Redaksiku.com – Isu soal pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di tubuh Shell Indonesia mendadak jadi perbincangan publik.
Hal ini dipicu viralnya video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pegawai SPBU Shell berjualan kopi dan makanan ringan di pinggir jalan. Momen tak biasa itu sontak memunculkan kekhawatiran masyarakat bahwa perusahaan energi asal Inggris tersebut sedang menghadapi krisis serius.
Pegawai Shell Viral Jualan Kopi
Video yang pertama kali diunggah oleh seorang warganet memperlihatkan dua pegawai Shell yang biasanya melayani pengisian bahan bakar, kini menawarkan kopi kepada pengendara yang melintas. Unggahan itu disertai narasi simpati terhadap upaya pegawai yang tetap berusaha bertahan di tengah keterbatasan pasokan BBM nonsubsidi.
Tak butuh waktu lama, rekaman tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok hingga X (sebelumnya Twitter). Sejumlah komentar bahkan menyebut bahwa aksi pegawai itu merupakan tanda bahwa perusahaan tengah melakukan efisiensi besar-besaran, termasuk kemungkinan PHK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Isu makin memanas setelah muncul curhatan seseorang yang mengaku pegawai Shell di media sosial. Ia menyebut bahwa sebagian karyawan sudah terkena layoff dan stok BBM impor dipastikan tidak akan masuk hingga tahun depan.
Shell Indonesia Buka Suara
Menanggapi kabar tersebut, Shell Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi resmi. President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menegaskan bahwa perusahaan memang melakukan penyesuaian kegiatan operasional, tetapi sama sekali tidak ada penutupan SPBU secara permanen.
Penyesuaian dilakukan seiring terbatasnya pasokan produk BBM jenis bensin. Hal ini mencakup jam operasional dan penugasan tim di lapangan, termasuk merumahkan sementara sejumlah karyawan, kata Ingrid, Selasa (16/9/2025).
Ingrid juga memastikan seluruh SPBU Shell tetap beroperasi, hanya saja beberapa jenis BBM seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia sementara di sejumlah titik. Meski begitu, layanan lain seperti pelumas, bengkel, dan Shell Select tetap berjalan.
Kami terus berupaya memastikan kelancaran distribusi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar pasokan BBM segera kembali normal, tambah Ingrid.
Kemenaker Belum Terima Laporan Resmi
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga angkat bicara terkait isu PHK karyawan Shell. Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi.
Sampai saat ini tidak ada laporan terkait PHK di Shell Indonesia. Bahkan isu serupa sempat muncul beberapa bulan lalu dan setelah dicek, tidak terbukti, ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan.
Indah menegaskan jika memang ada pekerja yang merasa dirugikan, pintu pengaduan ke Kemenaker tetap terbuka.
Bahlil Dorong Kolaborasi dengan Pertamina
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut menanggapi kondisi ini. Ia menegaskan pemerintah tidak akan membuka tambahan kuota impor BBM nonsubsidi untuk SPBU swasta.
Menurut Bahlil, kuota impor 2025 justru sudah dinaikkan hingga 110 persen dari tahun sebelumnya. Ia mencontohkan, jika pada 2024 sebuah perusahaan mendapat jatah 1 juta kiloliter, maka tahun ini menjadi 1,1 juta kiloliter.
Jadi tidak tepat kalau dikatakan pemerintah tidak memberikan kuota impor. Kalau memang masih ada kekurangan, kami minta perusahaan swasta berkolaborasi dengan Pertamina. Ini soal hajat hidup orang banyak, tegas Bahlil dalam keterangan di YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menambahkan, negara tetap wajib mengontrol sektor energi karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Oleh sebab itu, kerjasama dengan Pertamina dianggap solusi realistis di tengah kondisi keterbatasan stok.
Kondisi di Lapangan
Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU Shell, memang terlihat adanya keterbatasan pasokan. Beberapa SPBU tidak lagi menyediakan produk BBM premium mereka, sementara antrean kendaraan justru mengular di SPBU Pertamina terdekat.
Meski demikian, Shell masih menjaga pelayanan untuk produk pelumas serta fasilitas non-BBM. Para pegawai yang dirumahkan sementara sebagian dialihkan ke aktivitas pendukung, meski dalam jumlah terbatas.
Simpati Publik
Fenomena pegawai Shell berjualan kopi ternyata juga memunculkan gelombang simpati. Banyak warganet yang mengapresiasi semangat para pekerja tersebut untuk tetap bertahan. Beberapa komentar menilai aksi itu menunjukkan kreativitas di tengah tekanan, sementara yang lain berharap tidak ada badai PHK massal pada akhir tahun ini.
Bahkan, sejumlah komunitas konsumen mengaku siap memberi dukungan moral maupun solidaritas agar para karyawan tetap mendapatkan haknya.
Penutup
Meski Shell Indonesia telah mengklarifikasi bahwa tidak ada PHK massal dan SPBU tetap beroperasi, kekhawatiran publik masih belum sepenuhnya reda. Isu keterbatasan stok BBM nonsubsidi di SPBU swasta, termasuk Shell, menjadi tantangan besar yang perlu segera ditangani.
Klarifikasi Shell, sikap Kemenaker, serta arahan tegas dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diharapkan bisa memberi kepastian. Namun, publik tetap menunggu langkah konkret agar pelayanan SPBU swasta kembali normal, tanpa harus menimbulkan keresahan sosial dan isu PHK yang terus bergulir.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






