Redaksiku.com – Penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran, akhirnya angkat bicara mengenai situasi kemanusiaan yang terjadi di Gaza dalam konser perdananya di Lincoln Financial Field, Philadelphia, pada 19 September 2026. Pernyataan terbuka ini disampaikan menyusul gelombang kontroversi di industri musik setelah rekan tur mereka, Macklemore, didepak dari rangkaian konser Loop akibat sikap politiknya.
Dalam penampilannya di hadapan puluhan ribu penggemar, pelantun lagu “Shape of You” itu tidak tinggal diam melihat eskalasi konflik yang terus memakan korban jiwa. Ia menilai bahwa kondisi di wilayah tersebut sudah berada di ambang batas kemanusiaan yang sangat mengkhawatirkan dan tidak bisa diterima oleh akal sehat.
Pernyataan Tegas di Panggung Philadelphia
Di atas panggung, Sheeran menyampaikan rasa duka yang mendalam atas jatuhnya korban dari kalangan warga sipil yang tidak berdosa. Ia menyoroti bagaimana kehancuran infrastruktur dan hilangnya nyawa anak-anak telah menciptakan penderitaan yang luar biasa di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, termasuk nyawa anak-anak. Sheeran menegaskan bahwa ia telah mencoba membangun dialog dengan berbagai pihak guna memahami bentuk bantuan nyata yang bisa disalurkan kepada para korban di lapangan.
Meskipun mengakui bahwa pemahamannya mengenai politik regional masih terbatas, musisi berusia 35 tahun ini tetap merasa memiliki tanggung jawab moral sebagai figur publik. Ia berkomitmen untuk terus mencari cara agar dapat meringankan beban kemanusiaan yang dirasakan oleh para korban konflik di Gaza.
Dinamika Internal Tur dan Tekanan Pemilik Venue
Isu pemecatan Macklemore dari tur Loop berawal dari pernyataan dukungan terbuka sang rapper terhadap Palestina saat konser di MetLife Stadium, New Jersey. Keputusan promotor Messina Touring Group untuk mengeluarkan Macklemore langsung memicu reaksi berantai di kalangan musisi pendukung.
Tekanan dari pemilik venue dan pertimbangan keamanan menjadi salah satu faktor utama yang mendasari perubahan formasi dalam rangkaian tur konser berskala besar tersebut.
Sejumlah musisi dan band pengisi acara memilih untuk mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas atas pencopotan tersebut, yang kemudian menciptakan tantangan tersendiri bagi manajemen konser. Beberapa nama yang memutuskan mundur meliputi:
- Finneas yang memilih untuk tidak melanjutkan penampilannya.
- Lukas Graham yang turut menarik diri dari daftar musisi pendukung.
- Aaron Rowe yang mengambil langkah serupa bersama musisi lainnya.
- Band pengisi tetap Sheeran, Beoga, yang juga terdampak oleh situasi ini.
Di sisi lain, terungkap pula bahwa tekanan eksternal turut mempengaruhi arah kebijakan promotor. Pemilik Stadion Gillette, miliarder Robert Kraft, dilaporkan sempat melayangkan ancaman pembatalan konser jika Macklemore tetap diizinkan manggung di fasilitas miliknya dengan alasan rekam jejak retorika yang sensitif.
Menjaga Panggung Musik Sebagai Ruang Netral
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Sheeran secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan langsung dalam keputusan pemecatan tersebut. Ia memilih untuk memposisikan panggung konsernya sebagai ruang inklusif tempat semua orang dapat melebur tanpa memandang latar belakang.
Konser ini tetap menjadi tempat di mana semua orang diterima, dan semua orang di sini bisa berdiri bersama orang-orang yang memiliki pandangan berbeda. Ia berharap musik tetap mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat meskipun mereka kerap berselisih paham dalam banyak hal di luar ruangan konser.
Sementara itu, Macklemore mengungkapkan bahwa ia dan Ed Sheeran telah berkomunikasi secara baik di balik layar meskipun memiliki perbedaan pandangan mendasar. Sebagai bentuk komitmen nyatanya, Macklemore berencana mendonasikan sebagian penghasilan turnya untuk organisasi kemanusiaan Palestina.
Pertanyaan Umum
Apa yang dikatakan Ed Sheeran mengenai situasi di Gaza?
Ed Sheeran menyatakan bahwa situasi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dijustifikasikan, serta mengaku hancur melihat besarnya kehancuran dan korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Mengapa Macklemore dikeluarkan dari tur Loop?
Macklemore dikeluarkan dari tur oleh promotor setelah menyuarakan dukungannya untuk Palestina, serta mendapat tekanan dari pemilik venue terkait retorika masa lalunya.
Musisi siapa saja yang mundur dari tur akibat kontroversi ini?
Beberapa musisi yang memutuskan mundur sebagai bentuk solidaritas meliputi Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan band pengisi acara Beoga.
Ringkasan
Pada 19 September 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, penyanyi asal Inggris Ed Sheeran akhirnya angkat bicara mengenai situasi kemanusiaan di Gaza, menyatakan keprihatinannya atas jatuhnya korban sipil dan anak-anak dalam konser perdananya. Pernyataan terbuka ini muncul di tengah kontroversi industri musik usai rekan tur mereka, Macklemore, didepak dari rangkaian konser Loop akibat sikap politik dan dukungan terbukanya terhadap Palestina.
Pemecatan Macklemore oleh Messina Touring Group—yang dipicu oleh tekanan pemilik venue seperti Robert Kraft dan pertimbangan keamanan—berimbas pada mundurnya sejumlah musisi pendukung sebagai bentuk solidaritas, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan band Beoga. Kendati demikian, Sheeran menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam keputusan pemecatan tersebut dan tetap berupaya menjadikan panggung konsernya sebagai ruang netral dan inklusif untuk menyatukan berbagai kalangan.






