Dalam konteks hukum tipikor, setiap aset yang diduga terkait hasil kejahatan bisa disita, tapi jika pihak ketiga dapat membuktikan bahwa aset itu diperoleh sah dan tidak ada hubungan dengan kejahatan, maka mereka berhak mengajukan keberatan, jelas seorang pakar hukum UGM, menanggapi kasus Sandra.
Ia menambahkan, hal seperti ini lazim terjadi di kasus korupsi besar, di mana harta keluarga sering kali ikut terdampak penyitaan, meskipun tidak semuanya terbukti berasal dari hasil kejahatan.
👜 Publik Soroti Barang-Barang yang Disita
Selain sisi hukumnya, publik juga menyoroti nilai fantastis barang-barang yang disita dari rumah Sandra Dewi dan Harvey Moeis.
Beberapa sumber menyebutkan, tas-tas mewah dari merek seperti Hermès, Chanel, dan Louis Vuitton masuk dalam daftar barang bukti, di samping perhiasan dan satu unit mobil mewah yang disebut merupakan hadiah ulang tahun untuk Sandra dari suaminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Netizen pun ramai berkomentar soal langkah Sandra melawan balik Kejagung.
Ada yang mendukung, menilai bahwa ia berhak membela diri jika memang tidak bersalah. Tapi ada juga yang skeptis dan menganggap permohonan itu akan sulit dikabulkan karena putusan pengadilan sebelumnya sudah menetapkan penyitaan sebagai bagian dari pengganti kerugian negara.
Kalau memang hasil kerja sendiri, wajar aja dia bela. Tapi kalau sumbernya gak jelas, ya susah juga, tulis salah satu komentar di media sosial.
Keren sih Sandra tetap tegar. Tapi kasus kayak gini tuh ribet banget karena udah nyangkut putusan Tipikor, komentar warganet lain.
🧠Hakim Punya Wewenang Penuh untuk Menentukan
Meski begitu, secara hukum putusan akhir soal keberatan Sandra Dewi sepenuhnya berada di tangan majelis hakim.
Jika hakim menilai bahwa bukti yang diajukan cukup kuat dan menunjukkan bahwa aset tersebut tidak terkait langsung dengan tindak pidana korupsi, maka permohonan keberatannya bisa dikabulkan sebagian atau seluruhnya.
Sebaliknya, jika bukti dinilai lemah atau ditemukan keterkaitan dengan hasil tindak pidana, maka aset tersebut akan tetap dirampas untuk negara.
Sidang lanjutan dijadwalkan akan berlangsung pekan depan dengan agenda pembacaan keterangan tambahan dari pihak pemohon dan termohon.
📰 Kesimpulan
Langkah hukum Sandra Dewi yang menggugat penyitaan aset oleh Kejagung menjadi babak baru dari kasus korupsi besar yang melibatkan suaminya, Harvey Moeis.
Ia berupaya membuktikan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan dengan tindak pidana korupsi dan bahwa seluruh aset pribadinya diperoleh secara sah mulai dari hasil kerja profesional, endorsement, hingga hadiah pribadi.
Kini, semua mata tertuju pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang akan menentukan apakah permohonan keberatan tersebut akan diterima atau ditolak.
Kasus ini sekaligus menjadi ujian transparansi sistem hukum Indonesia dalam membedakan antara hak pribadi dan hasil tindak pidana.
Bagi publik, langkah Sandra Dewi ini bukan hanya soal harta, tapi juga tentang upaya seorang istri untuk membersihkan nama baik dan melindungi hak pribadinya di tengah badai kasus besar yang menimpa keluarganya.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2






