Redaksiku.com – Sydney kembali dipenuhi langkah ribuan pelari pada Minggu, 30 Agustus 2026. Sejak pagi, jalanan dari North Sydney hingga kawasan Sydney Opera House berubah menjadi lintasan sepanjang 42,195 kilometer yang mempertemukan pelari elite dunia, pelari rekreasional, hingga peserta yang datang dari berbagai negara untuk merayakan salah satu ajang lari paling bergengsi di belahan bumi selatan.
Review Sydney Marathon tahun ini terasa sangat istimewa karena lomba tersebut memasuki tahun keduanya sebagai bagian resmi dari Abbott World Marathon Majors. Perlombaan tidak hanya menghadirkan jumlah peserta yang masif, tetapi juga sejumlah catatan waktu baru, termasuk pemecahan rekor lintasan di kategori elite putra yang menunjukkan peningkatan kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Perkembangan Sydney Marathon sebagai World Marathon Major
sc: gorunningtours
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Posisi Sydney Marathon dalam kalender lari global berubah cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah melalui proses evaluasi yang ketat oleh penyelenggara internasional, kota di Australia ini resmi menjadi anggota ketujuh Abbott World Marathon Majors dan menggelar edisi perdananya dengan status elite tersebut pada musim sebelumnya.
Setahun berselang, daya tarik ajang ini semakin melonjak di mata komunitas lari internasional. Situs resmi Sydney Marathon mencatat ada lebih dari 40.000 pelari dari lebih dari 140 negara yang berpartisipasi di tahun 2026, membuktikan antusiasme global yang luar biasa.
Tingginya minat peserta terlihat jelas dari proses pendaftaran yang membludak. Penyelenggara bahkan menerima sekitar 123.000 pendaftar yang memperebutkan kuota slot terbatas melalui sistem undian maupun jalur prestasi.
Sydney Marathon 2026 mencatatkan partisipasi lebih dari 40.000 pelari dari 140 negara setelah resmi menyandang status Abbott World Marathon Majors.
Suasana race pun tidak hanya terpusat pada perjuangan para atlet di jalur utama. Sejumlah titik di sepanjang rute disiapkan secara khusus sebagai area hiburan dan pendukung bagi para penonton yang ingin memberikan suntikan semangat.
Di kawasan Centennial Park, misalnya, terdapat program Party in the Park yang menyajikan hiburan musik meriah serta area sorak bagi penonton. Zona ini menjadi penyemangat krusial karena menyambut peserta yang sudah mulai memasuki kilometer 33.
Skala penyelenggaraan sebesar ini membuat Sydney Marathon perlahan memiliki karakter dan identitas unik di antara jajaran marathon bergengsi dunia lainnya. Selain berburu catatan waktu terbaik, banyak peserta sengaja datang demi menikmati pengalaman visual berlari di tengah lanskap ikonik kota Sydney.
Tantangan Karakteristik Rute Ikonik Sydney
sc: The Sydney Morning Herald
Salah satu daya tarik utama yang selalu dibicarakan pelari dari ajang ini adalah pemandangannya yang spektakuler. Rute perlombaan dimulai dari Miller Street di kawasan North Sydney, lalu membawa peserta melintasi kemegahan Sydney Harbour Bridge serta berbagai distrik kota sebelum berakhir di halaman Sydney Opera House.
Selama perjalanan, para peserta juga akan melintasi area hijau Centennial Park hingga kawasan asri Royal Botanic Garden dan Mrs Macquarie’s Chair. Namun di balik keindahan visual tersebut, tersimpan ujian fisik yang menuntut persiapan matang dari setiap pelari.
Data resmi penyelenggara menunjukkan bahwa total elevation gain untuk rute tahun ini mencapai sekitar 313 meter dengan net drop 83 meter. Kombinasi tanjakan dan turunan ini menuntut strategi pacu yang cermat agar tenaga tidak habis sebelum mencapai garis akhir.
Situs ulasan lari RaceRaves memberikan rating 3.9 dari 5 untuk ajang ini, seraya menggambarkan lintasannya memiliki karakter yang sangat menantang. Dibandingkan ajang Major Marathon lain di belahan dunia utara, Sydney dikenal memiliki kontur berbukit yang menuntut adaptasi fisik tersendiri.
Faktor geografis inilah yang membuat sebagian besar pelari, baik amatir maupun berpengalaman, menempatkan manajemen energi sebagai prioritas utama. Mengatur ritme napas dan langkah di paruh kedua lomba menjadi kunci krusial untuk menaklukkan sisa kilometer setelah melewati berbagai tanjakan.
Partisipasi Inspiratif Figur Publik Indonesia
sc: Instagram/Ganjar Pranowo
Cerita menarik dari penyelenggaraan tahun ini juga datang dari kontingen pelari asal Indonesia yang turut ambil bagian di berbagai kategori. Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi salah satu figur yang mencuri perhatian publik setelah sukses menuntaskan jarak penuh bersama istrinya, Siti Atikoh Supriyanti.
Pasangan suami istri ini berhasil mencapai garis finish secara bersamaan setelah berjuang di atas lintasan selama hampir lima jam penuh. Ganjar mencatatkan waktu resmi 4 jam 59 menit 50 detik dalam menyelesaikan rute penuh tantangan tersebut.
Selepas lomba, Ganjar menceritakan bahwa lintasan Sydney terasa cukup berat karena memiliki banyak tanjakan di tengah cuaca pagi yang cukup dingin. Kendati demikian, tekad kuat serta latihan konsisten mengantarkan mereka melewati garis akhir di dekat Sydney Opera House.
Nama besar lain dari Indonesia yang sukses meraih medali finisher adalah Sandiaga Uno. Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut mencatatkan waktu impresif yaitu 3 jam 53 menit 58 detik di usianya yang telah menginjak kepala lima.
Keberhasilan Ganjar dan Sandiaga membuktikan bahwa faktor usia bukanlah batasan mutlak untuk menyelesaikan jarak full marathon. Dibutuhkan disiplin latihan jangka panjang, pemeliharaan daya tahan kardio, serta kekuatan otot yang memadai untuk meredam dampak elevasi lintasan.
Selain para tokoh politik tersebut, rombongan pesohor tanah air lainnya turut meramaikan daftar finisher tahun ini. Soraya Larasati mencatatkan waktu 3 jam 38 menit, sementara Namira Adjani menuntaskan waktu 3 jam 54 menit sekaligus merampungkan misi menyelesaikan rangkaian tujuh Abbott World Marathon Majors.
Artis peran Melanie Putria juga kembali aktif turun di ajang full marathon setelah sempat beristirahat selama dua tahun terakhir. Febby Rastanty turut melengkapi pencapaian tujuh Major miliknya di kota ini, sementara Marianne Rumantir bertahan hingga finis meski sempat menghadapi kram di kilometer 30, dan Acha Septriasa sukses menandai debut marathon pertamanya di Sydney.
Daftar Juara dan Rekor Baru Sydney Marathon 2026
sc: Runners World
Karakter rute yang bergelombang tidak menyurutkan ambisi para pelari elite dunia untuk mencatatkan waktu tercepat. Persaingan ketat tersaji di kategori elite putra yang dimenangkan oleh Addisu Gobena asal Ethiopia dengan catatan waktu luar biasa.
Gobena sukses merengkuh juara pertama sekaligus memecahkan rekor lintasan baru Sydney Marathon dengan catatan waktu 2 jam 04 menit 42 detik. Ia hanya unggul tipis empat detik dari rekan senegaranya, Chimdessa Debele, yang menyusul di peringkat kedua.
Bagi Gobena, kemenangan ini terasa sangat emosional mengingat pada edisi sebelumnya ia hanya mampu finis sebagai runner-up. Kerja keras selama setahun terakhir terbayar lunas dengan podium tertinggi dan rekor baru yang ia torehkan di Australia.
Sementara itu, dominasi mutlak ditunjukkan oleh pelari putri asal Kenya, Peres Jepchirchir, di kategori elite putri. Peraih medali emas Olimpiade ini melintasi garis finis dengan catatan waktu 2 jam 18 menit 31 detik, unggul jauh atas para pesaing terdekatnya.
Addisu Gobena mencetak rekor lintasan baru di kategori putra dengan catatan waktu 2:04:42, mengungguli pesaing ketatnya di garis finis Sydney.
Catatan waktu Jepchirchir hanya terpaut tipis sembilan detik dari rekor lintasan putri sebelumnya yang dipegang oleh Sifan Hassan. Gelar juara di Sydney ini sekaligus mempertegas status Jepchirchir sebagai salah satu ratu marathon modern setelah sebelumnya menjuarai ajang New York, Boston, dan London.
Rekor baru juga tercipta pada kategori penyandang disabilitas kursi roda (wheelchair). Atlet asal Amerika Serikat, Daniel Romanchuk, membukukan rekor lintasan baru 1 jam 26 menit 50 detik di sektor putra.
Di sektor putri, Manuela Schär asal Swiss keluar sebagai juara dengan catatan waktu 1 jam 42 menit 04 detik. Perolehan ini sekaligus memangkas hampir tiga menit dari rekor waktu tercepat sebelumnya di kategori yang sama.
Penyelenggaraan yang semakin matang, dukungan publik yang masif di sepanjang rute, serta kehadiran para pelari kelas dunia menempatkan Sydney Marathon dalam jajaran elite perlombaan lari global. Ajang ini kini berdiri sejajar dengan London, Berlin, dan Tokyo sebagai destinasi wajib bagi para pencinta olahraga lari jarak jauh.
Pertanyaan Umum
Kapan Sydney Marathon 2026 diselenggarakan?
Sydney Marathon 2026 diselenggarakan pada hari Minggu, 30 Agustus 2026, dengan mengambil titik start dari North Sydney dan garis finis di kawasan Sydney Opera House.
Berapa total jumlah peserta yang mengikuti ajang ini?
Ajang lari internasional ini diikuti oleh lebih dari 40.000 peserta yang berasal dari lebih dari 140 negara di seluruh dunia.
Siapa pemenang kategori elite putra tahun ini?
Kategori elite putra dimenangkan oleh pelari asal Ethiopia, Addisu Gobena, yang sekaligus mencetak rekor lintasan baru dengan catatan waktu 2 jam 04 menit 42 detik.
Ringkasan
Sydney Marathon 2026 yang diselenggarakan pada 30 Agustus 2026 diikuti oleh lebih dari 40.000 peserta dari 140 negara, dengan Addisu Gobena dari Ethiopia keluar sebagai juara kategori elite putra dan pemecah rekor lintasan dengan catatan waktu 2 jam 04 menit 42 detik. Ajang bergengsi bagian Abbott World Marathon Majors ini juga diramaikan oleh partisipasi sejumlah figur publik asal Indonesia seperti Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno.






