Redaksiku.com – Kasus hukum yang menyeret nama artis Sandra Dewi kini memasuki babak baru.
Istri dari terdakwa kasus korupsi pengelolaan komoditas timah, Harvey Moeis, itu secara resmi melawan balik Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan mengajukan permohonan keberatan (verzet) atas penyitaan sejumlah aset pribadinya yang dinilai tidak terkait kasus sang suami.
Langkah hukum ini langsung menarik perhatian publik, terutama karena barang-barang yang disita oleh Kejagung bukan sembarangan mulai dari tas-tas mewah, emas batangan, hingga mobil hadiah ulang tahun.
š–ï¸ Sandra Dewi Ajukan Keberatan Resmi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Andi Saputra, pada Senin (20/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Benar, saat ini sedang berlangsung sidang keberatan penyitaan aset yang diajukan Sandra Dewi dalam kasus korupsi Harvey Moeis, ujarnya kepada media.
Permohonan keberatan itu terdaftar dengan nomor perkara 7/PID.SUS/KEBERATAN/TPK/2025/PN.Jkt.Pst.
Tak hanya diajukan oleh Sandra, keberatan tersebut juga diajukan oleh dua pihak lain yang disebut memiliki hubungan kepemilikan atau administrasi dengan aset terkait, yakni Kartika Dewi dan Raymon Gunawan.
Sementara itu, pihak termohon dalam perkara ini adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Andi menjelaskan bahwa inti dari permohonan keberatan ini adalah permintaan agar aset yang telah dirampas negara dikembalikan kepada pemohon.
Objek keberatan ini adalah permintaan pemohon agar aset yang telah dirampas negara dikembalikan, ujar Andi menegaskan.
💬 Sandra Dewi Klaim Asetnya Sah dan Tak Ada Kaitannya dengan Kasus Korupsi
Dalam permohonannya, Sandra Dewi menegaskan bahwa ia merupakan pihak ketiga yang beritikad baik.
Artinya, ia merasa tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam tindak pidana yang dilakukan oleh suaminya, Harvey Moeis, serta menegaskan bahwa harta yang disita tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi pengelolaan timah.
Semua aset saya diperoleh secara sah baik dari hasil kerja pribadi, endorsement, pembelian pribadi, maupun hadiah, begitu kurang lebih isi pernyataan Sandra melalui tim kuasa hukumnya.
Aset yang ia sebut termasuk dalam kategori barang pribadi, di antaranya adalah:
-
Koleksi tas mewah berbagai merek internasional,
-
Perhiasan dan emas batangan,
-
Serta mobil hadiah ulang tahun yang belakangan menjadi sorotan media.
Sandra juga mengungkapkan bahwa ia dan Harvey Moeis sudah menandatangani perjanjian pisah harta sebelum menikah.
Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa aset pribadinya tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan tindak pidana yang dilakukan suaminya.
Saya bukan bagian dari kegiatan bisnis yang dijalankan suami. Semua aset pribadi saya diperoleh dari kerja profesional dan kegiatan komersial yang legal, demikian keterangan yang disampaikan tim hukumnya di persidangan.

👩š–ï¸ Sidang Masih Berjalan, Tahap Pembuktian Tengah Berlangsung
Sidang keberatan ini kini telah memasuki tahap pembuktian.
Dalam sidang terakhir yang digelar Jumat (17/10/2025), majelis hakim menghadirkan saksi ahli untuk memberikan pandangan hukum terkait kepemilikan aset pribadi dan batas kewenangan penyitaan dalam perkara tipikor.
Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rios Rahmanto.
Saat ini sidang masih dalam agenda pembuktian. Apakah permohonan keberatan dikabulkan atau tidak, sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim, jelas Andi Saputra dari PN Jakarta Pusat.
Tahap ini menjadi krusial karena majelis akan menilai apakah benar aset yang disita oleh Kejagung memang berasal dari tindak pidana korupsi, atau justru merupakan harta pribadi yang sah milik Sandra Dewi.
🧾 Aset Harvey Moeis Sudah Dinyatakan Dirampas untuk Negara
Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta telah menjatuhkan putusan yang menyatakan seluruh aset milik Harvey Moeis dirampas untuk negara.
Putusan ini bahkan telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta.
Dalam amar putusan itu, majelis hakim menyebut bahwa seluruh barang bukti berupa logam mulia, tanah, tas-tas mewah, dan mobil hadiah ulang tahun masuk ke dalam daftar harta yang dinilai berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan Harvey Moeis.
Barang bukti aset milik terdakwa dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai pengganti kerugian keuangan negara yang dibebankan kepada terdakwa, tegas hakim Teguh Arianto saat membacakan putusan beberapa waktu lalu.
Kejagung kemudian menindaklanjuti amar putusan itu dengan melakukan eksekusi dan penyitaan terhadap aset yang disebut milik Harvey Moeis dan keluarganya, termasuk yang berada di bawah nama Sandra Dewi.
💥 Aset Pribadi vs Aset Terkait Kasus Garis Tipis yang Rumit
Langkah hukum Sandra Dewi lewat keberatan (verzet) ini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan kompleksitas antara harta pribadi dan harta bersama dalam kasus korupsi.
Menurut pengamat hukum pidana, kasus ini bisa menjadi ujian penting bagi penerapan asas keadilan bagi pihak ketiga yang tidak terlibat langsung dalam tindak pidana.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






