Namun, pertanyaan besar masih tersisa: apakah mekanisme formal yang ditempuh parlemen cukup memadai untuk menjawab kegelisahan publik yang meledak dalam bentuk demonstrasi besar? Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat menentukan citra DPR di mata rakyat.
Sebagai penutup, ketidakhadiran anggota DPR RI dalam menemui langsung massa saat demonstrasi menjadi perdebatan publik yang tajam.
Klarifikasi Dave bahwa aspirasi tetap diserap melalui mekanisme formal memang memberi penjelasan, namun belum tentu menjawab keresahan masyarakat yang menginginkan kehadiran nyata para wakil rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di satu sisi, DPR berpegang pada prosedur hukum dan kedaulatan dalam negeri. Namun di sisi lain, publik berharap adanya langkah lebih proaktif dari anggota DPR RI untuk turun langsung mendengar jeritan rakyat.
Jika kepercayaan publik ingin dipulihkan, maka parlemen harus membuktikan bahwa fungsi representasi benar-benar dijalankan, tidak hanya lewat aturan formal, tetapi juga lewat keberanian hadir di tengah masyarakat saat gejolak sosial memuncak.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






