Redaksiku.com – Abdon Kisamdu, seorang pimpinan kelompok TPNPB-OPM, berhasil diamankan oleh aparat gabungan TNI di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, saat diduga kuat hendak melakukan transaksi pembelian senjata api ilegal.
Operasi penangkapan ini melibatkan personel Yon 462 Pasgat TNI AU bersama Satgas Mandala Koops TNI Habema. Dari tangan tersangka, aparat langsung melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan pemasok senjata yang selama ini menyokong pergerakan kelompok tersebut di wilayah Papua.
Kronologi Penangkapan di Bandara Nop Goliat Dekai
Kejadian bermula ketika Abdon Kisamdu tiba di Bandara Nop Goliat Dekai. Aparat keamanan yang telah memantau pergerakannya langsung bergerak cepat untuk mengamankan sosok yang diidentifikasi sebagai Wadanyon TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa penelusuran mendalam langsung dilakukan begitu tersangka berhasil diamankan di area bandara. Penyelidikan ini berfokus pada jejak digital serta barang bukti komunikasi yang ditemukan pada perangkat milik tersangka.
Aparat mengamankan Abdon Kisamdu di bandara sebelum ia sempat bertemu dengan jaringan pemasok senjata yang telah dijadwalkan.
Berdasarkan rencana awal, kedatangan Abdon di bandara seharusnya disambut oleh seorang kerabat berinisial KP. Kerabat tersebut bertugas menjemput dan mengantarnya langsung ke lokasi transaksi yang sudah disepakati, namun rencana itu gagal total setelah aparat menyergapnya lebih dulu.
Jejak Aliran Dana dan Rencana Transaksi Senjata
Hasil pemeriksaan lanjutan terhadap ponsel tersangka mengungkap adanya percakapan mencurigakan melalui aplikasi WhatsApp dan beberapa platform media sosial lainnya. Dari percakapan tersebut, terungkap rencana transaksi yang sedianya dilangsungkan di kawasan Kali Seng, Distrik Dekai.
Pemeriksaan intensif juga membongkar fakta bahwa tersangka telah melakukan transfer dana sebanyak tiga kali kepada seseorang berinisial BA. Uang tersebut diduga kuat merupakan pembayaran awal untuk memuluskan pembelian senjata api dari jaringan luar daerah operasi mereka.
- Tersangka diidentifikasi sebagai Wadanyon TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur.
- Transaksi aliran dana tercatat telah dilakukan sebanyak tiga kali kepada pihak berinisial BA.
- Lokasi serah terima senjata yang disepakati berada di sekitar Kali Seng, Distrik Dekai.
Penyidik mencatat ada tiga kali pengiriman uang yang dilakukan tersangka kepada pemasok senjata berinisial BA.
Meskipun Yahukimo bukan merupakan wilayah operasional utama dari kelompok yang dipimpinnya, pembelian ini menandai upaya perluasan logistik senjata. Aparat keamanan kini terus mendalami sejauh mana keterlibatan pihak-pihak lain dalam jaringan pemasok senjata ilegal ini.
Pengembangan Penyelidikan Jaringan Pemasok Senjata
Temuan kasus ini menjadi fokus penting bagi aparat keamanan untuk memutus mata rantai pasokan senjata ilegal di tanah Papua. TNI berkomitmen untuk menelusuri setiap aliran dana dan jaringan komunikasi yang terhubung dengan inisial BA maupun pihak lain yang terlibat.
Keterangan dari Abdon Kisamdu sangat krusial untuk mengungkap aktor intelektual di balik penyelundupan senjata ini. Hingga kini, investigasi gabungan terus berjalan dengan mengumpulkan berbagai barang bukti tambahan guna memperkuat proses hukum selanjutnya.
Pertanyaan Umum
Siapa Abdon Kisamdu yang ditangkap TNI?
Abdon Kisamdu merupakan pimpinan kelompok TPNPB-OPM yang menjabat sebagai Wadanyon Kodap 35 Bintang Timur, yang diamankan di Yahukimo.
Di mana lokasi penangkapan Abdon Kisamdu?
Ia diamankan oleh aparat gabungan TNI di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Bagaimana modus operansi pembelian senjata tersebut?
Berdasarkan temuan digital, tersangka telah mentransfer uang sebanyak tiga kali kepada seseorang berinisial BA untuk mengambil senjata di Kali Seng, Distrik Dekai.
Ringkasan
Aparat gabungan TNI yang terdiri dari personel Yon 462 Pasgat TNI AU dan Satgas Mandala Koops TNI Habema berhasil menangkap Abdon Kisamdu, Wakil Komandan Batalyon TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur, di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penangkapan yang dipimpin oleh Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto ini dilakukan saat tersangka diduga kuat hendak melakukan transaksi pembelian senjata api ilegal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan perangkat komunikasi tersangka, aparat menemukan bukti adanya rencana pertemuan di kawasan Kali Seng, Distrik Dekai, serta catatan pengiriman dana sebanyak tiga kali kepada seseorang berinisial BA. Meskipun Yahukimo bukan wilayah operasional utamanya, temuan ini mengindikasikan adanya upaya perluasan logistik senjata kelompok tersebut.
Saat ini, TNI terus mendalami keterangan dari tersangka guna membongkar jaringan pemasok senjata ilegal dan memutus mata rantai pasokan logistik di Papua. Investigasi gabungan masih berjalan untuk mengumpulkan barang bukti tambahan dan mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam aliran dana tersebut.






