Efektivitas Ular Sawah Kendalikan Hama Tikus di Indramayu

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Efektivitas Ular Sawah Kendalikan Hama Tikus di Indramayu

Redaksiku.com – Tikus tetap menjadi momok paling menakutkan bagi para petani padi di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Indramayu. Ketika populasi hewan pengerat ini meledak, ancaman gagal panen langsung menghantui sejak hari pertama masa tanam dimulai. Selama bertahun-tahun, petani mengandalkan berbagai cara instan untuk membasmi hama tersebut dari lahan mereka. Sayangnya, tidak semua metode konvensional tersebut aman bagi lingkungan maupun keselamatan manusia yang mengolahnya.

Berbagai upaya pembasmian telah dicoba oleh para petani setempat demi menyelamatkan bulir-bulir padi mereka. Mulai dari penggunaan racun kimia dosis tinggi, pengasapan lubang tikus, tradisi gropyokan massal, hingga pemasangan kawat berdali aliran listrik. Ironisnya, penggunaan jebakan setrum listrik di area persawahan sempat mencatat sejarah kelam dengan menimbulkan korban jiwa. Situasi berbahaya ini memaksa banyak pihak untuk memikirkan kembali strategi jangka panjang yang lebih selaras dengan prinsip keseimbangan alam.

Mengembalikan Peran Predator Alami di Ekosistem Pertanian

Wacana mengembalikan rantai makanan yang hilang mulai dilirik sebagai solusi alternatif yang lebih berkelanjutan. Pendekatan ekologis ini diwujudkan melalui program bertajuk Ular Sahabat Tani yang diinisiasi oleh pemerintah daerah bersama pegiat alam bebas. Pada 8 Agustus 2025, sebanyak 200 ekor ular dilepasliarkan secara serentak ke area persawahan di wilayah Indramayu. Langkah kontroversial namun terukur ini langsung menarik perhatian publik luas dan komunitas pertanian nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Panji Petualang melepaskan 200 ekor ular non-venomous ke persawahan untuk menekan populasi tikus.

Jenis reptil yang diterjunkan ke alam bebas bukanlah sembarang ular liar yang ditangkap tanpa seleksi ketat. Spesies yang dipilih merupakan kelompok ular pembelit pemangsa hewan pengerat yang aman bagi aktivitas manusia sehari-hari. Beberapa jenis ular yang mendominasi program pelepasan tersebut meliputi:

  • Ular jali atau Ptyas mucosa yang dikenal aktif berburu mangsa di area terbuka.
  • Ular koros atau Ptyas korros yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi di ekosistem pertanian.
  • Ular lanang sapi atau Coelognathus radiatus yang sangat diandalkan dalam menekan laju perkembangbiakan tikus sawah.

Miskonsepsi Masyarakat Terhadap Ular Sawah

Kehadiran ular di tengah ekosistem pertanian sebenarnya bukan fenomena baru bagi para leluhur kita zaman dulu. Namun, seiring berjalannya waktu, populasi reptil penyeimbang ini merosot tajam akibat alih fungsi lahan dan tindakan warga yang langsung membunuhnya. Ketakutan berlebihan membuat masyarakat sering kali salah mengidentifikasi setiap jenis ular sebagai ancaman mematikan. Padahal, mayoritas ular tanah yang hidup di Pulau Jawa tidak memiliki kelenjar racun bisa yang berbahaya bagi manusia.

Amir Hamidy, herpetolog terkemuka dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, memberikan penjelasan ilmiah mengenai karakteristik biologis hewan tersebut. Menurut penjelasannya, hanya ada sekitar lima persen dari total populasi ular darat di Jawa yang benar-bosan memiliki racun mematikan. Kelompok rat snake atau ular tikus yang sengaja dilepas di Indramayu umumnya memiliki sifat pemalu dan memilih kabur. Mereka tidak akan menyerang manusia kecuali jika merasa terpojok, dipegang secara paksa, atau disakiti terlebih dahulu.

Seekor ular jali dewasa yang sehat tercatat sanggup memangsa hingga 12 ekor tikus dalam kurun waktu satu hari.

Hilangnya predator puncak di rantai makanan sawah membuat tikus semakin merajalela tanpa ada hambatan berarti. Kawasan pertanian modern yang menerapkan sistem monokultur juga menyediakan pasokan makanan berlimpah sepanjang tahun bagi hewan pengerat tersebut. Oleh karena itu, kehadiran kembali ular-ular pemburu diharapkan mampu mengembalikan mekanisme kontrol alami yang selama ini hilang dari ekosistem sawah.

Pertanyaan Umum

Apakah ular yang dilepas di Indramayu berbahaya bagi manusia?

Tidak berbahaya karena jenis yang dilepaskan adalah ular non-bisa seperti ular jali, koros, dan lanang sapi yang secara alami akan menghindar saat melihat manusia.

Berapa banyak tikus yang bisa dimakan oleh ular sawah?

Seekor ular jali ukuran dewasa mampu memangsa hingga 12 ekor tikus dalam satu hari, menjadikannya pengendali hama biologis yang sangat potensial.

Mengapa populasi ular di sawah semakin sulit ditemukan?

Penurunan populasi ular disebabkan oleh kerusakan habitat alami, alih fungsi lahan pertanian, serta tindakan perburuan dan pembunuhan oleh manusia karena salah persepsi.

Ringkasan

Pelepasan 200 ekor ular non-bisa seperti ular jali, koros, dan lanang sapi di Indramayu terbukti efektif mengendalikan populasi hama tikus secara alami tanpa membahayakan keselamatan manusia. Program ekologis ini menjadi solusi jangka panjang untuk menggantikan penggunaan racun kimia berbahaya dan jebakan listrik yang sering menimbulkan korban jiwa.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BI Banten dan Pemprov Gelar KKB x BIF 2026 untuk Dorong Investasi
Kolaborasi TACO dan Palette Studio di Art Jakarta 2026
Modernland Realty Selesaikan Restrukturisasi Obligasi USD 280 Juta
Promo Watsons 10.10 Diskon 70% dan Voucher Rp100 Ribu
Dampak MotoGP 2026 Perkuat Mandalika Jadi Destinasi Sport Tourism
5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Mewariskan Kekayaan
Program MyPertamina Beri Kesempatan Nonton Pertamax Turbo GP 2026
Banten Perkuat Iklim Investasi Usai Masuk Lima Besar Nasional

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:33 WIB

BI Banten dan Pemprov Gelar KKB x BIF 2026 untuk Dorong Investasi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:28 WIB

Kolaborasi TACO dan Palette Studio di Art Jakarta 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:14 WIB

Modernland Realty Selesaikan Restrukturisasi Obligasi USD 280 Juta

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:10 WIB

Promo Watsons 10.10 Diskon 70% dan Voucher Rp100 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:58 WIB

Dampak MotoGP 2026 Perkuat Mandalika Jadi Destinasi Sport Tourism

Berita Terbaru

Indonesia

Indonesia Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik dari Weda Bay

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:36 WIB

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan memulai pembangunan 2.200 unit rumah bantuan presiden pada Januari 2027.

Politik

Pembangunan 2.200 Rumah Bantuan Presiden Dimulai Januari 2027

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:35 WIB

Arsenal Legends berhasil menundukkan United Legends dengan skor 3-2 dalam laga The Rivalry Returns di SUGBK.

Sepak Bola

Hasil Arsenal Legends vs MU Legends 3-2 di The Rivalry Returns

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:27 WIB

Anne Carson saat menghadiri sebuah acara di galeri seni Moderna Museet, Stockholm, pada 2015.

Life Style

Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026: Menggabungkan Mitos dan Pop

Minggu, 11 Okt 2026 - 05:26 WIB

error: Content is protected !!