Redaksiku.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, kembali menyapa publik melalui sisi lain kehidupannya yang jarang terekspos, yakni dunia seni lukis. Sebanyak 100 mahakarya lukisan hasil goresan tangannya kini dipamerkan secara eksklusif di Voza Tower, Surabaya, dalam sebuah eksibisi yang berlangsung hingga 29 September 2026 mendatang.
Pameran ini bukan sekadar ajang unjuk gigi bagi sang mantan presiden, melainkan sebuah refleksi mendalam atas perjalanan emosional dan spiritualnya selama menekuni dunia kanvas. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung detail sapuan kuas dan pilihan warna yang ia tuangkan, pameran ini dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk.
Eksplorasi Seni dan Peluncuran Buku Monograf
Selain memamerkan koleksi lukisan, momen ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan buku monograf seni yang mendokumentasikan proses kreatif SBY. Buku tersebut memberikan konteks lebih luas mengenai filosofi di balik setiap karya yang ia ciptakan, mulai dari pemandangan alam, potret diri, hingga interpretasi abstrak yang sarat dengan pesan personal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran 100 karya dalam satu ruang pamer memberikan pengalaman visual yang utuh bagi para pengunjung. SBY dikenal sering mengangkat tema-tema kedamaian, keindahan alam Indonesia, serta nuansa melankolis yang sering ia rasakan pasca menjabat sebagai pemimpin negara. Bagi para penikmat seni, pameran ini menjadi kesempatan untuk melihat sisi humanis seorang tokoh nasional di luar panggung politik yang selama ini melekat padanya.
Publik dapat menikmati 100 koleksi lukisan secara langsung di lokasi pameran hingga akhir bulan September 2026.
Koneksi Personal dengan Kota Surabaya
Pemilihan Surabaya sebagai lokasi pameran tentu bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan perjalanan hidup SBY, baik secara personal maupun karier militer dan politiknya. Menghadirkan karya seni di jantung bisnis Surabaya seperti Voza Tower diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari kolektor seni hingga masyarakat umum yang penasaran dengan bakat terpendam sang mantan presiden.
Selama pameran berlangsung, pengunjung tidak hanya diajak melihat lukisan, tetapi juga menyelami narasi di balik setiap goresan. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam pameran ini meliputi:
- Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil eksplorasi seni SBY dalam beberapa tahun terakhir.
- Peluncuran buku monograf sebagai pelengkap pemahaman audiens terhadap gaya lukis dan pesan sang seniman.
- Akses masuk yang gratis memberikan kesempatan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk mengapresiasi seni rupa secara langsung.
Pameran ini menjadi salah satu pameran tunggal paling ambisius yang pernah dilakukan oleh seorang mantan kepala negara di Indonesia dengan menampilkan 100 karya sekaligus.
Pastikan untuk datang lebih awal sebelum tanggal 29 September 2026 guna menghindari kepadatan pengunjung di akhir masa pameran.
Proses Kreatif di Balik Kanvas
Banyak pengamat seni yang menilai bahwa gaya lukis SBY cenderung ekspresif dengan penguasaan warna yang matang. Ia sering kali menggunakan teknik yang menonjolkan suasana, di mana cahaya dan bayangan dimainkan sedemikian rupa untuk menciptakan kedalaman emosi. Hal ini menegaskan bahwa melukis bukan sekadar hobi bagi SBY, melainkan sebuah metode untuk menuangkan kegelisahan dan ketenangan pikiran.
Buku monograf yang diluncurkan bersamaan dengan pameran ini berperan sebagai jembatan komunikasi antara sang pelukis dan penikmat karya. Di dalamnya, terdapat penjelasan mendalam mengenai teknik yang digunakan serta alasan pemilihan objek tertentu yang menjadi subjek utama dalam lukisannya. Ini adalah langkah yang cukup progresif bagi seorang seniman otodidak untuk membuka dapur kreatifnya kepada publik secara transparan.
Pastikan untuk selalu memeriksa jam operasional Voza Tower sebelum berkunjung agar tidak terbentur dengan jadwal agenda internal gedung.
Pertanyaan Umum
Apakah pameran lukisan SBY ini berbayar?
Tidak, pameran ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis hingga tanggal 29 September 2026.
Di mana lokasi persis pameran tersebut?
Pameran ini diselenggarakan di area Voza Tower, Surabaya, yang menjadi pusat kegiatan seni tersebut selama masa pameran berlangsung.
Apa saja yang bisa didapatkan pengunjung selain melihat lukisan?
Selain melihat langsung 100 mahakarya, pengunjung juga bisa mendapatkan wawasan mengenai filosofi seni SBY melalui buku monograf yang diluncurkan khusus pada momen pameran ini.
Ringkasan
Pameran 100 lukisan karya Susilo Bambang Yudhoyono berlangsung di Voza Tower, Surabaya, hingga 29 September 2026. Acara ini terbuka untuk umum secara gratis dan menampilkan koleksi seni pribadi SBY beserta peluncuran buku monograf yang menjelaskan proses kreatif di balik karya-karyanya.






