Barru, Redaksiku.com – Pemerintah Kabupaten Barru bersama Kodim 1405/Parepare mulai mensosialisasikan persiapan lahan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Anabanua, Kecamatan Barru, Rabu (3/6/2026).
Sosialisasi yang berlangsung di Aula Kantor Desa Anabanua itu dihadiri Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang, Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat, unsur TNI-Polri, BPN, KPH Wilayah Barru, pemerintah kecamatan dan desa, serta perwakilan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah berupaya memberikan penjelasan sekaligus menyerap aspirasi warga terkait rencana pembangunan satuan militer yang akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 49,6 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP merupakan program strategis yang telah memiliki dasar hukum yang jelas. Lokasinya telah ditetapkan melalui Surat Keputusan pemerintah dan telah mengantongi sertifikat resmi.
Menurut Abustan, keberadaan batalyon tidak hanya berfungsi memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Kami hadir untuk menyampaikan informasi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat. Jika terdapat lahan yang telah ditanami atau dimanfaatkan warga, hal itu dapat dibicarakan dan dikoordinasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Yang terpenting adalah menjaga komunikasi yang baik dan mengedepankan musyawarah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan memfasilitasi pendataan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Lagolla yang berjumlah sekitar 120 orang untuk mencari solusi terbaik terhadap lahan yang terdampak pembangunan.
Abustan berharap program tersebut mendapat dukungan masyarakat karena diyakini dapat membawa manfaat jangka panjang bagi daerah, baik dari sisi pembangunan, keamanan, maupun kesejahteraan warga.
Sementara itu, Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat menjelaskan bahwa Kabupaten Barru hingga kini belum memiliki batalyon sendiri dan masih berada dalam wilayah pembinaan Kodim 1405/Parepare.
Menurutnya, kehadiran Yonif TP menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan, terutama karena posisi strategis Sulawesi Selatan yang berada di kawasan pesisir.
Namun, kata Erwin, konsep Yonif TP tidak hanya berorientasi pada tugas militer. Personel yang bertugas nantinya juga akan dibekali kemampuan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga kesehatan.
“Keberadaan Yonif TP di Barru tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Rencana personel yang akan ditempatkan sekitar 1.000 orang secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan satuan,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Anabanua, Faharuddin, menyampaikan bahwa lahan yang masuk dalam rencana pembangunan Yonif TP sebenarnya telah didata oleh instansi terkait sejak 2017.
Seiring berjalannya waktu, sebagian warga memanfaatkan lahan tersebut dengan menanam kakao dan kopi yang kini menjadi sumber penghasilan keluarga.
Ia mengungkapkan bahwa masyarakat pada dasarnya telah menyetujui pemanfaatan lahan saat penetapan lokasi awal. Namun, perubahan batas kawasan pada peta terbaru membuat sebagian lahan yang dikelola KTH masuk ke area pembangunan.
Karena itu, pihak desa berharap ada kejelasan mengenai status dan batas wilayah lahan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kami berharap melalui pertemuan ini dapat diperoleh kejelasan mengenai status dan batas wilayah lahan, sekaligus solusi yang dapat diterima oleh semua pihak sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” katanya.
Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat sebelum pembangunan Yonif TP direalisasikan di Kabupaten Barru.
Editor : Hengki






