppo Beri Sinyal Peluncuran Smartphone K14 Plus di India

Sabtu, 19 September 2026 - 00:34 WIB

Anthropic Buka Laboratorium Riset Biologi Fisik di San Francisco

Sabtu, 19 September 2026 - 00:12 WIB

Alasan Larry Ellison Batalkan Penjualan Saham Oracle Terungkap

Berita Terbaru

error: Content is protected !!