Langkah mengejutkan datang dari Gojek dan Grab pasca tragedi yang merenggut nyawa seorang driver ojol, Affan Kurniawan.
Kedua perusahaan ride-hailing terbesar di Indonesia itu serentak mengubah logo mereka menjadi hitam di berbagai platform digital, mulai dari Instagram hingga X (Twitter), Jumat (29/8/2025).
Biasanya identik dengan warna hijau, kali ini logo monokrom menjadi simbol duka mendalam sekaligus bentuk solidaritas bagi seluruh komunitas pengemudi ojek online di Indonesia.
Aksi ini sontak menarik perhatian publik karena tidak hanya menjadi ekspresi kehilangan, tetapi juga menegaskan bahwa Gojek dan Grab berdiri di samping mitra mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah riuhnya kritik masyarakat terhadap aparat akibat insiden di Pejompongan, langkah dua perusahaan besar ini justru dianggap memberikan ruang penghormatan yang tulus dan menyentuh hati.
Bagi banyak netizen, perubahan logo bukan sekadar simbol visual, tetapi pesan kuat bahwa nyawa seorang mitra driver sangat berharga.
Bukan hanya keluarga korban yang berduka, melainkan seluruh ekosistem ojol yang kini merasa kehilangan sosok Affan.
Melalui pernyataan resminya, Gojek dan Grab menegaskan komitmen mereka untuk tidak meninggalkan keluarga korban sendirian.
Pesan itu memperlihatkan bahwa perusahaan bukan sekadar entitas bisnis, tetapi juga komunitas besar yang menjunjung kebersamaan dan kepedulian.
Di sisi lain, tragedi ini juga membuka diskusi besar soal keamanan kerja mitra ojol. Publik bertanya-tanya, bagaimana nasib ribuan pengemudi lain yang setiap hari berjuang di jalanan, terutama ketika situasi sosial politik di ibu kota memanas.
Solidaritas Gojek dan Grab Lewat Logo Hitam
Keputusan Gojek dan Grab mengubah logo mereka menjadi hitam dipandang sebagai langkah simbolis yang sarat makna.
Warna hitam dalam budaya modern sering dimaknai sebagai tanda duka, kesedihan, dan penghormatan terakhir. Dengan menampilkan logo hitam di media sosial, kedua perusahaan ingin menyampaikan pesan: Kami bersama mitra kami, dalam suka maupun duka.
Publik menilai keputusan itu tepat, karena menunjukkan keberpihakan perusahaan kepada para pengemudi yang menjadi tulang punggung layanan. Keberadaan logo hitam tersebut langsung viral dan banyak dibagikan ulang oleh netizen, bahkan masuk menjadi perbincangan trending di X.
Selain itu, logo hitam menjadi cara efektif untuk membangun empati kolektif. Banyak pelanggan Gojek dan Grab yang mengaku tersentuh dengan aksi ini, karena mereka juga merasa bagian dari keluarga besar layanan ride-hailing tersebut.
Solidaritas ini membuktikan bahwa Gojek dan Grab memahami betul nilai emosional dalam menjaga hubungan dengan mitra mereka, tidak hanya sekadar soal insentif dan bonus.
Pernyataan Resmi Gojek: Dukungan Penuh untuk Keluarga Affan
Dalam unggahan resminya, manajemen Gojek menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan. Mereka menegaskan bahwa Affan bukan sekadar pengemudi, tetapi bagian dari keluarga besar Gojek yang turut membangun perjalanan perusahaan.
Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kesedihan keluarga besar Gojek & GoTo atas kepergian Mitra Driver kami, Alm. Affan Kurniawan, tulis manajemen dalam unggahan tersebut.
Gojek berjanji untuk mendampingi keluarga korban agar tidak merasa sendirian menghadapi situasi sulit ini. Bentuk dukungan tidak hanya berupa bantuan moral, tetapi juga jaminan pendampingan penuh sehingga keluarga dapat melewati masa duka dengan lebih kuat.
Pesan Selamat jalan, Affan. Terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga besar Gojek kemudian menyebar luas dan menjadi kutipan emosional di media sosial.
Respons Grab: Santunan dan Dukungan untuk Mitra Driver
Sikap serupa ditunjukkan oleh Grab Indonesia yang juga menyampaikan belasungkawa mendalam. Perusahaan memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga Affan serta bantuan penuh kepada pengemudi lain yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut, yakni Moh Umar Amarudin.
Fokus utama kami saat ini adalah memberikan dukungan sepenuhnya bagi para rekan pengemudi serta keluarga yang terdampak, jelas Tirza R. Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia.
Grab menegaskan bahwa setiap mitra driver adalah bagian penting dari keluarga besar mereka. Tidak hanya sekadar pekerja, tetapi bagian dari komunitas yang saling menguatkan.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Gojek dan Grab memiliki visi yang sama: menempatkan mitra driver di pusat perhatian, terutama ketika terjadi tragedi.
Publik pun memberikan apresiasi terhadap Grab yang cepat tanggap dalam memberikan santunan, karena langkah ini memberikan kepastian kepada keluarga korban bahwa mereka tidak dibiarkan berjuang sendirian.
Makna Besar di Balik Aksi Gojek dan Grab
Banyak pengamat menilai, aksi Gojek dan Grab bukan hanya soal duka cita, tetapi juga sebuah pesan moral. Perusahaan besar yang memiliki jutaan mitra berani menunjukkan keberpihakan kepada korban dan keluarganya, di saat isu mengenai tanggung jawab aparat masih menjadi polemik.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






