Teks Khutbah Jumat Singkat 20 Desember 2024: 6 Dampak Perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi bagi Orang Islam

- Penulis

Jumat, 20 Desember 2024 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Khutbah Jumat Singkat 20 Desember 2024: 6 Dampak Perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi bagi Orang Islam

Teks Khutbah Jumat Singkat 20 Desember 2024: 6 Dampak Perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi bagi Orang Islam

Redaksiku.com – Teks khutbah Jumat kali ini berbentuk singkat akan mengupas seputar perayaan Natal dan menjelang penyambutan Tahun Baru Masehi.

Tema perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi jadi bagian mutlak untuk dibahas dalam materi teks khutbah Jumat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 20 Desember 2024. Teks khutbah Jumat bahwasanya punya kandungan pembahasan khusus disampaikan dalam sesi ceramah sebelum melaksanakan shalat Jumat.

Khatib biasanya menyampaikan materi bernuansa ajakan, nasihat sampai peringatan kepada para jemaah agar selamanya bertakwa kepada Allah SWT lewat teks khutbah Jumat sesi ceramah.

Surat Al A’raf Ayat 204 jadi dalil Al Quran terkait ajakan menyimak khutbah Jumat, Allah SWT berfirman:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Artinya: “Jika dibacakan (Al Quran & khutbah Jumat), dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar anda dirahmati.” (QS. Al A’raf, 7:204)

Sebagai keperluan rutin untuk shalat Jumat, Redaksiku akan membagikan bahan materi teks khutbah Jumat singkat yang dikutip dari laman formal Yayasan Amal Jariyah Indonesia, Kamis (19/12/2024).

Teks Khutbah Jumat Singkat 20 Desember 2024: 6 Dampak Perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi bagi Orang Islam
Teks Khutbah Jumat Singkat 20 Desember 2024: 6 Dampak Perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi bagi Orang Islam

Adapun tema lengkap teks khutbah Jumat ini berjudul “6 Dampak Orang Islam Merayakan Natal dan Tahun Baru Masehi” sebagai berikut:

Teks Khutbah Jumat Singkat Tema 6 Dampak Orang Islam Merayakan Natal dan Tahun Baru Masehi

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Sidang Jumat yang diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT Pertama-tama, khatib seperti biasanya menginginkan menyampaikan seruan kepada jemaah sekalian selamanya mengucap rasa syukur dan menambah keimanan kepada Allah SWT yang sudah beri tambahan rahmat, rezeki dan karunia-Nya kepada kami semua.

Marilah juga kami melantunkan sholawat sebagaimana bentuk pujian dan salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sudah berjuang untuk menyampaikan kebenaran dan menyelamatkan umat manusia terhindar dari kezaliman.

Kaum muslimin yang dibahagiakan oleh Allah SWT Seperti biasanya umat Kristiani akan memeriahkan sekaligus merayakan hari Natal tiap-tiap 25 Desember. Tanggal selanjutnya jadi dedikasi umat Nasrani untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus.

Bahwasanya umat Kristiani sangat percaya Yesus Kristus merupakan anak Tuhan sudah jadi pemantik ada hari Natal 25 Desember mendatang.

Kemudian, tiap-tiap manusia dari segala penjuru dunia akan antusias memeriahkan selagi memasuki Tahun Baru Masehi yang jarak perayaannya terlalu dekat dengan hari Natal, meski hal ini masih miliki hubungan satu serupa lain.

Sebagai orang Islam, kami selamanya sadar betapa pentingnya sebagian sikap yang kudu dijalankan dalam menyambut hari Natal dan Tahun Baru Masehi. Ada sebagian hal hari Natal dan Tahun Baru Masehi jadi pembahasan serius dalam agama Islam agar umat Nabi Muhammad SAW tidak terjebak kekeliruan.

Pasalnya, selagi ini masih banyak orang Islam turut andil dan merayakan dua momentum terbesar selanjutnya tiap-tiap tahunnya. Ada yang turut beri tambahan ucapan selamat Natal dan partisipasi dalam perayaan Tahun Baru Masehi.

Dalam agama Islam, memang orang mukmin tidak kudu menyemarakkan hari raya yang dimiliki oleh umat agama lain. Meski hal itu menyatakan sekadar ucapan selamat Natal juga jadi sorotan pembahasan kali ini.

Khatib akan mengingatkan sabda yang diberikan oleh sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu, seperti ini bunyinya: اِجْتَنِبُوْا أَعْدَاءَ اللهِ فِي أَعْيَادِهِمْ Artinya: “Jauhilah musuh-musuh Allah di perayaan mereka.

” (Ahkam Ahl Adz-Dzimmah) Sebenarnya orang Islam turut beri tambahan ucapan selamat Natal sebagai tanda apresiasi sekaligus menghargai kepercayaan umat agama lain.

Meski mereka miliki akidah yang bertentangan dengan agama Islam. Orang Islam yang mengucapkan selamat Natal seakan-akan ada bentuk dukungan dari mereka tentang anak Tuhan adalah sosok Nabi Isa AS. Orang yang menopang kepercayaan agama lain sudah diperingatkan lewat Surat Maryam Ayat 88-90, Allah SWT berfirman:

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا Û—, لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْÙًٔا اِدًّا Û™, تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْاَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا Û™

Artinya: Mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Pengasih sudah mengangkat anak. Sungguh, anda terlalu sudah membawa sesuatu yang terlalu mungkar. Karena ucapan itu, hampir saja langit pecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping.” (QS. Maryam, 19:88-90)

Namun, sikap ucapan selanjutnya mengingatkan sebuah dalil dari Surat Al Kafirun Ayat 6 terkait masing-masing urusan agama, Allah SWT berfirman:

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ

Artinya: “Untukmu agamamu dan untukku agamaku.” (QS. Al Kafirun, 109:6)

Ibadallah,

Kemudian, khatib akan merincikan bahwa agama Islam tidak merekomendasikan turut memeriahkan perubahan tahun sebagaimana orang-orang merayakan formalitas malam Tahun Baru Masehi.

Bahwasanya Tahun Baru Masehi tidak punya kandungan ada teristimewa dan miliki kesamaan malam-malam seperti biasanya. Penetapan hari raya paling teristimewa dari Rasulullah SAW cuma berbentuk Idul Adha dan Idul Fitri.

Perihal perayaan tahun baru untuk isikan amalan doa dan zikir juga tidak disarankan oleh agama Islam mengingat Tahun Baru Masehi bukan jadi bagian dalam syariat kita. Ada enam efek mengundang rusaknya selagi turut merayakan kedua momentum tersebut.

Dampak pertama punya kandungan tasyabbuh yang berarti tidak ada kedisiplinan diri sebab selamanya merayakan formalitas umat agama lain. Bagian ini menyatakan formalitas seperti terompet yang ditiup dari kalangan Yahudi, pakai lonceng merupakan simbol dari umat Nasrani, sebabkan kobaran api ibarat ikuti formalitas Majusi.

Dampak kedua menyatakan orang Islam sudah lalai ibadahnya sebagaimana didapatkan dari pengalaman sehabis merayakan Tahun Baru Masehi dan Natal akan jadi kelelahan.

Kelelahan ini jadi pemantik mereka meninggalkan shalat Subuh cuma demi memeriahkan hari raya dari umat agama lain. Dampak ketiga berarti ada rusaknya moral. Khususnya perayaan Tahun Baru Masehi repot membentuk bermacam kesibukan di luar syariat agama Islam.

Kebanyakan mereka menggelar acara musik, melaksanakan pergaulan bebas, mengumbar-umbar aurat, sengaja melaksanakan pelecehan seksual dan zina terang-terangan, mengkonsumsi minuman keras dan hal-hal negatif lainnya.

Dampak keempat berarti harta jadi boros sebab dalam memeriahkan dua perayaan ini kudu menghabiskan banyak duit demi mendapat kesenangan sementara selagi pesta pora. Dampak kelima seperti membuang-buang selagi ibadah sebab tiap-tiap momentum digunakan untuk hal-hal tidak berfaedah.

Dampak paling akhir berarti mampu mengundang bahaya dan mengganggu ketenangan orang lain yang berusaha istirahat perayaan mereka.

Sidang Jumat yang berbahagia Demikianlah khatib menyampaikan khutbah Jumat pertama ini secara singkat, saya meminta kami semua sudah bijak dalam bersikap perayaan Tahun Baru Masehi dan Natal untuk melindungi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Redaksiku

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapan Maulid Nabi 2026? Catat Tanggal Pentingnya, Lengkap dengan Kalender Rabiul Awal
Rebo Wekasan Jatuh Hari Ini, Bolehkah Baca Doa Tolak Bala? Ini Penjelasannya
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wajib Tahu 7 Makna dan Jawabannya
Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya
8 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram yang Jarang Diketahui
Jarang Diketahui, Ini Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan untuk Menyambut Tahun Baru Islam
50 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk WhatsApp, Instagram, Keluarga, dan Teman
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam 1448 H, Dibaca Kapan? Ini Penjelasannya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Kapan Maulid Nabi 2026? Catat Tanggal Pentingnya, Lengkap dengan Kalender Rabiul Awal

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Rebo Wekasan Jatuh Hari Ini, Bolehkah Baca Doa Tolak Bala? Ini Penjelasannya

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:07 WIB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Wajib Tahu 7 Makna dan Jawabannya

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:06 WIB

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:42 WIB

8 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram yang Jarang Diketahui

Berita Terbaru

Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Bisnis

4 Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Sabtu, 22 Agu 2026 - 12:42 WIB

Foto: Aulia, murid SMKN 5 Barru, menerima bantuan.

Pendidikan

Kepedulian Gubernur Sulsel Sampai ke Murid SMKN 5 Barru

Sabtu, 22 Agu 2026 - 09:49 WIB