Tim Undip Kembangkan Demplot Pertanian untuk Ketahanan Pangan di Senggi

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Undip kembangkan demplot pertanian untuk ketahanan pangan di Distrik Senggi, Papua

Tim Undip mengembangkan demplot pertanian guna memperkuat ketahanan pangan di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Redaksiku.com – Tim 5 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) turun langsung ke wilayah timur Indonesia untuk menginisiasi program pengembangan komoditas unggulan tanaman pertanian di Satuan Permukiman (SP) 2, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Program ini difokuskan pada upaya optimalisasi produktivitas melalui perbaikan kualitas lahan serta pendampingan kelembagaan petani guna memperkuat fondasi ketahanan pangan di daerah perbatasan. Inisiatif tersebut menjawab tantangan nyata di lapangan terkait pemanfaatan lahan subur yang belum tergarap secara maksimal oleh masyarakat setempat.

Pelaksanaan program lapangan ini dipimpin oleh Prof. Ir. Didik Wisnu Widjajanto, M.Sc., Ph.D. sebagai ketua tim, bersama lima orang anggota yang terdiri dari akademisi dan peneliti berpengalaman di bidang pertanian. Kehadiran para akademisi Undip ini membawa pendekatan ilmiah yang aplikatif, memadukan teori kesuburan tanah dengan praktik budidaya langsung bersama para petani lokal di Distrik Senggi.

Strategi Perbaikan Lahan dan Pemetaan Potensi

Langkah awal yang dilakukan oleh tim Ekspedisi Patriot Undip adalah melakukan uji potensi lahan secara komprehensif. Karakteristik tanah di wilayah Papua memerlukan perlakuan khusus agar unsur hara di dalamnya dapat mendukung pertumbuhan tanaman pangan secara optimal tanpa merusak ekosistem sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui pengujian laboratorium lapangan dan analisis visual, tim merumuskan beberapa tahapan penting dalam pembenahan struktur tanah yang meliputi:

  • Pengujian tingkat keasaman atau pH tanah secara berkala untuk menentukan jenis pembenahan yang paling tepat bagi tanaman pangan.
  • Pemberian bahan organik dan pupuk berimbang guna mengembalikan kesuburan alami tanah yang sempat menurun akibat pola tanam sebelumnya.
  • Pengaturan sistem drainase lahan agar genangan air tidak merusak akar tanaman saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah Keerom.
  • Pemilihan varietas unggul tanaman pertanian yang terbukti tahan terhadap kondisi iklim mikro lokal di Distrik Senggi.

Pendekatan teknis ini dirancang agar mudah dipahami dan diaplikasikan secara mandiri oleh para petani setelah masa pendampingan selesai. Keterlibatan aktif warga sejak tahap awal menjadi kunci utama keberhasilan transfer pengetahuan tersebut.

Program ini memadukan perbaikan struktur tanah dengan pendampingan kelembagaan untuk memastikan keberlanjutan hasil pertanian di Kabupaten Keerom.

Pengembangan Demplot Pertanian Terpadu

Sebagai sarana edukasi langsung, tim membangun demplot atau daerah percontohan pertanian di titik strategis SP 2 Senggi. Demplot ini berfungsi sebagai laboratorium hidup tempat para petani dapat melihat secara langsung perbandingan antara teknik budidaya konvensional dan metode modern yang diperkenalkan oleh Undip.

Di lokasi demplot tersebut, berbagai jenis tanaman pangan strategis diuji coba untuk melihat tingkat adaptasi dan produktivitasnya. Keberhasilan demplot ini diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran mandiri bagi kelompok tani di seluruh wilayah Distrik Senggi dan sekitarnya.

Sebanyak enam akademisi dari Undip terjun langsung memimpin program ketahanan pangan yang menjangkau para petani di wilayah SP 2 Senggi, Kabupaten Keerom.

Pendampingan Kelembagaan dan Kemandirian Petani

Aspek teknis pertanian tidak akan berjalan tanpa adanya penguatan pada sektor kelembagaan lokal. Oleh karena itu, tim Undip juga memberikan pelatihan manajerial kepada kelompok tani setempat agar mampu mengelola hasil panen dan rantai pasok secara profesional.

Pendampingan kelembagaan ini mencakup beberapa fokus utama:

  • Pengorganisasian kelompok tani agar memiliki struktur kepengurusan yang jelas dan aktif dalam perencanaan musim tanam.
  • Pelatihan manajemen pasca-panen guna mengurangi susut hasil dan meningkatkan nilai jual produk pertanian di pasar lokal.
  • Penguatan akses informasi pasar dan jaringan distribusi agar hasil bumi dari Distrik Senggi dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Melalui kombinasi perbaikan lahan dan penguatan kelembagaan ini, Tim Ekspedisi Patriot Undip optimistis kemandirian pangan di kawasan perbatasan Papua dapat terwujud secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Pertanyaan Umum

Apa tujuan utama dari program Ekspedisi Patriot Undip di Distrik Senggi?

Program ini bertujuan untuk mengembangkan komoditas unggulan tanaman pertanian melalui optimalisasi produktivitas, perbaikan lahan, dan pendampingan kelembagaan guna mencapai ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Siapa yang memimpin pelaksanaan program pertanian di Kabupaten Keerom ini?

Inisiatif ini dipimpin oleh Prof. Ir. Didik Wisnu Widjajanto, M.Sc., Ph.D. bersama lima orang anggota tim dari Universitas Diponegoro.

Bagaimana cara tim membantu para petani lokal di SP 2 Senggi?

Tim memberikan pendampingan teknis berupa uji potensi lahan, pembangunan demplot percontohan, serta pelatihan manajemen kelembagaan kelompok tani.

Ringkasan

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) yang dipimpin oleh Prof. Ir. Didik Wisnu Widjajanto, M.Sc., Ph.D. bersama lima akademisi dan peneliti mengembangkan program demplot pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di Satuan Permukiman (SP) 2, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Program ini berfokus pada pendekatan ilmiah yang mencakup uji potensi lahan, pengaturan pH tanah, pemberian pupuk berimbang, serta pembangunan daerah percontohan (demplot) guna mengatasi tantangan pemanfaatan lahan subur di wilayah perbatasan.

Selain perbaikan teknis budidaya, tim Undip juga memberikan pendampingan kelembagaan dan pelatihan manajerial kepada enam kelompok tani lokal agar mampu mengelola hasil panen serta rantai pasok secara profesional dan mandiri.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Virgil van Dijk untuk Liverpool Usai Kalahkan Bournemouth
Fakta Sumaya ke Final Teqball Asian Games 2026
Jadwal Liga Inggris Malam Ini: Bournemouth vs Liverpool dan Fulham vs Man Utd
Chemistry Manis Seong In Ho dan Kim Do Min di Balik Layar Summertime
Ed Sheeran Bicara soal Gaza di Konser Usai Macklemore Dipecat
Jadwal Atletico Madrid vs Real Madrid Liga Spanyol 2026
Bank Sentral Global Kompak Naikkan Suku Bunga Utama
Rose Blackpink Rilis Lagu Solo New Trick untuk Atasi Kesulitan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 00:17 WIB

Pesan Virgil van Dijk untuk Liverpool Usai Kalahkan Bournemouth

Senin, 21 September 2026 - 00:08 WIB

Tim Undip Kembangkan Demplot Pertanian untuk Ketahanan Pangan di Senggi

Senin, 21 September 2026 - 00:04 WIB

Fakta Sumaya ke Final Teqball Asian Games 2026

Minggu, 20 September 2026 - 23:56 WIB

Chemistry Manis Seong In Ho dan Kim Do Min di Balik Layar Summertime

Minggu, 20 September 2026 - 23:54 WIB

Ed Sheeran Bicara soal Gaza di Konser Usai Macklemore Dipecat

Berita Terbaru

Atlet teqball putri Indonesia Sumaya berhasil melaju ke babak final tunggal putri Asian Games 2026.

Viral

Fakta Sumaya ke Final Teqball Asian Games 2026

Senin, 21 Sep 2026 - 00:04 WIB

Orang tua di perkotaan dihadapkan pada berbagai pertimbangan pelik saat memilih sekolah terbaik untuk anak.

internal-storyline-no

Panduan Orang Tua Memilih Sekolah Anak Terbaik

Senin, 21 Sep 2026 - 00:00 WIB

error: Content is protected !!