Sejarah Candi Borobudur Dan Beberapa Fakta Uniknya

11
0
Sejarah Candi Borobudur Dan Beberapa Fakta Uniknya

Redaksiku.com, Megahnya arsitektur Candi Borobudur tidak terlepas dari sejarah panjang agama Buddha di Indonesia.

Sejarah Candi Borobudur Dan Beberapa Fakta Uniknya
Sejarah Candi Borobudur Dan Beberapa Fakta Uniknya

Reputasi Candi Borobudur sudah terkenal di luar negeri dan dikenal sebagai monumen Buddha terbesar di dunia menurut website Kementerian Pariwisata.

Terletak di Magelang, Jawa Tengah, candi Borobudur telah mengalami masa pemugaran yang panjang untuk mengembalikan keagungan aslinya. Candi Borobudur adalah salah satu harta paling berharga di Indonesia dan dunia. Berikut ulasan tentang sejarah Candi Borobudur dan fakta uniknya:

 

  1. Sejarah Singkat Candi Borobudur

Menurut catatan sejarah, pembangunan candi Borobudur yang asli terjadi pada abad ke-8 dan ke-9 sekitar tahun 800 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra.

Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu puluhan hingga ratusan tahun hingga selesai pada masa pemerintahan Raja Samaratungga pada tahun 825.

Meski sudah selesai, tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan siapa yang membangun candi Borobudur. Pasalnya, pada saat itu agama Hindu dan Budha berkembang secara bersamaan di pulau Jawa.

Dinasti Syailendra tercatat sebagai pemeluk agama Buddha Mahayana sedangkan di sekitar Borobudur juga terdapat pemeluk Hindu aliran Siwa. Beberapa arkeolog menduga pembangunan candi Borobudur mengalami empat kali pemugaran. Awalnya, pembangunan dimulai dengan meratakan dataran di sekitar candi dan memadatkan tanah dengan batu hingga membentuk struktur berbentuk limas.

Belakangan, strukturnya diubah karena penambahan tangga berbentuk persegi dan lingkaran. Kemudian Borobudur mengalami modifikasi akhir tangga melingkar dan memperbesar skala pondasinya.

Kemegahan Borobudur menghilang selama berabad-abad karena terkubur di bawah tanah vulkanik dan abu, lalu tumbuh pohon dan semak mirip bukit. Tidak diketahui secara pasti mengapa Borobudur ditinggalkan saat ini. Teori sejarah yang menyebabkan meletusnya Gunung Merapi dan konversi kepercayaan populer dari Budha ke Islam.

Baca Juga:  Alasan Indonesia Keluar Dari PBB Waktu Jaman Presiden Soekarno

Kembalinya kejayaan candi Borobudur terjadi pada masa Thomas Stamford Raffles ketika menjabat sebagai Gubernur Jenderal Jawa pada tahun 1811. Penemuan kembali terjadi ketika Raffles mengetahui bahwa ia memiliki sebuah bangunan besar yang tersembunyi jauh di dalam hutan di dekatnya. di Bumisegoro. .

Raffles kemudian mengutus seorang insinyur Belanda bernama Christian Cornelius untuk memeriksanya. Tersebarnya kabar penemuan kembali Borobudur pun menjadi bencana yang merusak banyak tempat. Hingga akhir tahun 1960-an, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk memperbaiki masalah candi Borobudur.

Dalam sejarah Candi Borobudur, renovasi memakan waktu lama dan menghabiskan banyak biaya hingga dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

 

  1. Bentuk Candi Borobudur

Sebagai candi Budha terbesar di dunia sekaligus monumen Budha terbesar di dunia, menurut situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Candi Borobudur memiliki struktur seperti punden berundak yang semakin mengecil dengan empat undakan. tangga di setiap arah. angin. Candi Borobudur memiliki panjang 121,66m, lebar 121,38m, dan tinggi 35,40m. Menurut filosofi Buddha, struktur lantai candi Borobudur merupakan simulasi roda kehidupan alam semesta. Ada tiga tingkatan dalam struktur candi Borobudur, Yakini:

Kamadhatu:

Bagian bawah candi melambangkan dunia bawah, melambangkan perilaku manusia yang masih terikat oleh keinginan duniawi.

Rupadhatu:

Bagian tengah candi yang melambangkan alam astral menggambarkan perilaku masyarakat yang sudah mulai melepaskan keinginan duniawi,          namun masih terhubung dengan dunia nyata.

Arudhatu:

Bagian atas menara melambangkan alam atas, melambangkan unsur tak berwujud dan merupakan tanda orang yang telah meninggalkan keinginan         duniawi.

 

Diperkirakan batu candi Borobudur diambil dari sungai-sungai di sekitar Borobudur dengan total volume sekitar 55.000 meter kubik atau setara dengan 2 juta keping batu.

Baca Juga:  Sejarah Hari Kucing Sedunia: Perayaan untuk Si Anabul

 

  1. Fungsi Candi Borobudur

Selain perannya sebagai tujuan wisata, Candi Borobudur kini juga berfungsi sebagai tempat ziarah bagi umat Buddha di seluruh dunia untuk membimbing umat manusia meninggalkan keinginan duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan agama Filsafat Buddha.

Sepanjang jalan, peziarah melewati serangkaian gang dan tangga untuk mengagumi 1.460 relief yang terukir di dinding batu candi.

 

  1. Fakta Unik Candi Borobudur

Selain sejarah dan momen hari raya Waisak yang menyita perhatian orang asing, Candi Borobudur memiliki sejumlah fakta unik, antara lain:

Terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha, menjadikan Borobudur sebagai pemilik relief Buddha terbesar dan terbanyak di dunia.

Pencurian patung adalah hal biasa. Banyak kepala Buddha asli yang dicuri dan kemudian dijual ke kolektor barang antik, barang antik, dan pasar ilegal. Dari 504 arca Buddha, banyak ditemukan tanpa kepala.

Candi Borobudur dibom. Dua tahun setelah pemugaran kedua, pada 21 Januari 1985, hingga 13 bom ditanam di beberapa stupa kecil oleh para pelaku. 9 dari 13 bom meledak dan menghancurkan ratusan stupa batu. Tindakan pengeboman dikaitkan dengan paham radikal.

 

Pemerintah Hindia Belanda menyerahkan patung-patung berharga itu kepada Thailand dan Inggris. Pemerintah Hindia Belanda saat itu memberikan artefak candi secara cuma-cuma sebagai hadiah atas kedatangan Raja Chulalongkorn II dari Thailand. Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kafe di atas stupa saat ditemukan.

 

Ikuti berita terkini dari Redaksiku.com di Google News, klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *