Skor PISA 2025: Indonesia Peringkat 73, Tertinggal dari Tetangga

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skor PISA 2025: Indonesia Peringkat 73, Tertinggal dari Tetangga

Redaksiku.com – Hasil riset terbaru dari Program for International Student Assessment (PISA) 2025 memberikan gambaran yang cukup menantang bagi dunia pendidikan di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis hari ini, Rabu (9/9), Indonesia menempati urutan ke-73 dan ke-74 dari 91 negara yang berpartisipasi dalam penilaian kemampuan sains, matematika, dan literasi global tersebut.

Meskipun tingkat melek huruf penduduk berusia 15 tahun ke atas di Indonesia telah mencapai angka impresif di 97 persen, para ahli menilai bahwa indikator tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kualitas literasi yang sesungguhnya. Santosh Khatri, Chief of Education UNESCO Regional Office untuk wilayah Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor-Leste, menekankan perlunya melihat lebih jauh dari sekadar kemampuan membaca dasar.

“Kita juga harus mempertimbangkan apakah seseorang memiliki keterampilan untuk memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berpartisipasi dalam masyarakat, dan terus belajar sepanjang hidup mereka.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

— Santosh Khatri

Secara statistik, terdapat dinamika menarik dalam capaian nilai siswa Indonesia pada periode ini. Skor sains Indonesia tercatat sebesar 389, yang berarti ada peningkatan tipis sebanyak enam poin dibandingkan hasil tahun 2022. Peningkatan serupa juga terjadi pada kemampuan membaca yang naik menjadi 365 poin. Namun, hasil berbeda terlihat pada bidang matematika, di mana skor Indonesia justru turun dua poin menjadi 364.

Capaian rata-rata negara OECD saat ini berada di angka 476 poin, yang menegaskan bahwa posisi Indonesia dengan skor 389, 365, dan 364 masih berada cukup jauh di bawah standar global tersebut.

Kesenjangan Kualitas Pendidikan di Asia Tenggara

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius. Singapura, sebagai tolok ukur regional, tetap mendominasi peringkat atas di dunia, bahkan menempati posisi kedua untuk sains dan matematika serta posisi pertama untuk literasi membaca.

Dalam pemetaan regional, Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina dalam bidang matematika dan kemampuan membaca. Untuk kategori sains, posisi Indonesia sedikit lebih unggul dibanding Filipina dan Kamboja, namun secara keseluruhan, tantangan besar masih membayangi sistem pendidikan nasional.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 60,9 persen siswa Indonesia masih berada di bawah Level 2 untuk ketiga kategori yang diujikan. Kelompok berprestasi tinggi atau siswa yang mampu menunjukkan performa di level atas hanya mencakup 0,1 persen dari total responden.

Penting untuk dipahami bahwa meskipun Indonesia bukan anggota resmi OECD, partisipasi dalam PISA menjadi instrumen penting untuk mengevaluasi mutu pendidikan global bagi murid berusia 15 tahun sejak program ini pertama kali digulirkan pada tahun 2000.

Daftar Perbandingan Skor Sains Global

PISA 2025 melibatkan lebih dari 760.000 siswa di seluruh dunia untuk mengukur sejauh mana mereka mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Berikut adalah daftar urutan negara dalam kategori sains yang berada di kisaran posisi Indonesia:

  • Indonesia berada di peringkat ke-73 dengan skor 389.
  • El Salvador menempati posisi ke-74 dengan skor 385.
  • Kamboja di posisi ke-75 dengan skor 382.
  • Filipina berada di peringkat ke-77 dengan skor 382.
  • Makedonia Utara di urutan ke-76 dengan skor 378.
  • Lebanon di posisi ke-78 dengan skor 372.
  • Armenia di posisi ke-79 dengan skor 369.
  • Kirgistan di posisi ke-80 dengan skor 363.
  • Republik Dominika di posisi ke-81 dengan skor 361.
  • Palestina di posisi ke-82 dengan skor 359.
  • Maroko di posisi ke-83 dengan skor 358.
  • Kosovo di posisi ke-84 dengan skor 357.
  • Paraguay di posisi ke-85 dengan skor 355.
  • Kurdistan di posisi ke-86 dengan skor 352.
  • Guatemala di posisi ke-87 dengan skor 351.
  • Zambia di posisi ke-88 dengan skor 337.
  • Kenya di posisi ke-89 dengan skor 335.
  • Tajikistan di posisi ke-90 dengan skor 334.
  • Rwanda di posisi ke-91 dengan skor 317.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan sebaiknya difokuskan pada penguatan pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kritis sejak siswa berada di kelas-kelas awal sekolah dasar.

Pertanyaan Umum

Apa tujuan utama dari penyelenggaraan PISA?

PISA bertujuan untuk mengevaluasi mutu pendidikan secara global dengan mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan mereka di bidang sains, matematika, dan literasi membaca pada situasi kehidupan nyata.

Mengapa skor melek huruf yang tinggi tidak menjamin kualitas pendidikan?

Melek huruf hanya mengukur kemampuan dasar membaca dan menulis. Kualitas pendidikan yang sebenarnya mencakup kemampuan kognitif tingkat tinggi, seperti kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis yang menjadi standar penilaian dalam PISA.

Bagaimana posisi Indonesia jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya?

Saat ini, Indonesia masih berada di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina dalam hal kemampuan matematika dan literasi. Singapura tetap menjadi negara dengan performa pendidikan tertinggi di kawasan Asia Tenggara bahkan dunia.

Ringkasan

Indonesia menempati peringkat ke-73 dari 91 negara dalam hasil PISA 2025 dengan skor sains 389, membaca 365, dan matematika 364. Capaian ini masih berada di bawah rata-rata OECD dan tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skor PISA 2025: Indonesia Peringkat 73, Tertinggal dari Tetangga
Persib Bandung Punya Modal Berharga Jelang Lawan Persija Jakarta
Rencana Dividen Interim ITMG 2026: Cek Jadwal dan Historinya
Calvin Verdonk Ukir Sejarah di Liga Champions Meski Cadangan
Aris Serahkan Bukti CCTV Dugaan Perzinaan Istri ke Polda Metro Jaya
Bawa 10 Ribu Liter Minyak Ilegal ke Lampung, 2 Sopir Divonis 15 Bulan
Ditinggal Tidur 4 Jam, Mesin Traktor Petani Barru Raib, Tinggal Rangkanya
Perbedaan Emas Hongkong dan Indonesia: Kadar & Karakteristik

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:35 WIB

Skor PISA 2025: Indonesia Peringkat 73, Tertinggal dari Tetangga

Rabu, 9 September 2026 - 14:35 WIB

Persib Bandung Punya Modal Berharga Jelang Lawan Persija Jakarta

Rabu, 9 September 2026 - 14:35 WIB

Skor PISA 2025: Indonesia Peringkat 73, Tertinggal dari Tetangga

Rabu, 9 September 2026 - 14:35 WIB

Rencana Dividen Interim ITMG 2026: Cek Jadwal dan Historinya

Rabu, 9 September 2026 - 13:26 WIB

Calvin Verdonk Ukir Sejarah di Liga Champions Meski Cadangan

Berita Terbaru

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mematangkan persiapan tim jelang laga melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Sepak Bola

Persija Jakarta Siap Tampil Agresif Lawan Persib Bandung

Rabu, 9 Sep 2026 - 14:30 WIB