Ilustrasi militer AS di Eropa. (Sumber: Departemen Pertahanan AS/Spc. Joshua Cowden)
Redaksiku.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) tengah mempertimbangkan langkah strategis yang cukup masif terkait postur pertahanan global mereka. Berdasarkan laporan terbaru, Washington dikabarkan tengah mengkaji opsi penarikan sekitar 25.000 hingga 40.000 tentara AS dari berbagai pangkalan di Eropa.
Rencana penarikan ini berpotensi memangkas kehadiran militer Amerika Serikat di Benua Biru hingga hampir sepertiganya. Kebijakan tersebut mencuat di tengah dinamika geopolitik global dan tuntutan efisiensi anggaran pertahanan yang selama ini disuarakan oleh para pembuat kebijakan di Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tinjauan Menyeluruh Komando Eropa
Saat ini, tercatat ada sekitar 80.000 personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan secara permanen maupun rotasi di wilayah Eropa. Opsi pengurangan pasukan ini merupakan bagian dari tinjauan komprehensif selama enam bulan yang dilakukan oleh Pentagon.
Komandan Komando Eropa AS sekaligus Panglima Tertinggi Sekutu NATO, Jenderal Alexus Grynkewich, dijadwalkan untuk menyampaikan analisis awal kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Penilaian mendalam tersebut mencakup berbagai aspek penempatan strategis:
- Evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan udara, laut, dan darat yang ada saat ini.
- Analisis kebutuhan penempatan ulang atau reposisi sebagian pasukan menuju wilayah sayap timur NATO.
- Pengukuran efektivitas penarikan terhadap stabilitas keamanan kawasan secara keseluruhan.
Kendati demikian, para pejabat menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang diambil oleh pihak berwenang di Pentagon.
Sekitar 80.000 tentara AS saat ini bertugas di berbagai negara Eropa dengan potensi pengurangan hingga 40.000 personel dalam kajian terbaru.
Dampak Potensial di Sejumlah Negara Sekutu
Jika rencana pengurangan ini benar-benar direalisasikan, dampaknya akan langsung dirasakan oleh sejumlah negara yang selama ini menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer besar Amerika Serikat.
Negara-negara utama di Eropa Barat yang kemungkinan besar akan paling terdampak oleh kebijakan penarikan pasukan ini meliputi:
- Jerman, yang selama ini menjadi pusat komando dan logistik utama militer AS di daratan Eropa.
- Italia, lokasi strategis bagi operasi maritim dan udara di kawasan Laut Tengah.
- Spanyol, yang memegang peran penting dalam proyeksi kekuatan militer lintas kawasan.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sendiri telah lama mendesak agar negara-negara anggota aliansi Eropa memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar terhadap pertahanan konvensional mereka sendiri. Langkah ini dipandang sejalan dengan strategi AS untuk memusatkan sebagian sumber daya militer ke kawasan lain yang dianggap menjadi prioritas strategis baru.
Jadwal Rekomendasi dan Kekhawatiran Sekutu
Proses pengambilan keputusan terkait masa depan kehadiran militer ini masih memerlukan beberapa tahapan birokrasi dan militer yang cukup ketat sebelum diajukan kepada kepala negara.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth diperkirakan akan menerima rekomendasi akhir pada 6 November mendatang. Setelah itu, proposal resmi akan diserahkan kepada Presiden Donald Trump untuk mendapatkan pengesahan akhir.
Di sisi lain, wacana pengurangan pasukan ini telah memicu reaksi kekhawatiran yang cukup mendalam di kalangan anggota parlemen Amerika Serikat maupun pemerintahan di berbagai negara Eropa. Mereka memperingatkan bahwa penarikan pasukan dalam skala besar dan cepat dapat melemahkan kemampuan pencegahan NATO terhadap potensi agresi Rusia di masa depan.
Pertanyaan Umum
Berapa jumlah tentara AS yang saat ini berada di Eropa?
Saat ini terdapat sekitar 80.000 personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan di berbagai negara di benua Eropa.
Berapa banyak pasukan yang berencana ditarik oleh Pentagon?
Pentagon sedang mempertimbangkan opsi penarikan antara 25.000 hingga 40.000 tentara dari total keseluruhan pasukan yang ada.
Kapan keputusan akhir mengenai penarikan pasukan akan diambil?
Menhan Pete Hegseth dijadwalkan menerima rekomendasi akhir pada 6 November sebelum diserahkan kepada Presiden Donald Trump.
Ringkasan
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) tengah mengkaji opsi penarikan sekitar 25.000 hingga 40.000 tentara AS dari Eropa, yang berpotensi memangkas hampir sepertiga dari total 80.000 personel yang saat ini ditempatkan di kawasan tersebut.
Tinjauan menyeluruh selama enam bulan ini dipimpin oleh Jenderal Alexus Grynkewich, Komandan Komando Eropa AS dan Panglima Tertinggi Sekutu NATO, untuk dievaluasi oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelum rekomendasi akhirnya diserahkan kepada Presiden Donald Trump pada 6 November mendatang.
Kebijakan ini didorong oleh tuntutan efisiensi anggaran serta desakan agar negara-negara anggota NATO di Eropa memikul tanggung jawab pertahanan yang lebih besar, meski langkah tersebut memicu kekhawatiran sekutu dan parlemen terkait potensi melemahnya daya cegah terhadap agresi Rusia.












