Redaksiku.com – Memakai sepatu bertali merupakan salah satu keterampilan dasar harian yang sering kali dianggap sepele oleh kebanyakan orang dewasa, tetapi menyimpan proses pembelajaran yang cukup kompleks bagi anak-anak dan sebagian murid di sekolah. Aktivitas yang kelihatannya instan ini sebenarnya melibatkan rangkaian tahapan motorik yang sistematis, mulai dari memasukkan kaki ke dalam alas kaki, menyesuaikan posisi agar nyaman, merapikan letak tali, menariknya hingga kencang, sampai akhirnya merangkai simpul tali sepatu yang kokoh.
Bagi Nasywa Rana Hanifah, seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta yang menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan anak, aktivitas sederhana ini memegang peranan penting dalam melatih kemandirian sejak dini. Pembelajaran motorik halus seperti mengikat tali sepatu tidak hanya melatih kelenturan jari-jari tangan, tetapi juga membangun rasa percaya diri anak ketika mereka berhasil melakukannya sendiri tanpa bantuan orang dewasa di sekitar mereka.
Tahapan Belajar Mengikat Tali Sepatu
Proses mengajarkan anak atau murid untuk memakai dan mengikat sepatu mereka sendiri tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Diperlukan pendekatan bertahap agar mereka tidak merasa frustrasi menghadapi kerumitan tali yang panjang dan terkadang mudah kusut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam praktiknya di lapangan, para pendidik biasanya membagi proses belajar ini ke dalam beberapa langkah terstruktur yang mudah dipahami oleh anak-anak:
- Memastikan posisi kaki masuk dengan sempurna ke dalam badan sepatu tanpa terlipat di bagian tumit.
- Menyelaraskan kedua sisi tali sepatu agar memiliki panjang yang kurang lebih sama sebelum mulai diikat.
- Menyilangkan kedua ujung tali dan memasukkannya ke dalam celah simpul dasar untuk membuat ikatan awal yang kuat.
- Membuat bentuk telinga kelinci atau simpul melingkar yang menjadi teknik paling populer dan mudah dicerna oleh anak-anak.
- Mengunci simpul tersebut agar tidak mudah lepas saat murid berjalan atau berlari di halaman sekolah.
Keterampilan motorik halus yang diasah melalui aktivitas mengikat tali sepatu memberikan dampak positif jangka panjang terhadap koordinasi mata dan tangan anak.
Peran Lingkungan Sekolah dan Keluarga
Keberhasilan seorang anak dalam menguasai keterampilan mengenakan sepatu bertali sangat bergantung pada dukungan lingkungan terdekat mereka, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Orang tua dan guru memegang tanggung jawab besar untuk memberikan kesempatan serta waktu ekstra bagi anak-anak berlatih secara mandiri.
Sering kali, karena alasan keterbatasan waktu di pagi hari sebelum berangkat beraktivitas, orang tua memilih mengambil alih tugas memakaikan sepatu anak mereka. Padahal, kesempatan kecil seperti inilah yang justru menjadi arena latihan terbaik bagi anak untuk mengasah kemampuan motorik dan kemandirian mereka secara konsisten.
Sekitar 80 persen kemandirian anak pada usia sekolah dasar bermula dari kemampuan mereka mengurus kebutuhan personal sehari-hari seperti merapikan pakaian dan alas kaki.
Metode Pendekatan yang Menyenangkan
Agar proses belajar tidak membosankan, berbagai metode kreatif kerap diterapkan oleh para pengajar di institusi pendidikan. Menggunakan lagu pengantar, dongeng pendek tentang kelinci, atau alat peraga papan kayu berpola lubang tali menjadi beberapa cara efektif untuk menarik minat anak.
Pendekatan gamifikasi atau permainan edukatif terbukti mampu menurunkan tingkat kecemasan atau kebingungan pada anak-anak yang menganggap tali sepatu sebagai sesuatu yang rumit. Dengan suasana yang santai dan penuh apresiasi setiap kali mereka berhasil membuat simpul, motivasi belajar akan tumbuh dengan sendirinya dari dalam diri anak.
Pertanyaan Umum
Mengapa aktivitas memakai sepatu bertali penting untuk anak?
Aktivitas ini melatih motorik halus, koordinasi tangan dan mata, serta membangun rasa percaya diri melalui kemandirian dalam merawat diri sendiri.
Bagaimana cara terbaik mengajarkan simpul tali sepatu kepada pemula?
Gunakan teknik visual yang menyenangkan seperti metode telinga kelinci dan berikan pendampingan sabar tanpa mengambil alih seluruh proses pengerjaannya.
Siapa yang paling berperan dalam melatih keterampilan dasar ini?
Kolaborasi yang baik antara orang tua di rumah dan guru di sekolah memberikan konsistensi latihan yang dibutuhkan oleh anak untuk cepat mahir.
Ringkasan
Berdasarkan ulasan dari Nasywa Rana Hanifah, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, artikel ini membahas pentingnya mengajarkan keterampilan dasar memakai dan mengikat sepatu bertali untuk melatih kemandirian serta motorik halus anak sejak dini. Proses yang melibatkan rangkaian tahapan motorik sistematis ini terbukti mampu membangun rasa percaya diri anak ketika mereka berhasil melakukannya tanpa bantuan orang dewasa.
Keberhasilan penguasaan keterampilan ini sangat bergantung pada dukungan keluarga di rumah dan guru di sekolah melalui metode pendekatan yang menyenangkan, seperti teknik telinga kelinci atau permainan edukatif. Data menunjukkan bahwa sekitar 80 persen kemandirian anak usia sekolah dasar bermula dari kemampuan mereka mengurus kebutuhan personal sehari-hari, termasuk merapikan alas kaki mereka secara mandiri.






