Tragis! Staff Kejari Simalungun Tewas Hanyut Saat Kejar Kepala Desa Berkasus yang Lompat ke Sungai, 1 Korban Lainnya Masih Hilang

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Berikut adalah kronologi lengkap staff Kejari Simalungun hanyut saat kejar kepala desa yang melarikan diri. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi. Berikut adalah kronologi lengkap staff Kejari Simalungun hanyut saat kejar kepala desa yang melarikan diri. (Foto: Pixabay)

Peristiwa menyedihkan terjadi di Sungai Silau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yang melibatkan seorang staff Kejari Simalungun.

Reynanda Primta Ginting, calon jaksa muda yang baru bergabung, tewas setelah terseret arus saat menjalankan tugas pengejaran terhadap kepala desa berstatus tersangka.

Insiden tersebut terjadi ketika tersangka melompat ke sungai untuk menghindari penangkapan, dan Reynanda bersama seorang warga berusaha mengejarnya.

Tragisnya, arus deras membuat keduanya hanyut, dan hanya jenazah Reynanda yang berhasil ditemukan sejauh tiga kilometer dari titik awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini memicu perhatian publik terhadap risiko besar yang dihadapi para penegak hukum saat melaksanakan tugas lapangan.

Kronologi Staff Kejari Simalungun Hanyut Saat Pengejaran Kepala Desa Berstatus Tersangka

Tragis! Staff Kejari Simalungun Tewas Hanyut Saat Kejar Kepala Desa Berkasus yang Lompat ke Sungai, 1 Korban Lainnya Masih Hilang
Tragis! Staff Kejari Simalungun Tewas Hanyut Saat Kejar Kepala Desa Berkasus yang Lompat ke Sungai, 1 Korban Lainnya Masih Hilang

Kejadian bermula saat melakukan upaya paksa terhadap Kepala Desa Banjar Hulu bernama Kardianto.Kepala Desa Banjar Hulu, staff Kejari Simalungun, Reynanda Ginting

Tersangka yang diduga terlibat kasus korupsi tengah berada di sebuah kafe dekat sungai di wilayah Kisaran Timur, Asahan.

Mengetahui dirinya akan diamankan, Kardianto nekat melarikan diri dengan cara melompat ke Sungai Silau yang berada tak jauh dari lokasi.

Reynanda Ginting, staff Kejari Simalungun, yang saat itu bertugas dalam tim Pidana Khusus (Pidsus), spontan mengejar tersangka bersama seorang warga bernama Fahri.

Namun, pengejaran tersebut berakhir tragis karena derasnya arus sungai menyeret tubuh keduanya ke arah hilir.

Menurut informasi dari saksi di lokasi, staff Kejari Simalungun itu sempat mencoba menyelamatkan Fahri yang mulai kelelahan di tengah arus.

Namun karena sama-sama tak kuat melawan derasnya air, keduanya akhirnya hanyut dan hilang dari pandangan warga sekitar.

Pihak kepolisian setempat langsung melakukan koordinasi bersama Basarnas, BPBD, TNI, dan Kejari Asahan untuk melakukan pencarian korban.

Keesokan harinya, jasad staff Kejari Simalungun, Reynanda ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara Fahri hingga kini masih belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian pun terus dilanjutkan dengan harapan bisa segera menemukan satu korban lagi yang masih hilang.

Profil Staff Kejari Simalungun yang Gugur Saat Menjalankan Tugas

Reynanda Primta Ginting adalah sosok muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan hukum dan bergabung sebagai calon jaksa di Kejari Simalungun.

Ia merupakan lulusan tahun 2025 dan langsung dipercaya untuk mendampingi tim Pidsus dalam menangani kasus penting.

Kasi Intelijen Kejari Simalungun, Edison Sumitro Situmorang, menyebut bahwa Reynanda dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan penuh semangat.

Meski statusnya masih calon jaksa, ia sudah menunjukkan loyalitas tinggi terhadap institusi serta memiliki komitmen besar dalam menegakkan hukum.

Reynanda termasuk dalam tim yang ditugaskan mengejar Kardianto karena dinilai mampu menangani tekanan tugas lapangan yang berat.

Keikutsertaan Reynanda dalam operasi pengejaran bukanlah hal kebetulan, melainkan bentuk kepercayaan dari pimpinan terhadap kemampuannya.

Staff Kejari Simalungun itu juga sempat terlihat aktif mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan sebelum ditugaskan di lapangan.

Tragedi ini menjadi kehilangan besar bagi lingkungan kejaksaan karena korban merupakan aset masa depan lembaga penegak hukum.

Rekan-rekannya menggambarkan Reynanda sebagai sosok yang ringan tangan, ramah, dan tidak pernah mengeluh meski mendapat beban kerja berat.

Dedikasi staff Kejari Simalungun tersebut hingga detik terakhir hidupnya menjadi bukti nyata bahwa integritas masih hidup di kalangan aparat hukum muda.

Dugaan Kasus Korupsi dan Penangkapan Pangulu Banjar Hulu

Kardianto, Kepala Desa Banjar Hulu, diduga telah melakukan penyimpangan dana desa dalam periode jabatannya.

Kasus ini sedang ditangani oleh Kejari Simalungun, yang menemukan adanya indikasi kuat bahwa anggaran digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya.

Informasi yang diperoleh dari tim penyidik menunjukkan bahwa Kardianto telah beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Hal ini mendorong Kejari untuk melakukan upaya paksa setelah mengetahui keberadaan tersangka di wilayah Asahan.

Pengejaran dilakukan secara terkoordinasi antara Kejari Simalungun dan Kejari Asahan untuk mempercepat proses penindakan.

Setelah insiden sungai, Kardianto akhirnya berhasil diamankan bersama salah satu stafnya oleh tim gabungan.

Penangkapan ini dilakukan beberapa jam setelah kejadian hanyutnya Reynanda dan Fahri.

Kini, Kardianto telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Kejari Simalungun memastikan bahwa penyidikan tetap berjalan dan akan menggandeng pihak-pihak terkait dalam penelusuran aliran dana yang dikorupsi.

Publik juga mendesak agar kasus ini diusut secara transparan dan pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku tanpa perlindungan jabatan.

Upaya Pencarian Korban Hilang dan Refleksi Institusi Hukum

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Fahri yang masih dinyatakan hilang di Sungai Silau.

Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet, alat selam, dan drone pemantau udara.

Basarnas dan tim gabungan menyatakan bahwa medan sungai cukup berat dengan arus deras dan bebatuan besar di dasar aliran.

Pencarian juga terkendala oleh cuaca yang kurang mendukung di sekitar wilayah Asahan.

Namun, semangat dari para petugas untuk menemukan Fahri masih tetap tinggi meskipun sudah memasuki hari kedua pencarian.

Di sisi lain, kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi lembaga penegak hukum.

Evaluasi terhadap prosedur penangkapan di lokasi berbahaya perlu ditingkatkan agar tak terjadi kembali insiden serupa.

Keselamatan personel yang bertugas di lapangan harus menjadi prioritas, termasuk perlengkapan pelindung dan mitigasi risiko yang lebih baik.

Perlu juga dibuat standar operasional yang ketat jika pengejaran dilakukan di sekitar kawasan sungai, jurang, atau wilayah ekstrem lainnya.

Institusi kejaksaan pun menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sistem pengamanan dalam setiap tindakan penegakan hukum.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya
KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban
Kolom Komentar Bank Mandiri Ramai Diserbu Nasabah, Keluhan Layanan Jadi Sorotan
Respons Hyundai soal Permasalahan Hyundai Ioniq 5 AA Juju yang Viral
Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka
Anti Ribet! 15 Ide Bekal Simpel dan Sehat untuk Anak TK yang Bisa Dibuat di Rumah
Nama El Rumi Viral Usai Dikaitkan dengan Inisial EJR di Threads, Ini Respons Hukumnya
Kecelakaan Maut Tol Jagorawi, Mobil Mewah Hancur Usai Tabrak Truk Kontainer

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41 WIB

KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Respons Hyundai soal Permasalahan Hyundai Ioniq 5 AA Juju yang Viral

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Anti Ribet! 15 Ide Bekal Simpel dan Sehat untuk Anak TK yang Bisa Dibuat di Rumah

Berita Terbaru