Pemkab Yahukimo Salurkan Bantuan Pangan untuk 6 Distrik

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Yahukimo menyalurkan bantuan pangan darurat untuk warga terdampak kekeringan

Pemerintah Kabupaten Yahukimo menyalurkan 13 ton beras dan logistik untuk mengatasi krisis pangan di enam distrik.

Redaksiku.com – Pemerintah Kabupaten Yahukimo mulai menyalurkan bantuan logistik darurat ke wilayah-wilayah yang terdampak bencana kemarau panjang dan kekeringan ekstrem di Papua Pegunungan. Langkah cepat ini diambil untuk mengantisipasi krisis pangan yang mengancam keselamatan warga akibat gagal panen dan rusaknya lahan pertanian tradisional.

Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan sebanyak 13 ton beras serta berbagai kebutuhan bahan makanan pokok lainnya. Bantuan ini juga mencakup alokasi biaya transportasi untuk memastikan distribusi logistik dapat berjalan lancar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 13 ton beras dan bahan makanan tambahan dialokasikan khusus untuk meringankan beban warga di 6 distrik yang terisolasi akibat minimnya penerbangan perintis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahap awal penyaluran ini difokuskan pada enam distrik yang akses jalurnya masih dapat dilalui menggunakan kendaraan darat melalui Kabupaten Jayawijaya. Enam wilayah tersebut meliputi Kurima, Mugi, Tangma, Yogosem, Werima, dan Ukha.

Bantuan darurat ini murni bersumber dari anggaran pemerintah daerah dan dipastikan bukan beras program rastra atau bantuan pangan reguler. Kebijakan ini diambil demi merespons cepat situasi darurat yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.

Distribusi Logistik untuk Puluhan Distrik Terdampak

Meskipun tahap pertama baru menjangkau enam wilayah terdekat, tantangan geografis dan cuaca di Papua Pegunungan jauh lebih besar dari perkiraan. Pemerintah daerah mencatat bahwa dampak musim kemarau panjang ini sebenarnya dirasakan secara merata di hampir seluruh wilayah administrasi kabupaten.

Ada beberapa kendala utama yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam mendistribusikan bantuan secara menyeluruh:

  • Sebanyak 51 distrik di Kabupaten Yahukimo menghadapi masalah kekeringan yang serupa dengan tingkat keparahan tinggi.
  • Aktivitas penerbangan perintis bersubsidi di wilayah pedalaman saat ini masih sangat minim dan terbatas.
  • Kondisi medan yang berat mengharuskan pemerintah berkoordinasi ketat dengan DPRD Kabupaten Yahukimo untuk mencari jalur alternatif.

Pemerintah daerah bersama unsur legislatif setempat terus berupaya mencari solusi terbaik agar seluruh warga di distrik-distrik lainnya segera mendapatkan pasokan makanan yang layak. Koordinasi intensif juga dilakukan untuk mengatasi hambatan transportasi udara yang selama ini menjadi urat nadi utama mobilitas logistik di wilayah pedalaman Papua.

Pertanyaan Umum

Mengapa bantuan beras ini disalurkan ke Kabupaten Yahukimo?

Bantuan ini disalurkan karena wilayah tersebut mengalami bencana kemarau panjang dan kekeringan ekstrem yang memicu gagal panen serta ancaman kekurangan bahan pangan bagi masyarakat setempat.

Berapa banyak beras yang disiapkan oleh pemerintah daerah?

Pemerintah Kabupaten Yahukimo mengalokasikan 13 ton beras beserta tambahan bahan makanan pokok dan subsidi biaya transportasi untuk tahap awal penyaluran.

Berapa banyak distrik yang terdampak kemarau di wilayah tersebut?

Tercatat ada 51 distrik di Kabupaten Yahukimo yang mengalami dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang, dengan penanganan awal difokuskan pada enam distrik yang dapat dijangkau kendaraan darat.

Ringkasan

Pemerintah Kabupaten Yahukimo menyalurkan 13 ton beras dan bahan pokok untuk mengatasi krisis pangan akibat kemarau panjang dan kekeringan ekstrem.

Tahap awal penanganan darurat ini difokuskan pada 6 distrik yang dapat dijangkau via jalur darat dari Kabupaten Jayawijaya, sementara 45 distrik lainnya masih menghadapi kendala distribusi akibat medan berat dan minimnya penerbangan perintis.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jatam Kritik Kebijakan Transisi Energi Prabowo yang Dinilai Berisiko
Sampah Kembali Menumpuk di Kali Skunder Babelan Usai Dibersihkan
Harapan Wagub Dimyati untuk ICMI Pandeglang dalam Kemajuan Daerah
Kemnaker: 43.000 PHK Hingga Juli 2026 Tak Selalu Karena Efisiensi
LBH PMII Jatim Desak Kepastian Hukum Ambang Batas Parlemen
Alasan Denny Indrayana Sebut Gugatan Syarat Cawapres Gibran Belum Kedaluwarsa
1.300 Pelajar Ikuti Lomba Pidato AHY Muda, Lahirkan Gagasan Berani
Ratusan Warga Gresik Gelar Pengajian dan Bersholawat Bersama Gus Muwafiq

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:25 WIB

Jatam Kritik Kebijakan Transisi Energi Prabowo yang Dinilai Berisiko

Senin, 21 September 2026 - 17:05 WIB

Sampah Kembali Menumpuk di Kali Skunder Babelan Usai Dibersihkan

Senin, 21 September 2026 - 16:03 WIB

Harapan Wagub Dimyati untuk ICMI Pandeglang dalam Kemajuan Daerah

Senin, 21 September 2026 - 13:48 WIB

Kemnaker: 43.000 PHK Hingga Juli 2026 Tak Selalu Karena Efisiensi

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

LBH PMII Jatim Desak Kepastian Hukum Ambang Batas Parlemen

Berita Terbaru

Mahfud MD membeberkan alasan KPK belum memeriksa Menteri ATR Nusron Wahid dalam kasus dugaan suap HGB Summarecon Agung.

Viral

Alasan Mahfud MD Sebut KPK Belum Periksa Nusron Wahid

Senin, 21 Sep 2026 - 21:36 WIB

Haji Isam dikabarkan tengah merintis negosiasi strategis untuk mengakuisisi 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk.

Viral

Haji Isam Negosiasi Akuisisi 62 Persen Saham BYAN

Senin, 21 Sep 2026 - 20:59 WIB

Jawa Barat menghadapi krisis sampah dan kerusakan Daerah Aliran Sungai yang membutuhkan pembenahan total dari hulu ke hilir.

Adikarya Parlemen

Mengatasi Krisis Sampah dan Kerusakan DAS di Jawa Barat

Senin, 21 Sep 2026 - 20:20 WIB

error: Content is protected !!