MAKASSAR Redaksiku.com – Setelah berhari-hari berkutat dengan pasal, teori hukum, dan berbagai dinamika profesi advokat, para peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) akhirnya menikmati momen yang berbeda.
Bukan lagi di ruang kelas atau forum diskusi hukum, melainkan dalam suasana santai di Warkop MCH Faisal, Jalan RS Islam Faisal XII, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Minggu (7/6/2026).
Pertemuan itu menjadi ajang melepas penat setelah menjalani rangkaian pendidikan yang padat. Para peserta tampak menikmati kebersamaan sambil menyeruput kopi dan berbincang santai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana hangat langsung terasa. Canda dan tawa terdengar di berbagai sudut meja, menggantikan diskusi serius yang selama ini mewarnai kegiatan PKPA.
Program PKPA tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) bekerja sama dengan Kinilegal Karir Akademi, DPC PERADI Makassar, dan YLC PERADI Makassar.
Dalam pertemuan itu, para peserta saling berbagi pengalaman selama mengikuti pendidikan. Mereka juga berdiskusi mengenai tantangan profesi advokat, peluang karier, hingga langkah yang akan ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan.
Sesekali muncul cerita lucu yang terjadi selama proses pembelajaran. Gelak tawa pun pecah, membuat suasana semakin cair dan penuh keakraban.
Salah seorang peserta, Ipul, mengatakan PKPA tidak hanya memberikan bekal pengetahuan hukum, tetapi juga membuka ruang untuk membangun relasi dan persahabatan baru.
“Ilmu yang kami dapatkan tentu sangat penting, tetapi persaudaraan yang terbangun selama proses pendidikan juga menjadi sesuatu yang sangat berharga,” kata Ipul.
Menurutnya, hubungan yang terjalin selama PKPA akan menjadi modal penting saat memasuki dunia profesi advokat. Sebab, profesi tersebut tidak hanya membutuhkan penguasaan hukum, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dan jejaring yang luas.
Ia menilai kebersamaan yang tumbuh selama pendidikan menjadi salah satu nilai penting yang akan terus dibawa dalam perjalanan karier para peserta.
Meski hanya berlangsung beberapa jam, pertemuan di Warkop MCH meninggalkan kesan mendalam. Dari ruang kelas hingga meja warung kopi, para peserta berhasil membangun ikatan yang diharapkan tetap terjaga di masa mendatang.
Kelak, mereka tidak lagi sekadar teman satu angkatan PKPA. Mereka akan menjadi rekan seprofesi yang bersama-sama mengabdikan diri untuk penegakan hukum dan keadilan.
Editor : Hengki






