Redaksiku.com – Universitas Surabaya resmi menutup rangkaian pengenalan kehidupan kampus bagi ribuan mahasiswa baru pada Senin, 21 September 2026, dengan fokus utama pada pembentukan kemandirian akademik serta penguatan karakter moral. Acara penutupan yang berlangsung meriah di kampus utama tersebut menandai transisi resmi para peserta dari status siswa sekolah menengah menjadi sivitas akademika perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Ubaya, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto, memaparkan bahwa dunia perkuliahan menuntut tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab personal yang jauh lebih tinggi dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa tidak lagi disuapi oleh pengajar, melainkan harus proaktif mencari sumber pengetahuan serta mengembangkan potensi diri secara mandiri.
Transisi Akademik dan Adaptasi Kampus
Perubahan ritme belajar dari sekolah menengah ke universitas kerap menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa baru. Di lingkungan kampus, kebebasan akademik berjalan berdampingan dengan tanggung jawab moral yang ketat, sehingga kemampuan manajemen waktu menjadi kunci utama keberhasilan studi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prof. Maria mengingatkan bahwa kemandirian berpikir dan bertindak adalah fondasi krusial bagi lulusan perguruan tinggi di era modern.
Pihak rektorat merancang program orientasi tahun ini agar para peserta dapat mengenali berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Beberapa aspek penting yang ditekankan selama masa pengenalan meliputi:
- Pengenalan sistem kredit semester dan kurikulum berbasis OBE atau Outcome-Based Education.
- Pemanfaatan perpustakaan digital serta laboratorium riset modern di berbagai fakultas.
- Pelatihan etika akademika guna mencegah plagiarisme dan menjunjung tinggi kejujuran ilmiah.
Penguatan Karakter dan Jejaring Sosial
Selain aspek akademik, pembentukan karakter kebangsaan dan kepedulian sosial menjadi pilar penting yang ditanamkan sejak hari pertama orientasi. Mahasiswa diajak untuk memahami nilai-nilai toleransi dan keberagaman yang selama ini menjadi kultur di lingkungan kampus multikultural tersebut.
Aktivitas kelompok yang dirancang interaktif membantu para pendatang baru dari berbagai daerah di Indonesia untuk saling mengenal dan membangun jejaring pertemanan yang sehat. Interaksi lintas program studi ini diharapkan mampu memperluas wawasan sosial mereka sebelum terjun langsung ke masyarakat.
Sebanyak ribuan mahasiswa baru dari berbagai fakultas mengikuti rangkaian orientasi dengan antusias tinggi hingga hari penutupan.
Kesiapan Menghadapi Dunia Kerja
Tuntutan dunia profesional saat ini tidak hanya mengandalkan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK yang tinggi, melainkan juga keterampilan lunak seperti kemampuan komunikasi dan kerja tim. Melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa dan program pengembangan karier, kampus berupaya membekali peserta didik sejak dini.
Para dosen pembimbing akademik juga disiapkan untuk mendampingi perjalanan studi mahasiswa agar tetap berada di jalur yang tepat guna lulus tepat waktu dengan kompetensi unggul.
Pertanyaan Umum
Apa fokus utama penutupan masa orientasi mahasiswa baru di Ubaya?
Fokus utamanya adalah penekanan pada kemandirian akademik, adaptasi dengan lingkungan perkuliahan, serta penguatan karakter moral mahasiswa.
Siapa tokoh yang memimpin penutupan rangkaian orientasi tersebut?
Acara tersebut dipimpin dan diarahkan langsung oleh Wakil Rektor I Universitas Surabaya, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto.
Kapan kegiatan orientasi mahasiswa baru ini resmi ditutup?
Rangkaian orientasi ini resmi ditutup pada Senin, 21 September 2026, di lingkungan kampus Universitas Surabaya.
Ringkasan
Pada Senin, 21 September 2026, Universitas Surabaya (Ubaya) resmi menutup rangkaian orientasi bagi ribuan mahasiswa baru di kampus utamanya. Penutupan acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Ubaya, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto, yang menekankan pentingnya transisi dari pola pikir siswa menengah menjadi sivitas akademika yang mandiri dan bertanggung jawab.
Dalam arahannya, Prof. Maria menjelaskan bahwa dunia perkuliahan menuntut kedisiplinan tinggi dan keaktifan mahasiswa dalam mencari sumber pengetahuan. Program orientasi tahun ini dirancang untuk memperkenalkan sistem kredit semester, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pemanfaatan fasilitas riset modern, serta pelatihan etika akademika guna mencegah plagiarisme.
Selain kemandirian akademik, pihak rektorat juga menekankan penguatan karakter moral, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan untuk membangun jejaring sosial yang sehat. Melalui pendampingan dosen dan berbagai program pengembangan karier, Ubaya berupaya membekali mahasiswa baru dengan keterampilan lunak agar siap menghadapi tantangan dunia profesional secara tepat waktu dan kompeten.






